MOM'S LIFE
7 Tanda Rumah dalam Kondisi Berbahaya, Cek Sebelum Terlambat
Arina Yulistara | HaiBunda
Selasa, 13 Oct 2026 13:35 WIBMungkin tanpa sadar ada kondisi rumah Bunda yang sebaiknya segera diperbaiki. Yuk Bunda, kenali tanda rumah dalam kondisi berbahaya.
Rumah bukan sekadar tempat berlindung, melainkan juga ruang bagi keluarga untuk beristirahat dan menjalani aktivitas sehari-hari. Oleh sebab itu, pastikan kondisi bangunan tetap aman menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan.
Sayangnya, kerusakan rumah tidak selalu terlihat jelas. Retakan kecil pada dinding, lampu berkedip, hingga munculnya noda lembap terkadang dianggap sebagai masalah biasa. Padahal hal itu bisa menjadi petunjuk adanya kerusakan yang lebih serius.
Seiring bertambahnya usia bangunan, berbagai bagian rumah dapat mengalami penurunan kualitas akibat perubahan cuaca, kebocoran air, gangguan hama, maupun masalah pada instalasi listrik. Jika dibiarkan, kerusakan yang awalnya terlihat sepele berpotensi membahayakan penghuni dan memicu biaya perbaikan yang lebih besar.
Penting untuk mengenali tanda-tanda rumah dalam kondisi berbahaya sejak dini. Dengan melakukan pemeriksaan secara berkala dan segera menangani masalah yang ditemukan, Bunda bisa membantu menjaga keamanan bangunan sekaligus melindungi keluarga dari risiko yang tidak diinginkan.
Tanda rumah dalam kondisi berbahaya
Berikut tanda rumah Bunda dalam kondisi berbahaya.
1. Retakan dinding yang semakin lebar
Retakan pada dinding memang tidak selalu menandakan kerusakan serius. Seiring bergulirnya waktu, bangunan dapat mengalami pergeseran alami akibat perubahan kondisi tanah, kelembapan material, serta beban struktur.
Bunda perlu lebih waspada jika retakan terlihat semakin lebar, membentuk garis horizontal atau diagonal, maupun muncul kembali setelah diperbaiki. Pakar renovasi Carol Alexander dari Fixr menjelaskan bahwa retakan dengan lebar lebih dari sekitar 6 ml patut mendapat perhatian karena berpotensi berkaitan dengan masalah fondasi.
Tanda lainnya meliputi celah antara lantai dan lis dinding, atap tampak tidak rata, serta genangan air di ruang bawah tanah. Kondisi itu sebaiknya diperiksa oleh tenaga ahli, terutama jika disertai perubahan bentuk fondasi yang berkaitan dengan sistem drainase buruk sehingga aliran air di sekitar rumah perlu diperbaiki.
2. Muncul tumpukan serbuk kayu tanpa sebab
Pernah menemukan gundukan kecil menyerupai serbuk gergaji di lantai padahal tidak sedang melakukan pekerjaan pertukangan? Jangan buru-buru membersihkannya tanpa mencari tahu asalnya.
Serbuk tersebut bisa menjadi petunjuk adanya rayap atau serangga perusak kayu yang bersembunyi di balik dinding maupun bagian bangunan lainnya. Carol Alexander menjelaskan bahwa rayap dapat meninggalkan sisa hasil aktivitas makannya yang dikenal sebagai frass.
Jika serangan berlangsung lama tanpa penanganan, hama ini berpotensi merusak bagian kayu penting, seperti balok penyangga lantai dan rangka atap. Selain tumpukan serbuk, perhatikan pula cat yang mengelupas, lubang kecil pada dinding, atau kayu yang terdengar kopong ketika diketuk.
Jika menemukan tanda-tanda itu, pemeriksaan oleh tenaga pengendali hama dapat membantu menentukan tingkat kerusakan dan penanganan yang tepat.
3. Ada bercak lembap di dinding dan plafon
Bercak kecokelatan, perubahan warna, atau permukaan dinding yang terasa basah bisa menjadi tanda kebocoran pada rumah. Menurut Velody Foye-Byrd, investor properti sekaligus CEO Eagle Home Partners di North Carolina, kondisi ini perlu dicermati, terutama jika disertai bau apek dan kenaikan tagihan air yang tidak biasa.
Kebocoran yang dibiarkan dapat merusak material bangunan, memicu pertumbuhan jamur, serta meningkatkan risiko bahaya listrik apabila air mencapai instalasi atau peralatan listrik. Coba periksa area sekitar wastafel, toilet, pancuran, dan pipa yang mudah dijangkau untuk mencari sumber kebocoran.
Kalau masalah berasal dari saluran air yang rusak atau letaknya sulit dijangkau, mintalah bantuan tukang ledeng profesional. Jangan hanya menutupi bercak dengan cat karena sumber kelembapan harus diatasi terlebih dahulu.
4. Terdapat jejak berminyak di sudut ruangan
Tikus di rumah biasanya mudah dikenali ketika terlihat berlarian di dapur atau meninggalkan kotoran di sudut ruangan. Namun ada tanda lain yang mungkin luput dari perhatian, yaitu munculnya jejak berminyak pada permukaan lantai maupun dinding bagian bawah.
Allan Bossel, pakar pengendalian hama sekaligus pemilik Michigan Bed Bug Specialists, menjelaskan bahwa bulu tikus yang berminyak dapat meninggalkan bekas ketika hewan itu melewati permukaan tertentu.
"Hewan pengerat memiliki bulu yang berminyak sehingga mereka meninggalkan jejak lemak ke mana pun mereka pergi," ujarnya dilansir dari Yahoo!.
Jejak ini sering ditemukan di sepanjang pertemuan dinding dan lantai, terutama pada area yang menjadi jalur pergerakan tikus. Keberadaan tikus tidak boleh disepelekan karena hewan pengerat dapat membawa bakteri dan menggigit kabel listrik hingga meningkatkan risiko kebakaran. Jika tanda-tanda serangan mulai terlihat, segera lakukan penanganan dengan metode pengendalian tikus yang aman dan efektif.
5. Kayu mulai lapuk, lunak, dan berubah bentuk
Bagian rumah berbahan kayu, seperti kusen, pagar, lantai teras, dan dek, rentan mengalami kerusakan akibat paparan hujan, panas matahari, serta kelembapan. Akan tetapi, kayu yang membusuk tidak selalu disebabkan oleh usia material.
Kondisi ini juga dapat menjadi petunjuk adanya kebocoran pipa, drainase buruk, kondensasi, atau lapisan pelindung yang tidak memadai. Sarah Jameson, direktur pemasaran Green Building Elements, menjelaskan bahwa kayu yang terus-menerus terpapar kelembapan akan lebih cepat membusuk.
Gejalanya dapat berupa permukaan yang melunak, cat menggelembung atau mengelupas, serta bentuk kayu melengkung. Kerusakan pada bagian penyangga berpotensi mengurangi kekuatan struktur dan membuka jalan bagi serangan hama.
Periksa bagian kayu secara berkala, khususnya area yang bersentuhan langsung dengan tanah atau sering terkena air. Jika kayu pada dek atau tangga terasa rapuh, batasi penggunaannya sampai kondisinya diperiksa dan diperbaiki.
6. Lampu sering berkedip atau meredup
Lampu yang sesekali berkedip mungkin disebabkan oleh bohlam longgar atau sudah mendekati akhir masa pakainya. Namun Bunda perlu lebih waspada jika gangguan terjadi berulang kali, beberapa lampu meredup bersamaan, atau masalah muncul di berbagai ruangan meskipun bohlam sudah diganti.
Jeff Brandlin, pemilik Assurance Electrical Services di Arizona, menyebutkan bahwa lampu berkedip dapat berkaitan dengan sambungan kabel yang longgar, sirkuit listrik kelebihan beban, atau kerusakan pada perlengkapan lampu.
Masalah tersebut tidak boleh diabaikan karena gangguan instalasi listrik berpotensi memicu kebakaran. Jika lampu terus berkedip, tercium bau terbakar, terdengar suara mendesis, atau stopkontak terasa panas, hentikan penggunaan bagian instalasi yang terdampak dan segera hubungi teknisi listrik berlisensi.
Jangan membongkar panel listrik atau memperbaiki kabel sendiri tanpa keahlian yang memadai.
7. Ada bagian bangunan yang terlihat tidak rata
Perubahan bentuk pada beberapa bagian rumah juga patut diperhatikan, terlebih jika terjadi secara bertahap. Misalnya saja, garis atap terlihat melengkung, lantai terasa miring, pintu sulit ditutup, atau muncul celah baru di antara elemen bangunan.
Gejala itu dapat berkaitan dengan pergeseran fondasi, kerusakan material, maupun melemahnya struktur penyangga. Kondisi ini perlu diperiksa lebih lanjut, terutama apabila perubahan bentuk terjadi bersamaan dengan retakan dinding atau tanda kebocoran.
Jangan langsung menganggapnya sebagai akibat usia bangunan karena penyebabnya bisa berbeda-beda dan membutuhkan penanganan khusus. Jika lantai atau atap menunjukkan perubahan bentuk yang mencolok, segera minta kontraktor bangunan atau ahli struktur melakukan pemeriksaan.
Kalau terlihat ada risiko bagian bangunan runtuh, jauhkan penghuni dari area dan jangan gunakan ruangan sampai dinyatakan aman.
Pemeriksaan rumah sebaiknya dilakukan secara rutin, bukan hanya ketika kerusakan sudah terlihat parah. Jika menemukan tanda yang mencurigakan, segera cari penyebabnya dan konsultasikan kepada tenaga profesional yang sesuai.
Penanganan sejak dini dapat membantu mencegah kerusakan meluas sekaligus menjaga rumah tetap aman dan nyaman untuk keluarga.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Panci MPASI yang Bagus & Aman untuk Bayi
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
4 Hal Penting Saat Mendesain Taman agar Tampilannya Indah & Asri
Tips Miliki Rumah Asri dan Nyaman Meski Lahan Kecil
Jangan Terlambat, Kenali 4 Tanda Kayu di Rumah Dimakan Rayap
Mudah! 10 Tips Membuat Rumah Sejuk Tanpa AC
TERPOPULER
Suka Mengulang Cerita yang Sama? Ini 7 Ciri Kepribadian di Baliknya
7 Tanda Rumah dalam Kondisi Berbahaya, Cek Sebelum Terlambat
Skip Main HP di Malam Hari Efektif Pangkas Risiko Ibu Hamil Alami Diabetes Gestational
Kisah Bayi Prematur Terpisah dari Bundanya Selama 2 Th, Bertemu Lagi tapi Tak Saling Kenal
Abimana Aryasatya & Inong Ayu Bagikan Momen Hangat dengan 5 Anak, Semua Umur Ada
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Wadah Beras Terbaik, Kedap Udara dan Anti Beras Apek
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Harga Kulkas Termahal dan Fitur di Baliknya
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sofa Bayi yang Bagus & Nyaman untuk Belajar Duduk
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Suka Mengulang Cerita yang Sama? Ini 7 Ciri Kepribadian di Baliknya
Skip Main HP di Malam Hari Efektif Pangkas Risiko Ibu Hamil Alami Diabetes Gestational
7 Tanda Rumah dalam Kondisi Berbahaya, Cek Sebelum Terlambat
Billy Syahputra Minta Maaf usai Viral Toilet Rp10 Ribu di Bali, Ungkap yang Sebenarnya Terjadi
Leonardo DiCaprio Soroti Karhutla di Kalimantan, Resah Habitat Orang Utan Borneo Terganggu
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Cara Vlog Solo Tanpa Cameraman, Setup Gimbal Tracking, Lampu, dan Remote
-
Beautynesia
Ini Kelompok yang Paling Rentan Terdampak Asap Karhutla dan Cara Melindunginya
-
Female Daily
5 Idol K-Pop Gen 5 yang Pernah Jadi Model Cilik, Juhoon CORTIS hingga Ella MEOVV
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Pengantin Rombak dan Pakai Gaun Pernikahan Milik Neneknya, Hasilnya Bikin Haru
-
Mommies Daily
Bayi Meninggal Usai Diduga Diberi Telur Mentah, Ini Alasan Bayi di Bawah 6 Bulan Belum Boleh Diberi Makanan