Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Gemar Nonton Film yang Sama saat Sedih? Simak Ciri Kepribadiannya

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Rabu, 21 Oct 2026 06:30 WIB

Ilustrasi perempuan
Ilustrasi Gemar Nonton Film yang Sama saat Merasa Sedih? Simak Ciri Kepribadiannya/Foto: Getty Images/CHARTCHAI KANTHATHAN
Daftar Isi
Jakarta -

Bunda mungkin pernah memilih menonton film favorit yang sama berulang kali saat merasa sedih. Kebiasaan ini bisa memberikan rasa nyaman karena alur cerita dan karakternya sudah terasa akrab.

Kesedihan bukanlah emosi yang harus selalu dihindari. Memahami dan menerima perasaan tersebut justru dapat membantu seseorang membangun ketahanan emosional serta mengenali dirinya lebih baik.

Menariknya, kebiasaan menonton film yang sama saat sedih juga bisa mencerminkan ciri kepribadian tertentu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


7 Ciri kepribadian orang gemar nonton film yang sama saat sedih

Dilansir Your Tango, orang yang menonton acara TV yang sama berulang kali ketika merasa sedih cenderung memiliki ciri-ciri kepribadian berikut ini:

1. Mencari pengalihan perhatian yang sehat

Terapis mungkin memperhatikan ketika seseorang sebenarnya mengandalkan pengalihan perhatian yang sehat, seperti menonton acara atau film yang menghibur saat mereka sedih, alih-alih langsung menggunakan strategi mengatasi masalah yang kurang sehat seperti penekanan emosi.

Mereka menggunakan pelarian sehat ke dunia fiksi atau karya media yang bernostalgia untuk menciptakan ruang aman.

Mereka mungkin tidak secara aktif bersantai dan mengurangi perasaannya, tetapi mereka sedang mempersiapkan diri untuk merasa sedikit lebih terkendali dalam tubuh mereka dan terhubung dengan diri sendiri.

2. Memanfaatkan nostalgia untuk terhubung kembali dengan diri sendiri

Nostalgia berkaitan erat dengan pengalaman psikologis yang disebut transportasi mental, di mana kita secara mental kembali ke ingatan atau situasi tertentu.

Acara dan film yang membangkitkan nostalgia juga dapat secara mental membawa kita kembali ke waktu atau versi diri yang spesifik.

Bagi seseorang yang bergumul dengan kesedihan, hal itu dapat menghubungkan mereka kembali dengan jati dirinya, bahkan di masa-masa sulit dan frustrasi.

3. Mengenali diri sendiri dalam karakter fiksi

Banyak orang lebih menyukai acara TV yang memberikan kenyamanan tertentu karena mereka merasa dipahami oleh karakter atau alur ceritanya.

Meskipun mereka tidak berinteraksi langsung dengan seseorang secara tatap muka, acara TV ini memberi mereka rasa terhubung dan memiliki tempat di hati.

4. Mundur ke lingkungan yang dapat diprediksi ketika merasa cemas

Kembali menonton acara favorit yang memberikan kenyamanan saat sedang sedih dapat menjadi sumber pengalihan perhatian yang sehat.

Mereka tahu apa yang diharapkan dari sebuah acara dan seberapa yakin mereka terhadap karakter-karakternya, yang menenangkan sistem saraf mereka ketika sudah banyak hal yang terjadi.

Ruang aman semacam inilah yang dapat membantu seseorang mengatasi kesedihan atau rasa malu, tanpa takut akan apa yang akan terjadi.

5. Butuh ruang untuk menenangkan diri

Para terapis sering memperhatikan ketika seseorang membutuhkan waktu sendirian untuk menenangkan diri.

Sering kali hal itu terkait dengan sifat introvert, di mana berada di sekitar orang lain dapat terasa melelahkan, bahkan jika mereka mencari pelarian atau dukungan nyata.

Sebaliknya, orang-orang ini mengandalkan film dan acara TV yang menenangkan yang membuat mereka merasa diperhatikan, tetapi tidak membutuhkan energi sosial yang aktif.

6. Ingin bersantai

Menonton film yang sama terasa seperti kesempatan untuk bersantai. Terutama bagi orang yang cenderung memiliki stres dalam hidupnya atau banyak kewajiban yang harus dipikul.

Meskipun kita tidak perlu izin untuk bersantai, terkadang isyarat media ini dapat membantu seseorang yang masih cenderung menyalahkan diri sendiri karena membutuhkan istirahat.

7. Mencari media yang menenangkan luka

Tergantung pada apa yang disengaja ditonton atau yang memberikan kenyamanan bagi seseorang, seorang terapis mungkin akan memperhatikan apa yang sedang mereka perjuangkan atau coba atasi.

Meskipun kita tidak selalu menemukan kenyamanan dalam genre yang menyinggung penderitaan sendiri, seseorang mungkin mendapatkan harapan dari cerita yang sudah mereka sukai ketika kembali ke realitas sendiri.

Nah, itulah beberapa ciri kepribadian orang gemar nonton film yang sama saat sedih. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda