Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Ciri Orang yang Sangat Sensitif, Kerap Ucapkan 9 Kalimat Ini saat Tersinggung

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Jumat, 06 Nov 2026 06:25 WIB

Businesswoman
Ilustrasi ciri orang yang sangat sensitif /Foto: Getty Images/migimigi
Daftar Isi
Jakarta -

Bunda, setiap orang tentu memiliki tingkat kepekaan emosional yang berbeda saat menghadapi perkataan atau perlakuan orang lain.

Individu yang tergolong Highly Sensitive Person (HSP) atau orang sangat sensitif cenderung merasakan emosi lebih intens sehingga mudah terpengaruh oleh suasana hati orang sekitar maupun lingkungan yang penuh tekanan.

Dilansir Your Tango, istilah HSP diperkenalkan psikolog Elaine Aron pada 1997 melalui skala untuk mengukur sensitivitas pemrosesan sensorik. Diperkirakan sekitar 15-20 persen populasi memiliki karakteristik tersebut, yang membuat mereka lebih terhadap rangsangan dari dalam maupun luar diri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Ketika merasa tersinggung, kepekaan ini dapat tercermin melalui ucapan yang sering mereka gunakan. Bunda ingin tahu? Yuk, simak selengkapnya berikut ini.

9 Kalimat yang diucapkan orang sangat sensitif saat tersinggung

Ada beberapa kalimat yang kerap dilontarkan orang sensitif saat menghadapi perkataan atau tindakan yang melukai hatinya. Berikut di antaranya:

1. “Aku butuh waktu untuk mencerna ini”

Orang yang sangat sensitif cenderung lebih berempati, sehingga sering menyerap apa yang dirasakan orang lain.

Ketika merasa tersinggung, mereka perlu menenangkan diri. Mereka mungkin akan membutuhkan waktu sendirian untuk membiarkan perasaannya mengalir, yang menjadi pendekatan sehat untuk menghadapi situasi yang penuh emosi.

2. “Saya akan menghargai jika kamu lebih lembut dalam berbicara”

Ungkapan ini adalah cara yang baik dan lembut untuk mengatakan, “Jangan bicara seperti itu padaku”.

Kalimat ini menunjukkan rasa hormat dengan nada yang lembut dan menyoroti dampak yang dapat ditimbulkan oleh kata-kata seseorang.

Seperti yang diungkapkan oleh Profesor Yvonne K. Fulbright, PhD, “Hubungan yang sehat bergantung pada kemampuan kamu untuk mengomunikasikan pikiran, keinginan, kebutuhan, masalah kamu. Kuncinya adalah menemukan cara untuk mengekspresikan diri di tengah lautan emosi yang dapat dengan cepat menenggelamkan upaya terbaik kamu.”

3. “Aku sedang merasa sangat emosional saat ini”

Orang sering menganggap emosi sebagai hal yang buruk, seolah-olah memiliki perasaan adalah tanda kelemahan.

Padahal, berbagi emosi dengan orang lain menunjukkan kekuatan batin yang mendalam, dan itu satu-satunya cara nyata untuk terhubung dengan orang lain.

4. “Saya merasa diabaikan”

Orang yang sensitif mengatakan ini ketika merasa orang yang mereka ajak bicara meremehkan perasaannya.

Mengabaikan perasaan seseorang menciptakan keterputusan, sementara memberikan validasi emosional membantu orang merasa diperhatikan.

5. “Saya ingin mendekati percakapan ini dengan cara yang berbeda”

Orang sensitif menggunakan kalimat ini sebagai cara untuk meredakan ketegangan dan memfokuskan kembali diskusi pada isu-isu yang sedang dibahas, bukan pada kesalahan masa lalu atau dendam yang sudah lama.

Mereka juga menggunakan ini sebagai cara untuk menetapkan tujuan percakapan yang mereka ikuti. Mereka memprioritaskan kejujuran dan kejelasan, dua elemen yang dapat memperkuat hubungan.

6. “Saya merasa kewalahan”

Orang yang sensitif cukup sering menggunakan kalimat ini karena merasa kewalahan adalah pengalaman umum bagi mereka.

Mereka juga bisa kewalahan oleh bobot emosional suatu percakapan, itulah sebabnya mereka akan memberitahu Bunda bagaimana perasaannya ketika memang tersinggung.

Mempelajari cara mengatur emosi adalah keterampilan yang dapat membantu orang sensitif merasa lebih tenang.

7. “Aku merasa tidak nyaman dengan cara kamu menyampaikan itu”

Ungkapan ini adalah cara untuk menyatakan dengan hormat bahwa apa yang dikatakan itu menyinggung.

Ini adalah contoh penggunaan pernyataan, “Saya” untuk mengungkapkan perasaan, alih-alih menyalahkan orang lain atas perasaannya.

Dengan memberitahu seseorang bahwa mereka merasa tidak nyaman dengan apa yang dikatakan, orang sensitif membuka pintu menuju percakapan konstruktif tentang cara berkomunikasi secara efektif dan saling peduli.

8. “Aku merasa dihakimi karena apa yang kamu katakan”

Memberitahu seseorang bahwa Bunda merasa dihakimi adalah tindakan pembelaan diri yang berani, jadi orang yang sangat sensitif harus merasa bangga untuk mengatakannya.

9. “Aku merasa perasaanku tidak diperhatikan”

Tidak ada seorang pun yang bertanggung jawab untuk mengelola perasaan orang lain, tetapi penting untuk mempertimbangkan perasaan orang lain.

Dengan begitu, berarti Bunda memikirkan dampak emosional dari apa yang akan dikatakan, daripada langsung mengucapkan apa pun yang ada di pikiran Bunda.

Ketika orang yang sangat sensitif tersinggung, mereka tidak akan ragu untuk memberitahu Bunda, yang berarti mereka akan berbagi ketika merasa diabaikan.

Nah, itulah beberapa kalimat yang sering diucapkan orang sangat sensitif ketika tersinggung. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda