HaiBunda

MOM'S LIFE

Tanpa Sadar, Ini Gaya Busana yang Sering Dikenakan Orang yang Insecure

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Kamis, 08 Oct 2026 06:50 WIB
Tanpa Sadar, Ini Gaya Baju yang Sering Dipakai Orang yang Insecure/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Theerawit Jirattawevut
Jakarta -

Cara seseorang memilih pakaian ternyata bisa mencerminkan bagaimana ia melihat dirinya sendiri. Gaya baju yang dipilih bahkan dapat menunjukkan sisi insecure seseorang, Bunda.

Ya, orang sering kali mengekspresikan rasa tidak percaya diri melalui cara berpakaian, baik disengaja maupun tidak. Pilihan pakaian mencerminkan kebutuhan psikologis yang lebih dalam untuk menghindari perhatian atau menyembunyikan jati diri yang sebenarnya.

Menurut psikologi, ada beberapa cara untuk mengenali seseorang yang tidak percaya diri dari cara berpakaiannya. Simak penjelasannya berikut ini ya!


Gaya busana yang dipakai orang insecure

Melansir dari laman Your Tango, berikut beberapa gaya baju yang sering dipakai oleh orang insecure:

1. Pakaian berukuran besar

Orang yang merasa tidak percaya diri sering kali ingin menyembunyikan tubuh mereka dari dunia luar. Mereka mungkin melakukan ini dengan mengenakan pakaian longgar atau yang jauh lebih besar dari ukuran sebenarnya.

Mengenakan pakaian kebesaran membantu mereka menghindari perhatian orang lain dan pada bagian tubuh tertentu yang membuat mereka merasa sangat tidak percaya diri. Psikoterapis Deborah Klinger mengungkapkan bahwa orang yang bergumul dengan rasa tidak aman sering mengekspresikannya melalui pilihan pakaian.

"Perasaan malu terhadap bentuk tubuh umumnya berfokus pada bagian tubuh tertentu. Pilihan pakaian tidak didasarkan pada kenyamanan fisik, melainkan kenyamanan psikologis, di mana kenyamanan datang dari mengetahui bahwa kaki, lengan, atau perut tertutup, meskipun itu berarti mereka mengenakan celana jeans di cuaca panas," kata Klinger.

2. Pakaian warna gelap atau kalem

Warna pakaian juga bisa memengaruhi cara kita memandang diri sendiri dan bagaimana kita dipersepsikan oleh orang lain. Mereka yang merasa tidak percaya diri sering mengenakan warna-warna kusam atau redup seperti abu-abu, hitam, atau biru tua karena warna-warna ini kurang menarik perhatian, sehingga mereka tampak tidak terlihat oleh orang lain.

Menurut World Fashion Channel, warna seperti abu-abu sering dianggap sebagai 'warna yang menyedihkan'. Mereka yang mengenakan warna ini biasanya ingin menghindari perhatian, serta bisa memberikan rasa damai dan aman.

3. Banyak mengenakan aksesoris saat berpakaian

Terlalu banyak menggunakan aksesori ternyata bisa menjadi tanda rasa seseorang insecure, Bunda. Meskipun kita mungkin berasumsi orang-orang ini merasa percaya diri dan tidak takut bereksperimen dengan fashion, pilihan mode ini mungkin merupakan cara untuk mengalihkan perhatian dari kekurangan yang dirasakan.

Peneliti psikologi di University of Canterbury di New Zealand, Jessica A. Boyce, mengungkapkan bahwa aksesori adalah cara populer untuk meningkatkan daya tarik tanpa menarik perhatian pada bentuk tubuh seseorang, seperti halnya tren pakaian. Orang yang tidak percaya diri menggunakan aksesori secara berlebihan untuk menutupi identitas asli mereka atau untuk menyembunyikan kekurangan.

4. Gaya pakaian sopan dan sederhana

Orang yang merasa tidak percaya diri mungkin memilih untuk mengenakan pakaian yang sopan dan konservatif yang menutupi hampir seluruh tubuh mereka. Hal itu dilakukan untuk menghindari penilaian terhadap tubuh mereka, Bunda.

Ketika perempuan mengenakan pakaian sopan dan sederhana, banyak dari kita mungkin berasumsi bahwa itu untuk menghindari perhatian laki-laki yang tidak diinginkan. Namun, penelitian mengatakan bahwa itu juga dilakukan untuk menghindari tatapan tajam dari sesama perempuan yang membuat mereka merasa tidak aman.

Studi di jurnal Social Psychological and Personality Science mengungkap bahwa sebagian besar perempuan memilih pakaian yang lebih sopan ketika mereka harus menghadiri pertemuan khusus perempuan dibandingkan dengan pertemuan yang dihadiri oleh laki-laki dan perempuan. Hal ini karena perempuan lebih cenderung memanfaatkan rasa tidak aman satu sama lain.

5. Pakaian yang menampilkan logo atau nama merek

Orang yang insecure ternyata juga suka menggunakan pakaian yang menampilkan logo atau nama merek. Mereka melakukannya untuk memberi sinyal kepada orang lain bahwa mereka termasuk dalam kelompok sosial tertentu.

Terapis kognitif dan perilaku Mandy Kloppers percaya bahwa mengenakan pakaian desainer atau branded adalah tanda ketidakamanan yang mendalam. "Teori saya adalah, semakin banyak pakaian desainer yang kamu beli dan kenakan, maka kamu semakin tidak percaya diri," ungkapnya.

6. Mengenakan pakaian yang sama berulang kali

Jika Bunda melihat seseorang mengenakan pakaian yang sama berulang kali, itu adalah salah satu cara untuk mengenali orang yang tidak percaya diri melalui cara berpakaian. Pengulangan dapat terasa aman bagi orang yang tidak percaya diri.

Mengenakan gaya yang nyaman dan familiar bagi mereka berarti mereka menghindari risiko mencoba sesuatu yang baru dan gagal dalam hal itu. Bagi orang yang tidak percaya diri, pengulangan ini sering kali sama dengan rasa aman.

7. Pakaian yang nyaman dan kasual

Pakaian yang nyaman, seperti celana training dan kaus oblong berukuran besar, bukan hanya sekadar nyaman. Pakaian tersebut bisa menjadi indikasi keinginan untuk tetap tidak terlalu menarik perhatian.

Bagi individu yang merasa tidak percaya diri, mengenakan pakaian yang nyaman dapat memberikan rasa aman dan lega. Daripada merasa minder dengan pakaian yang berat, panas, atau tidak menarik, mereka memilih pakaian yang nyaman untuk setiap kesempatan.

8. Pakaian yang menutupi kulit

Sebagian orang memilih untuk menghindari memperlihatkan bagian tubuh karena merasa insecure. Orang yang sangat tidak percaya diri dengan tubuh mereka mungkin menghindari tank top, celana pendek, kemeja, atau atasan tanpa lengan yang memperlihatkan bagian kulit.

Sebuah survei yang dilakukan oleh Mederma menemukan bahwa tiga dari lima responden mengalami rasa tidak percaya diri terkait kulit mereka. Kulit tetap menjadi bagian tubuh yang sering membuat orang merasa tidak percaya diri, baik karena warna maupun masalah yang memengaruhi harga diri.

9. Pakaian berlapis

Pakaian berlapis bertindak sebagai penghalang fisik antara orang yang merasa tidak percaya diri dan dunia luar. Pakaian berlapis dapat memberi orang insecure kenyamanan dan rasa aman.

Mengenakan pakaian berlapis juga menempatkan orang yang tidak percaya diri pada posisi di mana mereka dapat menghindari potensi penilaian dari orang lain dan mengelola persepsi tentang tubuh mereka, serta kecemasan yang sering menyertai rasa tidak percaya diri tersebut.

Demikian gaya baju yang sering dipakai oleh orang insecure. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

3 Warna Favorit Orang dengan EQ Tinggi

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Tanpa Sadar, Ini Gaya Busana yang Sering Dikenakan Orang yang Insecure

Mom's Life Annisa Karnesyia

Terpopuler: Ungkapan Hati Adiba Khanza untuk Egy Maulana usai Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Mom's Life Annisa Karnesyia

Hamil 30 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Perubahan Ranty Maria usai Jadi Istri, Ada Pembahasan Dewasa untuk 10 Th ke Depan

Mom's Life Amira Salsabila

Deretan Anak Artis Antusias Menonton Timnas di GBK, Intip Keseruannya

Parenting Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Fakta Darkwing Duck, Kartun Legendaris yang Bakal Kembali Setelah 35 Tahun dengan Bintang Besar

Hamil 30 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?

Tanpa Sadar, Ini Gaya Busana yang Sering Dikenakan Orang yang Insecure

Terpopuler: Ungkapan Hati Adiba Khanza untuk Egy Maulana usai Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Perubahan Ranty Maria usai Jadi Istri, Ada Pembahasan Dewasa untuk 10 Th ke Depan

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK