HaiBunda

MOM'S LIFE

Tak Suka Basa-basi? 12 Kalimat Ini Bisa Dipakai untuk Akhiri Percakapan dengan Sopan

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Senin, 28 Sep 2026 07:00 WIB
Ilustrasi kalimat ini bisa dipakai untuk mengakhiri percakapan dengan sopan /Foto: Getty Images/findfootagehq
Jakarta -

Basa-basi sering kali disampaikan seseorang yang ingin mempertahankan hubungan. Namun, tidak semua orang menyukai obrolan tersebut.

Percakapan yang menyenangkan tidak selalu harus berlangsung lama. Ada kalanya Bunda perlu mengakhirinya karena harus kembali bekerja, mengurus Si Kecil, atau melanjutkan aktivitas lainnya.

Agar tidak terkesan tiba-tiba atau mengabaikan lawan bicara, Bunda bisa menggunakan beberapa kalimat sopan untuk mengakhiri percakapan.


12 Kalimat yang bisa dipakai untuk mengakhiri percakapan dengan sopan

Melansir dari Your Tango, ungkapan sederhana berikut ini dapat membantu Bunda mengakhiri obrolan dengan tetap menghargai lawan bicara.

1. “Aku tahu kamu sibuk, aku tidak akan menahan kamu lebih lama”

Ungkapan ini mengalihkan fokus dari orang yang mengucapkannya sekaligus menunjukkan bahwa mereka menghargai waktu orang lain.

“Aku tahu kamu sibuk, aku tidak akan menahan kamu lebih lama,” adalah cara yang tegas, tetapi tetap ramah untuk melepaskan diri dari interaksi sosial, terutama di tempat kerja.

Waktu adalah sumber daya yang terbatas, tetapi berharga, dan kebanyakan orang merasa tidak memiliki cukup waktu.

2. “Mari kita lanjutkan lain waktu, ini sungguh menyenangkan”

Mengucapkan kalimat ini menunjukkan bahwa Bunda masih tertarik untuk berbicara, hanya saja bukan pada saat itu juga. Ini menjanjikan dan tulus, yang merupakan penawar perasaan terisolasi dan kesepian.

Dengan begitu, mereka juga sedang menjembatani kesenjangan dan menunjukkan kepedulian. Menggunakan kalimat ini adalah tindakan kebaikan dan cara untuk tetap terhubung.

3. “Saya harus pergi sekarang, tapi saya sangat senang kita bisa ngobrol”

Ungkapan ini merupakan contoh menetapkan batasan yang jelas dan menghargai kebutuhan diri sendiri, sambil tetap menunjukkan rasa hormat dan kebaikan kepada orang yang diajak bicara.

Komentator media dan pengacara, Susan J. Elliott, menunjukkan bahwa pada intinya, batasan ada untuk melindungi ruang pribadi, kehadiran, dan ketenangan pikiran.

Orang yang tidak suka basa-basi bisa menggunakan kalimat, “Saya harus pergi sekarang, tapi saya sangat senang kita bisa ngobrol” untuk mengakhiri percakapan dengan sopan karena secara langsung menggambarkan perasaan dan kebutuhannya, tanpa bersikap tidak sopan.

4. “Ini sangat informatif, tapi saya harus pergi”

Menggunakan kalimat ini mengakhiri interaksi secara tegas, tetapi dengan cara yang tidak tiba-tiba atau mengganggu.

Kalimat ini mencerminkan kemurahan hati tanpa mengorbankan kesejahteraan emosional kedua belah pihak.

Orang yang mengucapkan ungkapan tersebut menyampaikan apresiasinya, dan orang yang mendengarnya juga merasa diakui, serta tidak ada pihak yang merasa terbebani atau diabaikan.

5. “Saya akan segera menghubungi kamu lagi, terima kasih telah meluangkan waktu untuk mengobrol”

Orang yang tidak suka basa-basi menggunakan kalimat ini untuk mengakhiri diskusi saat ini, tetapi tetap membuka kemungkinan untuk berbicara lagi di masa mendatang.

Mereka mampu mengungkapkan niat mereka secara langsung karena mereka menghargai kejelasan daripada ambiguitas.

Dengan menggunakan kalimat, “Saya akan segera menghubungi kamu lagi, terima kasih telah meluangkan waktu untuk mengobrol”, orang yang sopan dapat mengakhiri percakapan dengan mengetahui bahwa mereka telah menguraikan langkah selanjutnya dengan jelas.

6. “Saya ingin sekali melanjutkan percakapan kita, tetapi saya harus pergi”

Ungkapan ini efektif untuk mengakhiri percakapan tanpa terkesan seperti Bunda dibesarkan tanpa tata krama yang baik.

Kalimat tersebut mengakhiri percakapan dengan sopan, tetapi tegas. Bahkan, ungkapan ini mengakui adanya kesempatan untuk diskusi lebih lanjut tanpa membatasi pilihan salah satu pihak.

7. “Aku akan membiarkanmu melanjutkan aktivitasmu, aku sangat menikmati ini”

Ungkapan ini adalah puncak kesopanan karena meskipun orang yang mengucapkannya sangat ingin keluar dari percakapan, mereka membingkainya sebagai bentuk pertimbangan terhadap jadwal orang lain.

Orang yang mengucapkan kalimat ini menunjukkan bahwa mereka memiliki kecerdasan emosional yang tinggi dan mampu menyesuaikan diri dengan getaran orang lain, tetapi tetap menghargai waktu sendiri dan tidak ingin terlalu lama berada di tempat orang lain.

8. “Saya harus pergi dulu, tapi mari kita tetap berhubungan”

Ungkapan ini menunjukkan ketertarikan untuk berbicara lebih lanjut dan menunjukkan bahwa orang yang mengucapkannya benar-benar mendapatkan banyak manfaat dari percakapan tersebut karena mereka ingin tetap berhubungan.

Dalam upaya untuk mengatakan kebenaran, orang-orang yang terampil berkomunikasi tidak ingin menimbulkan masalah. Jadi, mereka berhati-hati untuk mengatakan hal-hal yang perlu dan bukan menyakiti orang lain.

9. “Saya harus mengakhiri percakapan ini, tapi senang bisa berbicara denganmu”

Kalimat ini menunjukkan bahwa Bunda ingin mengakhiri obrolan tanpa terkesan terburu-buru atau tidak menghargai lawan bicara.

Dengan mengucapkan senang berbicara dengannya, Bunda tetap menunjukkan perhatian dan menghargai waktu yang sudah diluangkan untuk berbincang.

Kuncinya adalah tetap hadir dalam percakapan dengan mendengarkan, melakukan kontak mata, dan memberikan respons yang menunjukkan ketertarikan.

10. “Aku tidak ingin mengambil lebih banyak waktumu”

Ungkapan ini menunjukkan bahwa Bunda menyadari lawan bicara mungkin memiliki kesibukan lain.

Kalimat tersebut menjadi cara yang sopan untuk memberi tanda bahwa percakapan akan segera berakhir, sekaligus menunjukkan apresiasi karena ia sudah meluangkan waktu untuk berbicara.

Ungkapan ini juga cocok digunakan dalam situasi profesional, misalnya saat berbicara dengan atasan atau rekan kerja.

11. “Kita berhenti sampai di sini dahulu dan lanjutkan nanti”

Kalimat ini bisa digunakan ketika Bunda ingin mengakhiri percakapan untuk sementara, tetapi masih membuka kesempatan untuk melanjutkannya di lain waktu.

Ungkapan tersebut menunjukkan bahwa Bunda mampu mengatur waktu dan tidak ingin percakapan berlangsung terlalu lama hanya karena merasa sungkan untuk mengakhirinya.

12. “Sebelum aku pergi, apakah masih ada yang ingin kamu bicarakan?”

Ungkapan ini memberikan kesempatan terakhir kepada lawan bicara untuk menyampaikan sesuatu atau mengajukan pertanyaan sebelum percakapan benar-benar selesai.

Pada saat yang sama, Bunda sudah memberi tanda dengan jelas bahwa setelah hal terakhir tersebut dibahas, percakapan akan berakhir.

Nah, itulah beberapa kalimat yang bisa dipakai Bunda untuk mengakhiri obrolan ringan atau basa-basi. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

Ini 4 Kata Psikologis agar Permintaan Lebih Mudah Diterima

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Tak Suka Basa-basi? 12 Kalimat Ini Bisa Dipakai untuk Akhiri Percakapan dengan Sopan

Mom's Life Amira Salsabila

6 Kebiasaan saat Ngobrol yang Bikin Seseorang Terlihat Kurang Cerdas

Mom's Life Amira Salsabila

Seru dan Kekinian, Intip Potret Ulang Tahun ke-43 Duma Riris Bertema Padel

Mom's Life Amira Salsabila

Frisian Flag Wujudkan #TanggalMerahUntukIbu, Apresiasi Bisa Dimulai dari Hal Sederhana Seperti Berbagi Peran dalam Keluarga

Mom's Life Annisa Karnesyia

9 Ucapan Suami Egois yang Terlihat Biasa, tapi Bikin Istri Merasa Tak Dihargai

Mom's Life Arina Yulistara

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Bunda Ini Bingung Gejala Postpartum Tak Berakhir, Ternyata Alami Kondisi Ini

5 Fakta Against the Current, Drama China Terbaru yang Lagi Viral & Bertabur Bintang

Tak Suka Basa-basi? 12 Kalimat Ini Bisa Dipakai untuk Akhiri Percakapan dengan Sopan

6 Kebiasaan saat Ngobrol yang Bikin Seseorang Terlihat Kurang Cerdas

Seru dan Kekinian, Intip Potret Ulang Tahun ke-43 Duma Riris Bertema Padel

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK