sign up SIGN UP search


parenting

Soal Motorik Kasar dan Halus Pada Anak yang Bunda Perlu Tahu

Amelia Sewaka Sabtu, 02 Sep 2017 08:16 WIB
Bagaimana cara mengasah motorik halus dan kasar pada anak? caption
Jakarta - Keterampilan motorik merupakan salah satu bagian dari perkembangan anak. Nah, dengan menguasai keterampilan motorik baik kasar maupun halus maka bisa mendukung pertumbuhan dan kemandirian anak.

Jika anak memiliki kontrol motorik yang baik, hal itu dapat membantunya menjelajahi dunia di sekitar mereka serta membantu perkembangan kognitif mereka. Lalu apa sih perbedaan gerakan pada motorik kasar dan halus?

Baca juga: Bisa Dicoba, Aneka Ide Sensory Play untuk Anak


Dikutip dari pathways.org motorik halus merupakan gerakan yang melibatkan kelompok otot yang lebih kecil seperti yang ada di tangan dan pergelangan tangan. Keterampilan motorik halus diperlukan untuk terlibat dalam gerakan yang lebih kecil dan lebih presisi, biasanya menggunakan tangan dan jari.

"Motorik halus, gerakannya hanya melibatkan bagian tertentu saja dan dilakukan oleh otot-otot kecil seperti keterampilan menggunakan gerakan jari jemari tangan, plus koordinasi mata dan tangan," ungkap dr Meta Hanindita SpA dari RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Adapun bentuk kegiatan yang memerlukan motorik halus antara lain:
- Tepuk tangan
- Menyentuh jari
- Memakai dan melepas kancing baju
- Menutup ritsleting
- Membangun menara dengan blok
- Bermain puzzle
- Pemakaian pensil dan krayon yang cukup baik untuk menggambar
- Menyalin bentuk lingkaran atau silang ke selembar kertas
- Mampu menggunakan gunting dengan baik untuk membentuk potongan sederhana
- Memakai dan menanggalkan pakaian sendiri
- Mampu makan sendiri dengan baik dan menggunakan peralatan seperti garpu dan sendok
- Menyikat gigi dan menyisir rambut.

Baca juga: Pentingnya Merangkak Sebelum si Kecil Bisa Berjalan

Sedangkan motorik kasar merupakan gerakan yang berhubungan dengan otot besar seperti kaki, lengan, dan pergerakan-pergerakan besar. Dijelaskan dr Meta, motorik kasar adalah kemampuan yang membutuhkan koordinasi sebagian besar bagian tubuh anak. Oleh karena itu, biasanya memerlukan tenaga karena dilakukan oleh otot-otot yang lebih besar.

Rata-rata motorik kasar menggunakan seluruh gerakan tubuh dan yang melibatkan otot tubuh besar untuk melakukan fungsi sehari-hari, seperti;
berdiri, berjalan, berlari, duduk tegak, naik turun tangga sendirian, juga memiliki kontrol lebih saat mengendarai sepeda. Termasuk mencakup keterampilan koordinasi mata-tangan seperti saat bermain bola yaitu dalam melempar, menangkap, dan menendang.

Menurut psikolog anak dan remaja dari RaQQi - Human Development and Learning Centre, Ratih Zulhaqqi, otot-otot besar berkembangnya memang lebih awal dari pada otot-otot kecil. Maka dari itu, anak mesti bisa berlari lebih dulu daripada menulis.

"Anak harus bisa melompat lebih dulu daripada menggunting. Nah, perkembangan motorik halus nggak akan oke kalau motorik kasarnya nggak optimal," tutur Ratih.

Baca juga: Ingat Bunda, Motorik Kasar Tentukan Perkembangan Motorik Halus Anak (aml)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi