Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Orang yang Bisa Ubah Trauma Jadi Cerita Lucu Biasanya Punya 8 Sifat Ini

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Kamis, 24 Sep 2026 06:50 WIB

Ilustrasi Perempuan Tertawa
Orang yang Bisa Ubah Trauma Jadi Cerita Lucu Biasanya Punya 8 Sifat Ini/ Foto: Getty Images/iStockphoto/pocketlight
Daftar Isi
Jakarta -

Trauma bisa menyebabkan seseorang sulit melupakan pengalaman pahit yang pernah dialaminya. Namun, ada orang yang mampu mengolah pengalaman tersebut menjadi cerita lucu dan melihatnya dari sudut pandang berbeda, Bunda.

Ya, tidak semua orang mampu melihat pengalaman pahit dari sisi yang lebih ringan. Namun, sebagian orang justru bisa mengubah pengalaman traumatis menjadi cerita humoris.

Tapi, di balik kemampuan tersebut, biasanya ada sejumlah sifat yang membantu mereka menghadapi masa lalu dengan cara yang lebih positif. Simak 8 sifat yang dimiliki orang-orang ini!

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Sifat orang yang bisa ubah trauma jadi cerita lucu

Melansir dari laman Your Tango, berikut 8 sifat orang yang dapat mengubah trauma menjadi cerita lucu:

1. Dapat merasakan berbagai emosi secara bersamaan

Banyak orang terbiasa memikirkan perasaan dalam dirinya sendiri. Mereka mungkin merasa bahagia atau sedih, tetapi tidak pernah merasakan keduanya secara bersamaan.

Ketika seseorang mampu mengubah sesuatu yang traumatis menjadi cerita yang lucu, mereka memiliki perspektif yang unik. Bahkan jika orang-orang ini telah melalui sesuatu yang mengerikan, mereka dapat memahami bahwa ada lebih dari sekadar emosi negatif yang dialami dalam diri.

Mengalami emosi campur aduk bukan hanya mungkin, tetapi juga cukup umum. Hal itu mudah terlihat ketika seseorang mampu menertawakan sesuatu yang pernah menyakitinya.

2. Tidak menutup diri ketika merasa malu

Rasa malu dan trauma sering kali berjalan beriringan, bahkan ketika trauma yang dialami seseorang tidak ada hubungannya dengan tindakan mereka sendiri. Orang mungkin memendam rasa malu hingga merasa tidak cukup baik meskipun mereka tidak melakukan kesalahan apa pun.

Setiap orang bereaksi terhadap rasa malu dengan cara yang berbeda, tetapi banyak orang mencoba untuk mundur dan bersembunyi dari dunia. Hal itu tidak berlaku bagi seseorang yang mampu bercanda tentang pengalaman menyakitkan mereka. Alih-alih menutupi bagian-bagian yang berantakan dalam hidup, mereka mampu membagikannya secara terbuka.

3. Menjauhkan diri dari apa yang telah mereka alami

Sebagian orang mampu merenungkan masa lalu tanpa terhanyut olehnya. Seolah-olah mereka dapat melihat kembali apa yang telah terjadi seobjektif mungkin, alih-alih merasa seperti sedang mengalaminya lagi.

Para ilmuwan menyebut kemampuan seseorang untuk memisahkan diri dari apa yang telah mereka alami sebagai jarak psikologis. Orang-orang yang memiliki tingkat jarak psikologis yang tinggi mengingat trauma mereka tanpa merasa sakit hati lagi, yang memungkinkan mereka untuk mengubahnya menjadi cerita-cerita lucu.

4. Tidak menganggap diri mereka terlalu serius

Tidak ada yang akan mengatakan trauma adalah hal yang baik. Tetapi, beberapa orang dapat melihat lebih banyak nuansa di dalamnya daripada yang lain.

Orang-orang yang bisa mengubah trauma menjadi cerita lucu biasanya tidak melihat itu sebagai keseluruhan cerita. Mereka membiarkan diri memperhatikan hal-hal positif dari momen-momen terburuk, sehingga mereka tidak merasa salah untuk menertawakannya.

5. Seorang pendongeng alami

Bagi sebagian orang, merahasiakan peristiwa traumatis bukanlah pilihan. Mereka dapat bercerita lebih baik daripada orang biasa, dan momen-momen sulit dari masa lalu memberikan bahan yang sempurna bagi mereka untuk menghibur orang lain.

Alih-alih merasa kewalahan ketika memikirkan trauma, orang-orang ini mampu melihatnya dengan jelas dan mengidentifikasi setiap bagiannya, dari awal hingga akhir. Bahkan, rasanya seperti 'salah' jika tidak membicarakannya.

6. Tidak suka lari dari rasa tidak nyaman

Kebanyakan orang sangat membenci ketidaknyamanan sehingga mereka melakukan apa pun untuk menghindarinya. Namun, orang yang mampu menerima ketidaknyamanan sebagai bagian dari pertumbuhan biasanya akan lebih baik karenanya.

Seseorang yang tidak keberatan merasa tidak nyaman dengan cerita trauma mereka mungkin akan merasakan manfaat di bidang lain dalam hidup.

7. Tidak khawatir dengan apa yang dipikirkan orang lain

Orang yang bisa mengubah trauma menjadi cerita lucu biasanya tidak khawatir dengan apa yang dipikirkan orang lain, Bunda. Mereka bahkan merasa hal ini dapat melepaskan rasa khawatir.

Lebih mudah bagi orang untuk melanjutkan hidup ketika rasa minder tidak menghambat mereka. Keputusan untuk mengubah trauma jadi cerita lucu mungkin bisa memudahkan mereka untuk terbuka tentang rasa sakit dengan cara yang terasa aman.

8. Ingin mengendalikan kisah hidup mereka sendiri

Orang-orang yang mampu menemukan humor dalam trauma biasanya dapat mengambil kendali atas narasi pribadi mereka dengan cara yang tidak dilakukan oleh sebagian orang. Alih-alih membiarkan hal-hal sulit mendefinisikan siapa mereka, orang-orang ini menggunakannya untuk menciptakan kisah yang ingin mereka ceritakan.

Keputusan tersebut dapat memberikan manfaat, seperti meningkatkan kesehatan mental. Ini juga dapat menjadi pengingat bahwa kita dapat merebut kembali apa pun yang dianggap sudah menjadi takdir mereka.

Demikian sifat orang yang bisa mengubah trauma menjadi cerita lucu. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda