Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Ciri Kepribadian Orang yang Mudah Frustrasi Dilihat dari Ucapannya saat Ngobrol

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Jumat, 23 Oct 2026 22:00 WIB

Ilustrasi Perempuan Sahabatan
Ciri Kepribadian Orang yang Mudah Frustrasi Dilihat dari Ucapannya saat Ngobrol/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Phira Phonruewiangphing
Daftar Isi
Jakarta -

Setiap orang memiliki cara berbeda dalam menghadapi tekanan atau situasi yang tidak sesuai harapan. Ada yang mampu tetap tenang, tetapi ada pula yang mudah merasa frustrasi, Bunda.

Perbedaan cara bersikap tersebut kadang dapat terlihat dari cara seseorang berbicara di percakapan sehari-hari. Saat mengobrol, pilihan kata yang digunakan seseorang yang frustrasi bisa memberikan gambaran tentang bagaimana ia mengungkapkan emosinya.

Mengenali pola komunikasi ini dapat membantu kita memahami respons emosional orang lain dengan lebih baik. Lantas, apa saja ucapan yang kerap dikaitkan dengan orang yang mudah frustrasi saat mengobrol?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Ciri kepribadian orang yang mudah frustrasi dari ucapannya

Melansir dari laman Your Tango, berikut ciri kepribadian orang yang mudah frustrasi dilihat dari ucapannya saat mengobrol:

1. 'Saat ini aku sedang sangat sibuk'

'Saat ini aku sedang sangat sibuk' adalah salah satu ungkapan yang sering diucapkan orang saat frustrasi. Orang yang mengatakan ini biasanya merespons ketika seseorang meminta untuk melakukan sesuatu, yang bisa membuat mereka kewalahan.

Mengatakan ini tidak selalu berarti orang yang meminta bantuan itu salah ya, Bunda. Mereka mungkin hanya meminta di waktu yang salah.

Ketika seseorang sudah merasa memiliki terlalu banyak hal yang harus dikerjakan, bahkan bantuan kecil pun tiba-tiba bisa terasa jauh lebih besar daripada yang sebenarnya. Tanpa disadari, hal tersebut bisa memicu rasa frustrasi dan meluapkannya dalam bentuk kata-kata.

2. 'Itu bukan masalah aku'

Kalimat ini dapat memiliki arti 'penolakan'. Mungkin seseorang lelah terus-menerus harus menyelesaikan masalah orang lain atau diberi tugas yang sebenarnya bukan bagian dari deskripsi pekerjaannya.

Menyelesaikan masalah membutuhkan kapasitas mental, sebesar atau sekecil apa pun masalahnya. Ketika seseorang membebankan semua masalahnya kepada orang lain, hal itu menunda orang tersebut untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Itulah yang bisa memicu rasa frustrasi.

Begitu mereka kelelahan, kita akan sering mendengar mereka menolak bantuan. Mereka telah menghabiskan begitu banyak waktu membantu orang lain, sehingga mereka sudah kehabisan tenaga. Ini bukan karena tidak pengertian, tapi karena mereka sudah mencapai batas kemampuannya.

3. 'Aku sudah mencapai titik puncaknya'

Kalimat ini biasanya dilontarkan sebagai peringatan terakhir sebelum kita melihat seseorang benar-benar kehilangan kendali. Seseorang yang mengatakan 'Aku sudah mencapai batas' mungkin sedang tidak mencari masalah lain untuk dipecahkan. Mereka memberi tahu bahwa mereka sudah mencapai batas kemampuan.

Terkadang orang mengatakan ini sambil bercanda setelah mengalami hari yang sedikit tidak menyenangkan. Tetapi ketika seseorang yang biasanya memiliki banyak kesabaran mulai mengatakannya dengan serius, mungkin ada baiknya untuk memperhatikannya. Terutama jika itu datang dari seseorang yang bukan teman dekat. Jika Bunda mendengar ini dari orang yang diajak bicara, ada baiknya untuk mundur selangkah jika memungkinkan.

4. 'Apakah kamu serius?'

Melontarkan kalimat ini dalam percakapan juga bisa menjadi tanda seseorang sudah frustrasi dengan keadaannya. Ia mungkin telah mengalami masalah yang besar atau mungkin itu sesuatu yang telah terjadi berulang kali.

Terkadang, ungkapan ini adalah sisa ketidakpercayaan terakhir sebelum frustrasi berubah menjadi kekesalan yang sebenarnya. Orang yang bicara kalimat ini bahkan mungkin tidak marah kepada lawan bicaranya secara khusus. Mereka mungkin frustrasi dengan situasi yang dialami, dan kebetulan sedang terjebak dalam percakapan yang tak berhubungan dengan masalahnya.

5. 'Aku butuh ruang'

Ketika seseorang mengatakan mereka butuh ruang, biasanya mereka jujur. Mereka memberi tahu kita bahwa mereka telah mencapai titik di mana tidak ingin berurusan dengan apa pun atau siapa pun untuk sementara waktu.

Mengatakan kalimat ini tidak selalu berarti mereka marah kepada kita, Bunda. Terkadang mereka hanya perlu sendirian untuk menenangkan pikiran dan mencari tahu apa yang sebenarnya mengganggu mereka.

Mengucapkan 'Aku butuh ruang' adalah cara yang dewasa untuk memberi tahu seseorang bahwa kesabarannya mulai menipis. Setelah berulang kali merasa frustrasi, orang-orang ini mungkin membutuhkan istirahat atau jeda.

Demikian ciri orang frustrasi yang dapat dikenali dari ucapannya saat mengobrol. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda