parenting

'Bayangan Awan di Mata Bayiku Itu Ternyata Tanda Katarak'

Nurvita Indarini Jumat, 22 Sep 2017 13:22 WIB
'Bayangan Awan di Mata Bayiku Itu Ternyata Tanda Katarak'
Jakarta - Terkadang ibu memiliki intuisi lebih soal anaknya. Seperti ibu yang satu ini, dia merasa ada keanehan di mata bayinya. Meski semua orang bilang si kecil normal, tapi ibu ini tidak serta-merta percaya. Ternyata kecurigaannya benar. Ada masalah di mata bayi mungilnya.

Ini adalah cerita sahabat HaiBunda, Nanda. Suatu kali dia melihat ada bayangan putih seperti awan di mata kanan anaknya. Awalnya Nanda berpikir itu adalah bayangan bajunya yang saat itu memang berwarna putih. Tapi ketika suatu kali Nanda memakai baju warna lain, bayangan putih di mata anaknya masih terlihat.

Menggunakan senter, Nanda mencoba melihat lagi mata anaknya. Lalu dia meminta suami dan anggota keluarga yang lain untuk melihat ke mata Abyn, demikian nama si kecil. Namun ternyata tidak ada yang melihat bayangan awan tersebut.


Baca juga: Curhat Asri Welas Soal Bayinya yang Terkena Katarak

"Dulu kami masih tinggal di Bukittinggi. Saya sempat membawa anak saya periksa ke dokter umum di dekat rumah. Kata dokternya nggak kelihatan (bayangan awan di mata anaknya). Tapi saya terus bertanya-tanya sendiri itu putih-putih itu apa sih," tutur Nanda saat berbincang dengan HaiBunda, baru-baru ini.

Abyn dan ibunya/Abyn dan ibunya/ Foto: dok Pribadi
Nanda pun kemudian membawa anaknya ke dokter mata. Setelah dilihat menggunakan alat khusus, ternyata benar ada selaput di mata Abyn. Nggak cuma di mata kanan bayi itu, tapi juga di mata kirinya. Abyn terkena katarak di usia sekecil itu.

"Stres bangetlah ya pastinya. Dokter bilang, jalan satu-satunya harus dioperasi. Abyn lalu dirujuk ke spesialis mata anak di Padang. Saya pergi ke sana. Aby lalu di-USG matanya. Ternyata yang kanan memang lebih tebal sekali kataraknya," tutur Nanda.

Kata Nanda, Abyn memang tidak terlihat seperti punya masalah dengan penglihatannya. Soalnya selama ini diberi mainan apapun pasti selalu merespons dengan baik. "Padahal sebetulnya dia melihat itu buram, jadi lebih ke intuisinya," imbuh perempuan yang sebelumnya adalah perawat ini.

Setelah selesai dioperasi, Abyn harus memakai kacamata plus 18. Sayang, lensa kacamata paling besar hanya plus 16. Jadilah Abyn menggunakan kacamata tersebut.

"Habis operasi yang susah ngerawatnya. Nggak boleh dikucek, pemberian obat harus kontinyu. Saya juga beli antiseptik sendiri," lanjut Nanda.

10 Hari setelah operasi katarak di mata kanan, Abyn menjalani operasi untuk mata kirinya. Tidak terlalu lama menunggu karena kondisi fisik Abyn memang bagus.

Abyn dan ayahnya/Abyn dan ayahnya/ Foto: dok Pribadi


Sekarang Abyn dan Nanda pindah ke Jakarta, mengkuti tugas sang suami. Menurut dokter yang kini menangani Abyn, kemungkinan di bulan Desember mendatang bisa memakai kacamata yang lensanya lebih tipis. Setelah itu, setahun lagi kornea dan retina Abyn akan diperiksa. Kalau memungkinkan maka akan dilakukan prosedur tanam lensa.

Baca juga: Ini Alasannya Katarak Pada Bayi Harus Segera Ditangani

"Waktu operasi anak saya, saya dikatai tega membiarkan anak sekecil itu operasi. Tapi buat saya mendingan tega buat operasi sehari ketimbang tidak operasi tapi seumur hidupnya nanti penglihatannya terganggu. Mata itu jendela dunia. Kalau sampai anak kita nggak melihat, tega mana," tutur Nanda.

Nanda pun berpesan kepada orang tua untuk tidak segan membawa anak periksa ke dokter yang berkompeten jika merasa ada sesuatu yang mengganjal pada anak. Selain itu, kata Nanda, jangan keburu takut saat mendengar anak harus dioperasi, sehingga nggak dilakukan pengobatan lagi.

"Kalau dibiarkan saja nanti di usia sekolah udah makin burem, bisa kemungkinan jadi buta. Menurut saya untuk ibu-ibu, ya udah obati tuntas, ikuti jalurnya. Jangan sampai tahap awal saja dan kemudian berhenti. Kita ingin kan anak kita cepat sembuh?" lanjut Nanda.

(Nurvita Indarini/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi