Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

9 Kalimat yang Bisa Bikin Orang Narsistik Tersinggung, Padahal Terdengar Biasa

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Jumat, 09 Oct 2026 18:45 WIB

Ilustrasi Perempuan Asia
Ilustrasi 9 Kalimat yang Bisa Bikin Orang Narsistik Tersinggung, Padahal Terdengar Biasa/Foto: Getty Images/iStockphoto/Weedezign
Daftar Isi
Jakarta -

Bunda mungkin pernah mengatakan sesuatu yang terdengar biasa, tetapi justru membuat seseorang tersinggung.

Pada orang dengan sifat narsistik, respons tersebut bisa muncul karena kalimat tertentu dianggap menyentuh hal yang membuat mereka merasa terancam.

Bagi kebanyakan orang, komentar sederhana mungkin hanya didengar lalu dilupakan. Namun, bagi orang dengan sifat narsistik, kalimat tertentu dapat terasa seperti mempertanyakan dirinya atau hal yang ingin ia tunjukkan kepada orang lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Menariknya, ada beberapa kalimat yang sebenarnya terdengar biasa saja, tetapi bisa terasa cukup mengusik bagi mereka.

Mengenal orang dengan sifat narsistik

Dilansir Psychology Today, narsistik ditandai dengan merasa lebih penting, kurang empati terhadap orang lain, kebutuhan akan kekaguman yang berlebihan, hingga keyakinan bahwa seseorang unik dan pantas mendapatkan perlakuan khusus.

Menjalin hubungan dengan seorang narsistik bisa sangat membuat frustrasi dan menyedihkan. Mereka mungkin akan memanipulasi dan mengeksploitasi orang lain, merusak harga dirinya, dan bertujuan untuk mengubah persepsi mereka tentang realitas.

9 Kalimat yang bisa bikin orang narsistik tersinggung

Dilansir Bolde, ada beberapa ungkapan paling menusuk bagi orang narsistik, tetapi itu hanya kalimat biasa dan tak mengganggu kebanyakan orang. Berikut di antaranya:

1. “Saya tidak setuju”

Bagi kebanyakan orang, perbedaan pendapat adalah awal dari sebuah percakapan. Namun, bagi orang narsistik, itu adalah awal dari sebuah ancaman.

Psikolog Susan Krauss Whitbourne dari Universitas Massachussetts menjelaskan apa yang oleh para peneliti disebut model egoisme yang terancam, gagasan bahwa agresi narsistik didorong oleh harga diri yang rapuh, yang runtuh bahkan di bawah tantangan kecil.

Ketidaksepakatan tidak dianggap sebagai perbedaan pendapat, yang mereka anggap adalah mereka salah dan lebih rendah.

2. “Bukan itu yang terjadi”

Ketika diberi tahu bahwa ingatan mereka salah, sama saja dengan menganggap mereka tidak dapat dipercaya.

Orang narsistik tidak mempertimbangkan ulang. Mereka malah bersikeras karena versi kejadian yang diceritakan bukanlah sebuah kenangan.

Itu adalah bagian dari kisah yang mereka ceritakan tentang siapa dirinya. Mengoreksi fakta terasa seperti menyerang narator, dan narator akan melindungi cerita tersebut dengan segala cara.

3. “Tidak”

Orang narsistik menganggap kalimat ini sebagai provokasi. Kata “Tidak” adalah sebuah batasan, dan itu adalah hal yang paling tidak ditoleransi oleh orang-orang narsistik.

Kata itu tidak dianggap sebagai batasan yang masuk akal. Kata itu terdengar seperti penolakan, seolah-olah seseorang memutuskan bahwa mereka tidak cukup penting untuk diakomodasi.

4. “Aku butuh ruang sendiri”

Memberi jarak berarti orang lain memilih untuk berada di tempat yang tidak didatangi oleh si narsistik. Pilihan itu, sekecil apa pun, mengancam pasokan perhatian dan validasi yang mereka andalkan.

Ungkapan “Aku butuh ruang sendiri” itu adalah kalimat yang tidak dirancang untuk mereka terima. Responsnya sering kali adalah segera memperpendek jarak, melalui rasa bersalah, melalui kemarahan, atau melalui krisis mendadak yang menuntut kembalinya orang lain.

5. “Izinkan saya menyelesaikan pembicaraan”

Orang naristik mungkin akan mendengar kalimat ini dengan sesuatu yang berbeda, seperti “Apa yang kamu katakan lebih penting daripada apa yang aku katakan,” yang merupakan kebalikan dari cara mereka memahami setiap interaksi.

Waldeck dan rekan-rekannya di Universitas Coventry menemukan bahwa reaksi narsistik terhadap rasa tersinggung yang dirasakan bukanlah didorong oleh perasaan sakit hati. Reaksi tersebut didorong oleh rasa malu.

6. “Orang lain melihatnya secara berbeda”

Bagi seorang narsistik, gagasan bahwa sudut pandang lain memiliki bobot yang sama merupakan penghinaan tersendiri.

Pandangan dunia mereka bergantung pada posisi sebagai pihak yang berwenang, penentu keputusan akhir, dan orang terpintar di ruangan itu.

7. “Kamu mengingatkanku pada seseorang”

Orang narsistik mungkin akan mendengar perbandingan, dan merasa bukanlah orang yang unik. Keistimewaan mereka akan runtuh menjadi hal biasa, dan itulah yang selama ini mereka hindari dengan membangun seluruh kepribadiannya.

Reaksi itu mungkin cepat dan tajam, atau mungkin datang beberapa jam kemudian sebagai penarikan diri yang dingin.

8. “Aku tidak meminta nasihatmu”

Mereka memberikan pendapat yang tidak diminta. Bagi kebanyakan orang, ini adalah koreksi sosial kecil yang hampir tidak terasa.

Bagi orang narsistik, nasihat yang tidak diminta adalah bentuk kontrol yang disamarkan sebagai kemurahan hati.

9. “Bolehkah saya memberikan beberapa masukan?”

Bagi mereka, umpan balik adalah kritik. Pertanyaan itu sendiri menyiratkan bahwa kinerjanya sedang dievaluasi, yang menyiratkan bahwa seseorang memiliki wewenang untuk mengevaluasi mereka.

Nah, itulah beberapa kalimat yang bisa bikin orang narsistik tersinggung. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda