MOM'S LIFE
Orang yang Suka Tidur Lama & Sulit Bangun Bisa Jadi Sedang Lari dari 8 Kenyataan Ini
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Sabtu, 03 Oct 2026 22:00 WIBTidur merupakan cara tubuh untuk beristirahat atau recharge. Bagi banyak orang, tidur menjadi cara terbaik untuk memulihkan kondisi tubuh yang lelah setelah beraktivitas.
Tapi, tidak semua orang tidur karena ingin recharge, Bunda. Ada orang yang suka tidur karena ingin melupakan masalah. Tak sedikit di antaranya bahkan tidur dalam dalam waktu lama hingga sulit dibangunkan.
Orang yang suka tidur lama dan sulit bangun biasanya sedang lari dari kenyataan yang tidak menyenangkan. Apa saja pengalaman ini? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
1. Pengalaman yang menyakitkan secara emosional
Ada hubungan kuat antara depresi dan tidur berlebihan . Setidaknya, 15 persen orang dengan depresi ditemukan menghabiskan lebih banyak waktu di tempat tidur untuk mengatasi gejala mereka, dan itu sering kali karena masalah emosional yang lebih kompleks.
"Ketika seseorang mengalami depresi, mereka tidur sebagai bentuk pelarian. Mereka mungkin berpikir, 'Saya tidak punya apa pun untuk dinantikan, jadi mengapa saya harus memulai hari?'," kata psikolog tidur Michelle Drerup, PsyD, DBSM, dilansir Cleveland Clinic.
"Tapi, seringkali mereka tidak menyadari bahwa mereka sedang depresi," sambungnya.
2. Stres dan kelelahan
Mengutip laman Your Tango, menghadapi stres dan kelelahan yang terus-menerus dapat menyebabkan kelelahan kronis. Seseorang bisa begitu terbebani oleh masalahnya sehingga merasa kelelahan karena menanggung beban tersebut, bahkan jika mereka tidak menyadari penyebabnya. Di bawah tekanan, tubuh kita kesulitan memasuki fase tidur REM, yang dapat membuat kita merasa lebih mengantuk sepanjang hari.
Stres juga dapat menyebabkan masalah dalam hal sulit tidur dan mempertahankan tidur. Hal tersebut membuat seseorang tetap berada di tempat tidur dalam waktu lama dengan harapan bisa mengganti jam tidur yang telah hilang.
3. Merasa tidak percaya diri dan merasa buruk tentang diri sendiri
Rendahnya harga diri dapat menyebabkan dua respons tidur yang berbeda. Bagi sebagian orang, hal itu berarti tidur terganggu yang membuat mereka merasa semakin tidak optimis saat bangun tidur. Sebagian lainnya kesulitan bangun dari tempat tidur karena rasa tidak aman, sehingga ingin tinggal di rumah saja atau menjauh dari orang lain.
Jika seseorang tidak percaya diri, mereka mungkin tidak ingin berpartisipasi dalam situasi sosial. Sebaliknya, mereka lebih suka menyendiri dan mencari kenyamanan di tempat tidur, menjauh dari orang-orang yang membuat mereka merasa tidak cukup baik untuk berada di dekatnya.
4. Perasaan duka dan kehilangan yang tidak ditangani
Duka bisa memengaruhi setiap orang secara berbeda. Bagi sebagian orang, perasaan duka dapat menguras energi. Tubuh mungkin sulit memahami perubahan yang timbul akibat rasa sakit ini.
Beberapa orang mungkin mendapati diri mereka berbaring di tempat tidur untuk waktu yang lebih lama, kelelahan karena rasa sakit yang mereka alami. Apa yang dulunya dianggap normal dapat berubah dalam sekejap mata. Bagi sebagian orang, hal itu bisa membentuk kebiasaan tidur berlebihan dan kesulitan bangun dari tempat tidur.
5. Merasa kesepian
Bukan hal yang aneh jika seseorang memilih untuk tetap di tempat tidur ketika sedang mengalami kesulitan. Jika mereka kesulitan bersosialisasi, mudah bagi mereka untuk mencoba melarikan diri dari perasaan tersebut.
Seringkali, orang seperti ini merasa terisolasi dari dunia di sekitarnya. Hal itu dapat menyebabkan depresi dan gejala seperti kelelahan terus-menerus.
6. Rasa bersalah
Ketika seseorang bergelut dengan rasa bersalah, mereka ingin melarikan diri dari perasaan tersebut. Mereka tidak ingin dibebani oleh kesalahan yang telah dilakukan.
Cara mudah untuk menghindari perasaan itu adalah dengan tidur. Sensitivitas terhadap perasaan mengecewakan orang lain dapat memengaruhi setiap reaksi yang mereka berikan. Menghindari orang dan situasi sosial dapat mengurangi stres.
7. Nyeri atau masalah medis
Banyak kondisi medis bisa membuat orang terbaring di tempat tidur dalam waktu lama hingga sulit bangun. Untuk beberapa gangguan, kelelahan adalah gejala umum.
Tidur berlebihan dapat menjadi gejala yang serius, seperti penyakit mental hingga penyakit fisik seperti penyakit Parkinson dan hipotiroidisme. Nyeri kronis juga dapat menyebabkan seseorang tidur berlebihan. Seperti kondisi medis serius lainnya, nyeri yang berulang juga bisa melelahkan dan melemahkan.
8. Kekecewaan
Kekecewaan kronis dapat mengubah struktur otak, Bunda. Hidup bisa menjadi sulit dijalani ketika seseorang kehilangan motivasi.
Jika mereka terus-menerus merasa kecewa, maka hal itu dapat melemahkan. Mereka mungkin kehilangan semangat yang membuat mereka tetap termotivasi. Alih-alih memiliki kapasitas mental untuk mengatasi perasaan ini, akan lebih mudah untuk menutup diri sepenuhnya.
Kekecewaan sering dikaitkan dengan depresi, yang kita ketahui menyebabkan kelelahan terus-menerus. Banyak faktor yang menyebabkan seseorang yang terus-menerus kecewa merasa kelelahan, tetapi semuanya mengarah pada berbaring di tempat tidur dalam waktu lama.
Demikian 8 penyebab orang suka tidur dan sulit bangun. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
3 Warna Favorit Orang dengan EQ Tinggi
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Apa yang Terjadi pada Otak Jika Kebanyakan Tidur? Ini Kata Studi
Simak 5 Kalimat yang Kerap Diucapkan oleh Orang Tak Kompeten
11 Macam Kepribadian dari Cara Duduk, Gambarkan Sifat Periang hingga Perfeksionis
7 Hal yang Bikin Bunda Memesona Selain Menggunakan Riasan Wajah
TERPOPULER
Orang yang Suka Tidur Lama & Sulit Bangun Bisa Jadi Sedang Lari dari 8 Kenyataan Ini
Potret Alia Shatara Khansa, Anak Kedua Zaskia Gotik yang Ekspresif dan Bikin Gemas
Kisah Bunda Handstand saat Hamil Besar Berujung Melahirkan Prematur di Toilet
40 Contoh Cerita Fantasi Pendek yang Menarik dan Seru untuk Anak Sebelum Tidur
AI Butuh Banyak Air untuk Beroperasi, Ini Besaran Penggunaannya
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Blush On Stick Terbaik untuk Bikin Pipi Merona Natural dan Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Smart Door Lock Terbaik untuk Rumah Lebih Aman Anti Maling
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Mesin Cuci Termahal, Fitur Canggih dan Harganya Bikin Melongo
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Merk Baju Bayi Perempuan Baru Lahir yang Lucu dan Unik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Produk Wardah yang Aman untuk Ibu Hamil, Lengkap dari Sabun Cuci Wajah-Suncreen
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Orang yang Suka Tidur Lama & Sulit Bangun Bisa Jadi Sedang Lari dari 8 Kenyataan Ini
Potret Alia Shatara Khansa, Anak Kedua Zaskia Gotik yang Ekspresif dan Bikin Gemas
Cerita Daniel Ekaputra Aktor Keturunan Prancis yang Banting Setir Jadi Sopir Taksi Online
40 Contoh Cerita Fantasi Pendek yang Menarik dan Seru untuk Anak Sebelum Tidur
Kisah Bunda Handstand saat Hamil Besar Berujung Melahirkan Prematur di Toilet
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Bingung Pilih Nutrisi untuk Diabetesi? Cek Serat dan Camilan Rendah Gula
-
Beautynesia
4 Cara Mengenali Anak yang Dibesarkan Orang Tua Tidak Bahagia Dilihat dari Karakternya saat Dewasa
-
Female Daily
Sering Dengar Air Beras Bisa Bikin Kulit Glowing? Ini 5 Rice Toner yang Bisa Dicoba
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Potret Victoria Beckham Fashion Show di Paris, Didukung Suami dan 3 Anak
-
Mommies Daily
Biar Nggak Boros AC, Ketahui Waktu yang Tepat Membuka Jendela Rumah