moms-life
Tanpa Sadar, Ini Gaya Busana yang Sering Dikenakan Orang yang Insecure
HaiBunda
Kamis, 08 Oct 2026 06:50 WIB
Daftar Isi
-
Gaya busana yang dipakai orang insecure
- 1. Pakaian berukuran besar
- 2. Pakaian warna gelap atau kalem
- 3. Banyak mengenakan aksesoris saat berpakaian
- 4. Gaya pakaian sopan dan sederhana
- 5. Pakaian yang menampilkan logo atau nama merek
- 6. Mengenakan pakaian yang sama berulang kali
- 7. Pakaian yang nyaman dan kasual
- 8. Pakaian yang menutupi kulit
- 9. Pakaian berlapis
Cara seseorang memilih pakaian ternyata bisa mencerminkan bagaimana ia melihat dirinya sendiri. Gaya baju yang dipilih bahkan dapat menunjukkan sisi insecure seseorang, Bunda.
Ya, orang sering kali mengekspresikan rasa tidak percaya diri melalui cara berpakaian, baik disengaja maupun tidak. Pilihan pakaian mencerminkan kebutuhan psikologis yang lebih dalam untuk menghindari perhatian atau menyembunyikan jati diri yang sebenarnya.
Menurut psikologi, ada beberapa cara untuk mengenali seseorang yang tidak percaya diri dari cara berpakaiannya. Simak penjelasannya berikut ini ya!
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gaya busana yang dipakai orang insecure
Melansir dari laman Your Tango, berikut beberapa gaya baju yang sering dipakai oleh orang insecure:
1. Pakaian berukuran besar
Orang yang merasa tidak percaya diri sering kali ingin menyembunyikan tubuh mereka dari dunia luar. Mereka mungkin melakukan ini dengan mengenakan pakaian longgar atau yang jauh lebih besar dari ukuran sebenarnya.
Mengenakan pakaian kebesaran membantu mereka menghindari perhatian orang lain dan pada bagian tubuh tertentu yang membuat mereka merasa sangat tidak percaya diri. Psikoterapis Deborah Klinger mengungkapkan bahwa orang yang bergumul dengan rasa tidak aman sering mengekspresikannya melalui pilihan pakaian.
"Perasaan malu terhadap bentuk tubuh umumnya berfokus pada bagian tubuh tertentu. Pilihan pakaian tidak didasarkan pada kenyamanan fisik, melainkan kenyamanan psikologis, di mana kenyamanan datang dari mengetahui bahwa kaki, lengan, atau perut tertutup, meskipun itu berarti mereka mengenakan celana jeans di cuaca panas," kata Klinger.
2. Pakaian warna gelap atau kalem
Warna pakaian juga bisa memengaruhi cara kita memandang diri sendiri dan bagaimana kita dipersepsikan oleh orang lain. Mereka yang merasa tidak percaya diri sering mengenakan warna-warna kusam atau redup seperti abu-abu, hitam, atau biru tua karena warna-warna ini kurang menarik perhatian, sehingga mereka tampak tidak terlihat oleh orang lain.
Menurut World Fashion Channel, warna seperti abu-abu sering dianggap sebagai 'warna yang menyedihkan'. Mereka yang mengenakan warna ini biasanya ingin menghindari perhatian, serta bisa memberikan rasa damai dan aman.
3. Banyak mengenakan aksesoris saat berpakaian
Terlalu banyak menggunakan aksesori ternyata bisa menjadi tanda rasa seseorang insecure, Bunda. Meskipun kita mungkin berasumsi orang-orang ini merasa percaya diri dan tidak takut bereksperimen dengan fashion, pilihan mode ini mungkin merupakan cara untuk mengalihkan perhatian dari kekurangan yang dirasakan.
Peneliti psikologi di University of Canterbury di New Zealand, Jessica A. Boyce, mengungkapkan bahwa aksesori adalah cara populer untuk meningkatkan daya tarik tanpa menarik perhatian pada bentuk tubuh seseorang, seperti halnya tren pakaian. Orang yang tidak percaya diri menggunakan aksesori secara berlebihan untuk menutupi identitas asli mereka atau untuk menyembunyikan kekurangan.
4. Gaya pakaian sopan dan sederhana
Orang yang merasa tidak percaya diri mungkin memilih untuk mengenakan pakaian yang sopan dan konservatif yang menutupi hampir seluruh tubuh mereka. Hal itu dilakukan untuk menghindari penilaian terhadap tubuh mereka, Bunda.
Ketika perempuan mengenakan pakaian sopan dan sederhana, banyak dari kita mungkin berasumsi bahwa itu untuk menghindari perhatian laki-laki yang tidak diinginkan. Namun, penelitian mengatakan bahwa itu juga dilakukan untuk menghindari tatapan tajam dari sesama perempuan yang membuat mereka merasa tidak aman.
Studi di jurnal Social Psychological and Personality Science mengungkap bahwa sebagian besar perempuan memilih pakaian yang lebih sopan ketika mereka harus menghadiri pertemuan khusus perempuan dibandingkan dengan pertemuan yang dihadiri oleh laki-laki dan perempuan. Hal ini karena perempuan lebih cenderung memanfaatkan rasa tidak aman satu sama lain.
5. Pakaian yang menampilkan logo atau nama merek
Orang yang insecure ternyata juga suka menggunakan pakaian yang menampilkan logo atau nama merek. Mereka melakukannya untuk memberi sinyal kepada orang lain bahwa mereka termasuk dalam kelompok sosial tertentu.
Terapis kognitif dan perilaku Mandy Kloppers percaya bahwa mengenakan pakaian desainer atau branded adalah tanda ketidakamanan yang mendalam. "Teori saya adalah, semakin banyak pakaian desainer yang kamu beli dan kenakan, maka kamu semakin tidak percaya diri," ungkapnya.
6. Mengenakan pakaian yang sama berulang kali
Jika Bunda melihat seseorang mengenakan pakaian yang sama berulang kali, itu adalah salah satu cara untuk mengenali orang yang tidak percaya diri melalui cara berpakaian. Pengulangan dapat terasa aman bagi orang yang tidak percaya diri.
Mengenakan gaya yang nyaman dan familiar bagi mereka berarti mereka menghindari risiko mencoba sesuatu yang baru dan gagal dalam hal itu. Bagi orang yang tidak percaya diri, pengulangan ini sering kali sama dengan rasa aman.
7. Pakaian yang nyaman dan kasual
Pakaian yang nyaman, seperti celana training dan kaus oblong berukuran besar, bukan hanya sekadar nyaman. Pakaian tersebut bisa menjadi indikasi keinginan untuk tetap tidak terlalu menarik perhatian.
Bagi individu yang merasa tidak percaya diri, mengenakan pakaian yang nyaman dapat memberikan rasa aman dan lega. Daripada merasa minder dengan pakaian yang berat, panas, atau tidak menarik, mereka memilih pakaian yang nyaman untuk setiap kesempatan.
8. Pakaian yang menutupi kulit
Sebagian orang memilih untuk menghindari memperlihatkan bagian tubuh karena merasa insecure. Orang yang sangat tidak percaya diri dengan tubuh mereka mungkin menghindari tank top, celana pendek, kemeja, atau atasan tanpa lengan yang memperlihatkan bagian kulit.
Sebuah survei yang dilakukan oleh Mederma menemukan bahwa tiga dari lima responden mengalami rasa tidak percaya diri terkait kulit mereka. Kulit tetap menjadi bagian tubuh yang sering membuat orang merasa tidak percaya diri, baik karena warna maupun masalah yang memengaruhi harga diri.
9. Pakaian berlapis
Pakaian berlapis bertindak sebagai penghalang fisik antara orang yang merasa tidak percaya diri dan dunia luar. Pakaian berlapis dapat memberi orang insecure kenyamanan dan rasa aman.
Mengenakan pakaian berlapis juga menempatkan orang yang tidak percaya diri pada posisi di mana mereka dapat menghindari potensi penilaian dari orang lain dan mengelola persepsi tentang tubuh mereka, serta kecemasan yang sering menyertai rasa tidak percaya diri tersebut.
Demikian gaya baju yang sering dipakai oleh orang insecure. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
7 Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi dari Cara Berpakaiannya
Mom's Life
Cara Mengenali Orang dari Cara Berpakaian, EQ Tinggi Kenakan Jenis Outfit yang Sama
Mom's Life
12 Tanda Seseorang Terlahir Egois Menurut Psikologi
Mom's Life
Simak 5 Kalimat yang Kerap Diucapkan oleh Orang Tak Kompeten
Mom's Life
7 Hal yang Bikin Bunda Memesona Selain Menggunakan Riasan Wajah
5 Foto
Mom's Life
5 Potret Wisuda S2 Psikologi Tsania Marwa, Anggun Berbalut Kebaya Merah
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Ciri Kepribadian Orang yang Suka Pakai Tipe Baju yang Sama Terus
11 Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi dari Gaya Berpakaian Menurut Psikologi
5 Warna Pakaian yang Sering Dipakai Perempuan dengan Mental Kuat Menurut Psikologi