Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Skip Main HP di Malam Hari Efektif Pangkas Risiko Ibu Hamil Alami Diabetes Gestational

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Selasa, 13 Oct 2026 14:00 WIB

Ibu hamil tidur
Skip Main HP di Malam Hari Efektif Pangkas Risiko Ibu Hamil Alami Diabetes Gestational/Foto: iStock
Daftar Isi
Jakarta -

Bunda sedang hamil dan punya kebiasaan scrolling media sosial atau menonton video di HP menjelang tidur? Kebiasaan sederhana ini mungkin perlu mulai dikurangi.

Sebuah penelitian menemukan bahwa ibu hamil yang lebih banyak terpapar cahaya sebelum tidur memiliki risiko lebih tinggi mengalami diabetes gestasional atau diabetes yang muncul selama kehamilan.

Peneliti menyebut paparan cahaya pada malam hari, termasuk yang berasal dari perangkat elektronik seperti smartphone, tablet, televisi, dan komputer, dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan perubahan metabolisme dan sensitivitas insulin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Meski begitu, penting dicatat bahwa penelitian ini menemukan hubungan (asosiasi), bukan membuktikan bahwa penggunaan HP secara langsung menyebabkan diabetes gestasional.

Penelitian ungkap hubungan cahaya malam dan diabetes gestasional

Studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Obstetrics & Gynecology MFM pada 2023 dilakukan oleh peneliti dari Northwestern University, University of Pittsburgh, dan sejumlah institusi lainnya.

Penelitian tersebut melibatkan 741 ibu hamil yang belum pernah melahirkan sebelumnya. Para peserta berada pada trimester kedua, dengan usia kehamilan rata-rata sekitar 20 minggu.

Untuk mengukur paparan cahaya dan pola tidur, peserta menggunakan alat pemantau aktivitas yang dilengkapi sensor cahaya selama tujuh hari. Hasilnya, sebanyak 31 peserta atau sekitar 4,2 persen mengalami diabetes gestasional.

Menariknya, ibu hamil yang mendapatkan paparan cahaya lebih banyak dalam tiga jam sebelum tidur memiliki risiko diabetes gestasional yang lebih tinggi dibandingkan kelompok dengan paparan cahaya paling rendah.

Kelompok dengan paparan cahaya paling tinggi memiliki odds mengalami diabetes gestasional sekitar 5,49 kali lebih tinggi, sedangkan kelompok dengan paparan sedang sekitar 4,05 kali lebih tinggi dibandingkan kelompok dengan paparan cahaya rendah.

Hubungan tersebut tetap terlihat setelah peneliti memperhitungkan sejumlah faktor seperti usia, indeks massa tubuh (BMI), ras dan etnis, durasi tidur, waktu tidur, keteraturan tidur, pekerjaan, musim, serta paparan cahaya pada siang hari.

Kenapa cahaya HP malam hari bisa berpengaruh?

Tubuh manusia memiliki sistem pengaturan waktu biologis atau ritme sirkadian. Sistem ini membantu mengatur berbagai fungsi tubuh, termasuk siklus tidur-bangun, hormon, dan metabolisme.

Paparan cahaya pada malam hari dapat memberikan sinyal kepada otak bahwa tubuh masih berada dalam kondisi aktif. Salah satu hormon yang berkaitan erat dengan kondisi gelap dan waktu tidur adalah melatonin.

Peneliti menduga paparan cahaya menjelang tidur dapat memengaruhi metabolisme glukosa melalui beberapa mekanisme, termasuk aktivitas sistem saraf simpatis, perubahan ekspresi gen yang berkaitan dengan ritme sirkadian, serta penurunan produksi melatonin.

Gangguan pada mekanisme tersebut pada akhirnya diduga dapat memengaruhi sensitivitas insulin dan pengaturan kadar gula darah. Namun, mekanisme tersebut masih terus diteliti. Karena itu, belum tepat jika dikatakan bahwa cahaya dari layar HP secara langsung menyebabkan diabetes gestasional.

Peneliti sarankan kurangi cahaya sebelum tidur

Setelah melihat hasil penelitian tersebut, para peneliti menyarankan ibu hamil untuk mengurangi paparan cahaya menjelang waktu tidur.

Northwestern Medicine, yang turut terlibat dalam penelitian, menyarankan agar ibu hamil mulai meredupkan lampu rumah dan mematikan atau meredupkan layar komputer maupun smartphone beberapa jam sebelum tidur.

Jadi, Bunda tidak harus langsung berhenti menggunakan HP sama sekali. Langkah sederhananya bisa dimulai dengan mengurangi aktivitas menggunakan HP ketika waktu tidur sudah dekat.

Misalnya, jika biasanya tidur pukul 22.00, Bunda bisa mulai mengurangi penggunaan HP sejak sekitar pukul 19.00–20.00 dan memilih aktivitas dengan pencahayaan yang lebih redup.

Studi lain menemukan hubungan cahaya malam dengan diabetes gestasional

Penelitian lain turut memberikan gambaran bahwa paparan cahaya buatan pada malam hari mungkin berkaitan dengan risiko diabetes gestasional.

Sebuah studi case-control yang diterbitkan dalam Frontiers in Public Health pada 2024 melibatkan 5.720 ibu hamil, terdiri dari 1.430 ibu dengan diabetes gestasional dan 4.290 kelompok kontrol.

Peneliti melihat paparan artificial light at night (ALAN) atau cahaya buatan pada malam hari berdasarkan tingkat pencahayaan di lingkungan tempat tinggal.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil yang terpapar tingkat ALAN lebih tinggi pada trimester pertama dan kedua memiliki risiko diabetes gestasional lebih tinggi dibandingkan mereka yang mendapatkan paparan lebih rendah. Pada trimester kedua, kelompok dengan paparan ALAN tertinggi memiliki odds diabetes gestasional sekitar 2,08 kali lebih tinggi dibandingkan kelompok dengan paparan terendah.

Studi prospektif lain di China yang melibatkan 9.120 ibu hamil juga menemukan adanya hubungan antara paparan cahaya buatan pada malam hari dan diabetes gestasional. Sebanyak 1.484 peserta atau sekitar 16,27 persen didiagnosis mengalami diabetes gestasional. Setelah memperhitungkan sejumlah faktor lain, paparan ALAN yang lebih tinggi selama trimester pertama dan kedua dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes gestasional.

Bukan cuma HP, perhatikan cahaya di kamar

Temuan penelitian tersebut menunjukkan bahwa perhatian Bunda sebaiknya tidak hanya tertuju pada layar HP.

Lampu kamar yang terlalu terang, televisi yang menyala, layar laptop, tablet, hingga cahaya dari luar rumah juga dapat menjadi sumber paparan cahaya pada malam hari.

Penelitian pertama bahkan mengukur paparan cahaya secara objektif menggunakan alat yang dikenakan di pergelangan tangan. Jadi, yang diteliti bukan sekadar durasi bermain HP, tetapi seberapa banyak cahaya yang diterima tubuh menjelang tidur.

Karena itu, mematikan HP sebelum tidur memang bisa menjadi salah satu langkah, tetapi bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan.

Tips mengurangi paparan cahaya sebelum tidur saat hamil

Bunda bisa mencoba beberapa kebiasaan sederhana berikut:

  • Kurangi penggunaan HP, tablet, dan laptop beberapa jam sebelum tidur.
  • Redupkan lampu kamar menjelang waktu tidur.
  • Hindari menonton televisi dengan layar terang hingga larut malam.
  • Gunakan pencahayaan yang lebih lembut ketika melakukan aktivitas malam.
  • Usahakan memiliki jadwal tidur dan bangun yang teratur.
  • Letakkan HP sedikit lebih jauh dari tempat tidur agar tidak tergoda terus mengecek layar.
  • Tetap prioritaskan tidur yang cukup dan berkualitas.

Namun, Bunda tidak perlu merasa cemas jika sesekali masih menggunakan HP pada malam hari. Penelitian yang ada belum membuktikan bahwa penggunaan HP secara langsung menyebabkan diabetes gestasional.

Tetap lakukan pemeriksaan diabetes gestasional

Yang tidak kalah penting, mengurangi penggunaan HP pada malam hari bukan pengganti pemeriksaan diabetes gestasional.

Diabetes gestasional dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk perubahan hormonal selama kehamilan, berat badan, riwayat keluarga, dan faktor metabolik lainnya. Karena itu, Bunda tetap perlu mengikuti pemeriksaan kehamilan sesuai jadwal dokter, termasuk pemeriksaan kadar gula darah apabila direkomendasikan.

Temuan mengenai cahaya malam ini lebih tepat dipandang sebagai petunjuk mengenai kebiasaan sehari-hari yang berpotensi dimodifikasi, bukan sebagai cara tunggal untuk mencegah diabetes gestasional.

Dengan begitu, mengurangi scrolling HP sebelum tidur bukan hanya berpotensi membantu menjaga paparan cahaya malam tetap rendah, tetapi juga dapat menjadi bagian dari rutinitas tidur yang lebih sehat selama kehamilan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda