HaiBunda

PARENTING

Anak Mulai 'Eksplorasi' Alat Kelaminnya, Perlukah Kita Khawatir?

Radian Nyi Sukmasari   |   HaiBunda

Kamis, 27 Jul 2017 17:09 WIB
Ilustrasi ibu dan anak/ Foto: dok.HaiBunda
Jakarta - Usia anak udah di atas 3 tahun nih. Kalau diperhatikan, kok sekarang dia jadi 'hobi' memegang-megang alias mengeksplorasi alat kelaminnya ya. Hmm, apa kita perlu khawatir akan hal ini?

Tenang, Bunda nggak perlu khawatir kok. Sebab, si kecil memang akan melewati yang namanya fase genital kok, Bun. Sehingga, seoerti kata psikolog anak dan remaja Ratih Zulhaqqi, hal ini normal dialami si kecil. Dalam fase genital, si kecil memang lagi fokus dengan alat kelaminnya, bukan karena dia baru merasakan sensasi karena adanya rangsangan di alat kelamin

"Kalau merasakan sensasi, sudah dari kecil. Tapi mulai ngeh dan mulai merasa ini enak gitu, biasanya di umur 5-6 tahun. Ada juga sih yang dari umur 4 tahun sudah memasuki fase ini," kata Ratih yang praktik di RaQQi Human Development and Learning Centre waktu ngobrol sama HaiBunda.


Dalam fase genital ini, si kecil akan mengeksplor alat kelaminnya termasuk sensasi apa yang dia rasakan saat melakukan itu. Nah, sebagai orang tua, apa sih yang bisa kita lakukan?

Kata Ratih, kita perlu ngasih tahu ke anak bahwa itu alat kelaminnya dia. Ketika dipegang-pegang, tangan kan kotor. Nanti, alat kelaminnya bisa luka, kotor, bahkan kena kuman. Penting juga, Bun, buat kita mengalihkan anak ke kegiatan lain.

"Biasanya anak melakukan itu karena dia nggak ada kegiatan. Jadi otaknya nggak sibuk," tambah Ratih.

Sebagai orang tua, kita kadang suka nggak sadar langsung heboh dan teriak melarang anak pas dia sedang mengeksplor alat kelaminnya ya, Bun. Tapi, kata Ratih baiknya kita nggak langsung bereaksi berlebihan, termasuk memarahi si kecil. Apalagi, kalau kita sekadar memarahi anak aja.

Ya, memarahi anak, melarangnya, tanpa ngasih penjelasan kenapa sih hal itu nggak boleh dilakukan. Bunda sama Ayah bisa lho ngasih alasan ke anak misalnya kalau alat kelamin dipegang-pegang, nanti jadi kotor dan bisa jadi sumber penyakit.

"Kasih pengertian ke anak. Kalau dimarahi gitu, justru anak bisa akan melakukannya secara sembunyi-sembunyi, lho," pesan Ratih. (rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Momen Prilly Latuconsina Ikut Kirab Malam 1 Suro di Pura Mangkunegaraan Solo, Intip Potretnya

Mom's Life Amira Salsabila

5 Potret Terbaru Song Hye Kyo di Usia 44 Tahun, Makin Memesona

Mom's Life Amira Salsabila

Cerita Perjuangan Orang Tua Antar Anak ke Piala Dunia 2026, Rela Berpisah Sejak Usia 13 Tahun

Parenting Nadhifa Fitrina

Viral, Model Ini Banjir Kritik Usai Jalani Photoshoot Menyusui Boneka Bayi

Menyusui Melly Febrida

Turun 32 Kg dengan Diet Karnivora, Dokter Ini Klaim Banyak Orang Salah Paham soal Nutrisi

Mom's Life Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Hasil USG Laki-Laki, Lahirnya Perempuan? Ini Penjelasannya

Momen Prilly Latuconsina Ikut Kirab Malam 1 Suro di Pura Mangkunegaraan Solo, Intip Potretnya

Cerita Perjuangan Orang Tua Antar Anak ke Piala Dunia 2026, Rela Berpisah Sejak Usia 13 Tahun

Viral, Model Ini Banjir Kritik Usai Jalani Photoshoot Menyusui Boneka Bayi

Peneliti Klaim Temukan Tes Darah yang Mampu Deteksi Ribuan Kondisi Genetik pada Ibu Hamil

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK