HaiBunda

PARENTING

Ini yang Bisa Kita Lakukan Agar Anak Disiplin

  |   HaiBunda

Senin, 07 Aug 2017 14:06 WIB
Ilustrasi menanamkan disiplin pada anak/ Foto: Hasan Al Habsy
Jakarta - Kalau mau menerapkan disiplin, jangan tunggu anak sampai cukup besar ya, Bun. Soalnya nilai-nilai kedisiplinan sebenarnya sudah bisa kita terapkan sejak kecil, bahkan sejak anak-anak bayi.

Bicara soal menerapkan disiplin pada anak, Ilma Rineta, seorang ibu dengan empat anak yang juga co-founder Circle of Moms punya tipsnya. Kata Ilma, anaknya yang pertama sangat lekat dengannya. Jadi dari main sampai melakukan aktivitas lainnya maunya dilakukan bareng sang bunda.

Belajar dari pengalaman sebelumnya, Ilma pun berupaya menanamkan kedisiplinan sejak dini pada anak kedua hingga keempat. Hal itu, lanjutnya, bisa dimulai dari hal-hal kecil. Misalnya saja soal tidur, di usia tertentu mulai diajarkan tidur di kamarnya sendiri.


"Jadi sudah mulai diajarkan tidur sendiri, jam tidurnya juga harus on time. Jadi anak-anak sudah beranjak tidur jam 20.30," kata Ilma yang ditemui di Cerita Bunda Bersama Prenagen di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Selain itu, disiplin juga bisa dibiasakan pada anak dengan menerapkan jam makan. Dengan berdisiplin anak akan terbiasa lebih efektif dan efisien menggunakan waktunya.

Psikolog dari TigaGenerasi, Annelia Sari, MPsi, mengamini bahwa disiplin bisa diterapkan sejak dini dengan menggunakan hal-hal yang sederhana. "Disiplin itu tidak 'ujuk-ujuk' anak mengerti, tapi harus diajarkan sejak lahir. Jam berapa anak tidur, mandi dan makan. Ketika orang tua membiasakan anak dengan kedisiplinan, maka saat besar anak akan tertanam tetap seperti itu. Jadi bisa lebih terkontrol," tutur Annelia.

Nah, untuk menerapkan kedisiplinan nggak seharusnya pakai cara-cara kekerasan lho, Bun. Apalagi disiplin dan kekerasan adalah dua hal yang berbeda. Disiplin itu relatif terukur dan dalam mendisiplinkan anak, emosi orang tua stabil.

Sementara kekerasan itu nggak terukur, jadi bisa ringan banget atau berat banget. Lantas saat melakukan kekerasan, emosi orang tua juga nggak stabil.

Selain itu, mendisiplinkan anak konsekuensinya jelas. Sedangkan ketika anak mendapat kekerasan, konsekuensi biasanya tidak logis. (Nurvita Indarini)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Atalia Praratya Tulis Ucapan Manis untuk Sang Putri Tercinta di Hari Ultah, Intip Momennya

Mom's Life Annisa Karnesyia

Ciri Orang Tua Tidak Peka pada Perasaan Anak, Terlihat dari Ucapannya

Parenting Annisa Karnesyia

Kisah Ibu Hamil Terkena Sindrom HELLP hingga Jari Tangan Diamputasi Usai Melahirkan

Kehamilan Annisa Karnesyia

Pakar Ungkap Pola Makan Ibu Hamil yang Salah Bisa Hambat Pertumbuhan Bayi

Kehamilan Annisa Karnesyia

Terpopuler: Fakta Menarik Pernikahan Cristiano Ronaldo & Georgina Rodriquez

Mom's Life Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Mengenal Blastula, Tahap Krusial Awal Perkembangan Janin

5 Rekomendasi Glossy Balm, Bikin Bibir Plumpy dan Tampak Sehat

Atalia Praratya Tulis Ucapan Manis untuk Sang Putri Tercinta di Hari Ultah, Intip Momennya

Ciri Orang Tua Tidak Peka pada Perasaan Anak, Terlihat dari Ucapannya

Kisah Ibu Hamil Terkena Sindrom HELLP hingga Jari Tangan Diamputasi Usai Melahirkan

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK