MOM'S LIFE
3 Fakta Ikan Asin Disemprot Cairan Pembasmi Serangga, Ini Peringatan BPOM
Amira Salsabila | HaiBunda
Rabu, 28 Oct 2026 18:45 WIBIkan asin yang diduga disemprot cairan pembasmi serangga tengah menjadi sorotan masyarakat. Praktik ini disebut-sebut dilakukan untuk mencegah munculnya belatung pada produk tersebut.
Padahal, insektisida bukan bahan pengawet makanan dan mengandung zat kimia yang dapat membahayakan kesehatan apabila tertelan, Bunda.
Lantas, apa saja fakta terkait dugaan penyemprotan racun serangga pada ikan asin dan risiko yang perlu diwaspadai? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.
3 Fakta ikan asin yang disemprot cairan pembasmi serangga
Berikut beberapa fakta yang dapat Bunda ketahui terkait ikan asin yang disemprot cairan pembasmi serangga atau racun:
1. Ikan-ikan kering disemprot pestisida atau pembasmi serangga
Video yang viral di media sosial memperlihatkan ikan yang sedang dijemur sebelum dijual disemprot cairan pestisida atau pembasmi serangga.
Dilansir CNN Indonesia, praktik tersebut diduga dilakukan pelaku usaha atau nelayan untuk mengusir lalat yang hinggap selama proses pengeringan.
Menanggapi hal ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperingatkan bahwa penggunaan pestisida pada ikan yang akan dikonsumsi dapat membahayakan kesehatan.
“Karena kita tahu kandungannya itu kan banyak kimia-kimia yang berbahaya dan itu tidak hilang. Pada saat disemprot memang lalatnya terbang, tetapi setelah itu nanti ikan dimakan oleh rakyat kita, konsumen ini berbahaya,” tutur Kepala BPOM Taruna Ikrar.
2. Pakar mengingatkan bahaya
Dilansir detikcom, ahli teknologi pangan Universitas Padjajaran (UNPAD), Robi Andoyo, STP, M.Sc., PhD, menegaskan bahwa penggunaan insektisida pada bahan pangan tidak dibenarkan dari aspek keamanan pangan (food safety).
“Kalau dilihat dari food safety, jelas itu berbahaya. Jadi, sangat tidak direkomendasikan,” ujar Robi.
Ia juga menjelaskan bahwa penggunaan cairan pembasmi serangga pada ikan asin merupakan praktik yang tidak semestinya dilakukan, Bunda. Insektisida dirancang untuk membasmi serangga, bukan mengawetkan bahan makanan yang akan dikonsumsi manusia.
“Jadi, bukan masalah boleh atau enggak, sudah jelas itu kejahatan,” tuturnya.
Penyemprotan insektisida pada permukaan ikan berpotensi meninggalkan residu bahan kimia yang dapat masuk ke saluran pencernaan ketika ikan dikonsumsi.
“Karena kalau misalkan disemprotkan kan nempel di permukaan, kan? Dia stay di situ untuk waktu yang lama. Dan itu kalau misalkan masuk ke dalam saluran pencernaan manusia, dia pasti akan mengganggu,” jelas Robi.
Meski begitu, tingkat risiko kesehatan bergantung pada jenis bahan aktif, jumlah zat yang tertelan, dan tingkat paparannya. Dampak pada kasus tertentu perlu dinilai berdasarkan informasi produk serta hasil pemeriksaan yang relevan.
3. Cara mencegah belatung pada ikan asin
Alih-alih menggunakan pestisida, Bunda dapat mencegah munculnya belatung pada ikan asin melalui pengolahan yang higienis dan metode pengawetan yang tepat.
Robi menjelaskan bahwa penggaraman dan pengasapan merupakan beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengawetkan ikan.
Penggaraman membantu mengeluarkan air dari jaringan ikan melalui proses osmosis. Berkurangnya ketersediaan air dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab pembusukan jika dilakukan dengan benar.
Selain itu, pengeringan membantu menurunkan kadar air sehingga ikan lebih tahan lama. Selama proses ini, ikan perlu dilindungi dari lalat dan sumber kontaminasi lainnya agar kebersihannya tetap terjaga.
Nah, itulah beberapa fakta terkait ikan asin yang disemprot menggunakan cairan pembasmi serangga untuk mencegah belatung. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Alasan Bunda Jadi Incaran Nyamuk
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Tanda Ajal Sudah Dekat Menurut Seorang Ahli Medis
7 Alasan Mengapa Gula Tidak Baik Bagi Tubuh Bunda, Salah Satunya Memicu Depresi
4 Hal yang Harus Bunda Lakukan saat Kondom 'Bocor' Ketika Bercinta
Bunda Perlu Tahu, Ini 4 Jenis Minuman yang Ancam Kesehatan Ginjal
TERPOPULER
4 Kalimat Teguran Orang Tua yang Bisa Membekas di Hati Anak Menurut Pakar
3 Fakta Ikan Asin Disemprot Cairan Pembasmi Serangga, Ini Peringatan BPOM
Benarkah Ada Dampak Jangka Panjang IVF Terhadap Kesehatan Perempuan?
5 Resep Sambal Simpel Pendamping Ayam Goreng & Lalapan
9 Kebiasaan Orang yang Punya Ketenangan Emosi, Jarang Baper & Tidak Mudah Terusik
REKOMENDASI PRODUK
7 Ide Kostum Halloween Karakter Anime Perempuan yang Ikonik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Kukus 3 Susun Stainless Terbaik Multifungsi dan Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Parfum Bayi yang Aman & Wanginya Tahan Lama
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Tripod HP Terbaik untuk Bikin Konten, Foto, dan Video
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Coffee Machine Terbaik untuk Bikin Kopi ala Kafe di Rumah
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Benarkah Ada Dampak Jangka Panjang IVF Terhadap Kesehatan Perempuan?
5 Fakta Menarik Alvin Tedjo, Keturunan RI yang Jadi Wali Kota di Kanada
3 Fakta Ikan Asin Disemprot Cairan Pembasmi Serangga, Ini Peringatan BPOM
4 Kalimat Teguran Orang Tua yang Bisa Membekas di Hati Anak Menurut Pakar
5 Resep Sambal Simpel Pendamping Ayam Goreng & Lalapan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Pindah dari Android ke iPhone 15, Data Apa Saja yang Ikut Terbawa? Ini 7 Langkahnya
-
Beautynesia
Kenapa Pengunjuk Rasa Sering Menggunakan Warna Hitam? Ini Makna di Baliknya
-
Female Daily
5 Parfum Lokal dengan Aroma Manis dan Segar untuk Dipakai Sehari-hari
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Gaya Wulan Guritno Rayakan Halloween di Lapangan Padel, Tampil Seram
-
Mommies Daily
Anak Suka Merebut Mainan Teman? Ini Cara Mengajarkan Anak Berbagi