Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

8 Pengalaman Hidup yang Bikin Seseorang Jadi Selalu Mengalah pada Orang Lain

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Rabu, 04 Nov 2026 14:30 WIB

Ilustrasi Perempuan Asia
8 Pengalaman yang Biasanya Dialami Orang yang Selalu Mengalah pada Orang Lain/ Foto: Getty Images/iStockphoto/chanakon laorob
Daftar Isi
Jakarta -

Sikap mengalah sering dianggap sebagai tanda kesabaran dan kedewasaan. Namun, bagi sebagian orang, mengalah bukan sekadar pilihan, melainkan kebiasaan yang sulit dihentikan karena takut mengecewakan orang lain, Bunda.

Orang yang suka mengalah kerap mendahulukan kebutuhan orang lain hingga tanpa sadar mengabaikan perasaan dan keinginannya sendiri. Seiring waktu, kebiasaan ini dapat menciptakan berbagai pengalaman emosional yang tidak menguntungkan.

Ya, orang yang tidak mementingkan diri sering kali kelelahan karena berusaha melakukan apa pun yang mereka bisa untuk semua orang. Saat rasa kesal muncul, sering kali emosi ini mengejutkan mereka sendiri maupun orang-orang di sekitar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Lantas, apa saja pengalaman yang biasanya dialami oleh orang yang selalu mengalah pada orang lain?

Simak penjelasan dari Bubun berikut ini ya!

Pengalaman yang dialami oleh orang yang selalu mengalah

Dikutip dari laman Your Tango, berikut 8 pengalaman yang biasanya dialami oleh orang yang selalu mengalah pada orang lain.

1. Kesulitan menyeimbangkan kehidupan sendiri karena kelelahan

Orang yang selalu mengutamakan orang lain biasanya rela berkorban agar merasa diperhatikan. Meskipun ini adalah sifat yang mulia, kita sering lupa bagaimana hal itu dapat memengaruhi diri sendiri.

Orang yang selalu mengalah akan terkuras energinya karena suka mengkhawatirkan orang lain. Mereka lebih peduli untuk disukai daripada hal lain. Harga diri mereka terletak pada apa yang dirasakan oleh orang lain, Bunda.

Mereka mungkin tidak menyadari betapa lelahnya mereka karena merawat semua orang di sekitar mereka. Ketika merasa lelah, mereka sering mengabaikannya agar semua orang tetap bahagia. Sayangnya, hal ini biasanya tidak bisa berlangsung selamanya.

2. Melakukan segala cara untuk mendapatkan persetujuan dari orang lain

Orang yang selalu mengalah akan melakukan apa pun untuk selalu ada bagi orang lain. Jika itu berarti mengambil tanggung jawab tambahan di tempat kerja atau menghabiskan waktu berjam-jam bersama teman, mereka akan melakukannya.

Terkadang, perilaku ini berasal dari trauma yang mendalam. Banyak yang mencari persetujuan karena rasa sakit masa kecil atau masalah harga diri. Rasa sakit ini dapat membuat mereka melakukan apa saja untuk orang lain karena hal itu membuat mereka merasa dicintai dan dihargai.

3. Menarik perhatian orang-orang yang tidak akan membalas kemurahan hati mereka

Orang yang selalu berusaha menyenangkan orang lain sering kali kehilangan jati diri dan hubungan yang terjalin sering kali terasa sepihak. Persahabatan sepihak sangat menguntungkan penerima jika penerima tersebut punya masuk terselubung.

Orang yang tidak mementingkan diri sendiri juga sudah terbiasa dengan orang yang egois dan mencoba mengabaikannya, tetapi hal itu tetap mengganggu mereka. Seiring waktu, hal itu dapat berdampak buruk pada kesehatan mental.

4. Melupakan jati diri mereka sebagai individu

Banyak dari kita pernah berada dalam hubungan yang menguras energi. Kita memberi sampai kita tidak mampu lagi, dan itu pun tampaknya masih belum cukup bagi orang yang menerima, dan tak lama kemudian kita merasa telah kehilangan diri kita sendiri.

Seringkali, hubungan seperti ini tidak akan membaik. Sebaiknya kita meninggalkan perilaku ini meski sulit untuk dilakukan. Pasalnya, sebagian orang memiliki kepribadian yang sepenuhnya berorientasi pada peran pengasuh, sehingga mereka kesulitan untuk berubah.

5. Mereka menjadi terputus dari kebutuhan mereka sendiri

Banyak orang yang suka mengalah mengandalkan orang-orang di sekitar mereka untuk merasakan kebahagiaan. Alih-alih menyadari apa yang mereka butuhkan, mereka fokus pada memberi orang lain apa yang mereka inginkan sementara kebutuhan mereka sendiri terabaikan.

Siklus tersebut tentu dapat memiliki konsekuensi yang menghancurkan. Seseorang dapat mengubah hidupnya secara drastis dengan mengorbankan diri sendiri untuk orang lain. Sayangnya, orang yang memiliki ketergantungan emosional mungkin tidak menyadari bahwa mereka melakukan hal ini, Bunda.

6. Mereka merasa tidak enak karena menyimpan dendam

Rasa dendam adalah reaksi emosional terhadap perlakuan buruk. Ketika seseorang melakukan segala yang mereka bisa untuk orang lain, mereka mungkin menyadari bahwa tidak ada yang peduli pada mereka.

Sebaliknya, mereka diharapkan untuk berkorban demi orang lain tanpa mendapatkan imbalan apa pun. Bagi orang-orang ini, dendam adalah sesuatu yang tidak wajar, sehingga mereka sering kesulitan untuk mengungkapkan perasaannya.

Orang-orang ini merasa bersalah ketika perasaan dendam tiba-tiba muncul. Alih-alih membela diri untuk 'membalas dendam', mereka justru membiarkan orang lain memperlakukan mereka seenaknya.

7. Mereka ahli dalam menyembunyikan kekecewaan

Orang-orang yang tidak egois dan suka mengalah terbiasa dengan perilaku menyembunyikan kecemasannya. Mereka telah menguasai seni menyembunyikan kekecewaan agar tidak menyakiti orang lain, Bunda.

Seseorang yang selalu berbuat baik kepada orang lain dapat dengan mudah merasa sakit hati ketika orang lain tidak melakukan hal yang sama untuknya. Sayangnya, seiring waktu mereka terbiasa dengan hal tersebut dan menjadi pandai menyembunyikan kekecewaan itu.

8. Ketidakmampuan untuk mengatakan 'tidak' kepada siapa pun

Orang-orang yang selalu mengutamakan orang lain sering kali sulit mengatakan 'tidak'. Mereka melakukannya karena tidak ingin merepotkan siapa pun.

Sebaliknya, mereka lebih suka melakukan apa pun yang diminta orang lain. Menjaga kebahagiaan orang lain adalah prioritas utama mereka, dan mereka sering kali melupakan diri sendiri demi menjaga perdamaian. Seseorang seperti ini takut bahwa mengatakan 'tidak' akan merusak hubungan mereka dengan orang lain atau tidak mau mengalami konflik.

Demikian 8 pengalaman yang biasanya dialami oleh orang yang selalu mengalah pada orang lain. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda