Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Jangan Lagi Simpan Susu di Pintu Kulkas, Ini Alasan & Tempat Tepat agar Tidak Cepat Basi

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Selasa, 29 Sep 2026 13:10 WIB

This image shows a white refrigerator with the door open, revealing various food items inside.
Ilustrasi susu di pintu kulkas / Foto: Getty Images/FabrikaCr
Daftar Isi

Bunda sering menyimpan susu di pintu kulkas? Jangan lagi karena bisa cepat basi. Mari pahami lebih lanjut mengenai cara menyimpan susu di kulkas.

Selama suhunya dingin, susu dianggap akan tetap aman dan segar. Namun ternyata posisi penyimpanan di dalam kulkas juga dapat memengaruhi seberapa lama susu bisa bertahan sebelum mengalami perubahan rasa, aroma, maupun tekstur.

Salah satu kebiasaan yang sebaiknya mulai diubah adalah meletakkan susu di bagian pintu kulkas. Area tersebut memang praktis karena mudah dijangkau, tapi suhunya cenderung lebih sering berubah setiap kali pintu kulkas dibuka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Di mana sebaiknya susu disimpan agar tidak cepat basi? Mengutip Southern Living, yuk bahas mengenai cara penyimpanan susu di kulkas.

Mengapa posisi menyimpan susu di kulkas penting?

Susu dan produk olahan susu termasuk bahan makanan yang mudah rusak serta cukup sensitif terhadap perubahan suhu. Suhu yang naik-turun dapat menciptakan kondisi yang lebih mendukung pertumbuhan bakteri sehingga masa simpan susu menjadi lebih pendek.

Kulkas sebenarnya tidak memiliki suhu yang benar-benar sama setiap bagiannya. Bagian pintu lebih mudah terpapar udara hangat dari luar ketika kulkas dibuka.

Sementara itu, area bagian belakang umumnya memiliki suhu yang lebih dingin dan stabil. Oleh sebab itu, memilih lokasi yang suhunya konsisten dapat membantu menjaga susu tetap segar lebih lama.

Bolehkah menyimpan susu di pintu kulkas?

Meski banyak orang terbiasa menaruh susu di rak pintu karena lebih mudah diambil, area ini justru termasuk bagian kulkas dengan suhu yang paling tidak stabil. Setiap kali pintu dibuka, udara dari luar masuk dan membuat suhu di area tersebut mengalami perubahan.

Susu terus mengalami siklus menghangat dan kembali dingin berpotensi lebih cepat mengalami penurunan kualitas. Rak pintu sebaiknya dimanfaatkan untuk menyimpan bahan makanan yang tidak terlalu sensitif terhadap perubahan suhu, seperti saus, bumbu, atau produk dengan masa simpan lebih panjang.

Tempat terbaik menyimpan susu di kulkas

Susu sebaiknya diletakkan di bagian belakang kulkas, bukan rak pintu. Pilih rak bagian tengah atau bawah yang memiliki suhu dingin dan relatif stabil.

Selain memilih tempat yang tepat, segera masukkan kembali susu ke kulkas setelah digunakan. Jangan membiarkan susu berada terlalu lama di luar karena suhu yang meningkat dapat memengaruhi kesegarannya.

Setelah menuangkan susu, tutup kemasannya dengan rapat sebelum dikembalikan ke tempat penyimpanan.

Tips menyimpan susu agar tidak cepat basi

Ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan untuk membantu memperpanjang kesegaran susu. Pertama, pastikan kemasan tertutup rapat setelah digunakan. Penutupan yang baik membantu mengurangi paparan udara sekaligus mencegah susu menyerap aroma makanan lain di dalam kulkas.

Sebaiknya susu juga tetap disimpan dalam kemasan aslinya. Kemasan susu dirancang untuk membantu melindungi isinya dari paparan cahaya dan kontaminasi.

Setelah mengambil susu sesuai kebutuhan, segera simpan kembali ke kulkas dan hindari membiarkannya terlalu lama di suhu ruang.

Apakah jenis susu mempengaruhi cara penyimpanannya?

Secara umum, cara tersebut dapat diterapkan pada berbagai jenis susu sapi, baik susu full cream, reduced-fat, maupun skim. Menempatkannya di area kulkas yang paling dingin dan stabil dapat membantu mempertahankan kualitas susu lebih lama.

Hal serupa juga berlaku untuk susu nabati seperti susu almond, oat, dan kedelai. Meskipun beberapa jenis susu nabati mungkin tidak terlalu sensitif terhadap perubahan suhu, penyimpanan di area yang dingin dan stabil tetap disarankan.

Sementara itu, susu ultra-pasteurisasi atau shelf-stable memiliki masa simpan lebih panjang sebelum dibuka. Namun setelah kemasan dibuka, susu tetap perlu disimpan di kulkas dengan benar.

Ciri-ciri susu sudah basi

Meski sudah disimpan di tempat yang tepat, susu tetap memiliki masa simpan terbatas. Sebelum digunakan, periksa beberapa tanda berikut untuk memastikan susu masih dalam kondisi baik.

1. Aroma berubah

Susu segar umumnya memiliki aroma yang ringan dan sedikit manis. Jika susu mulai mengeluarkan bau asam, menyengat, atau tidak sedap, sebaiknya jangan dikonsumsi.

2. Tekstur menggumpal

Perhatikan apakah susu menjadi menggumpal, pecah, terpisah, atau lebih kental dari biasanya. Perubahan tekstur bisa menjadi tanda susu sudah mengalami kerusakan.

3. Rasa menjadi asam

Jika aroma dan tampilannya masih terlihat normal tapi susu terasa asam atau memiliki rasa yang berbeda dari biasanya, sebaiknya segera dibuang.

4. Muncul perubahan yang tidak biasa

Perubahan pada warna atau kondisi susu yang terlihat tidak normal juga perlu diwaspadai. Jika ragu dengan kualitasnya, lebih aman tidak mengonsumsinya.

Tanggal best-by pada kemasan dapat menjadi salah satu panduan, namun bukan satu-satunya penentu kondisi susu. Kalau susu sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan, sebaiknya dibuang untuk menghindari risiko gangguan akibat makanan yang sudah rusak.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda