HaiBunda

PARENTING

Meski Wajahmu Rupawan, Kamu Harus Punya Sopan-santun Ya, Nak

Radian Nyi Sukmasari   |   HaiBunda

Senin, 02 Oct 2017 15:01 WIB
Pentingnya mengajari anak sopan-santun/ Foto: Wirsad Hafiz
Jakarta - Paras anak rupawan dan disenangi sama orang di sekitarnya, wah itu bisa bikin orang tua senang ya, Bun. Eits, tapi kita nggak boleh lupa juga nih, kalau nilai sopan santun penting juga lho dimiliki anak. Ya, walaupun secara fisik, si kecil bisa dibilang 'lumayan'.

Sahabat HaiBunda, Yetti menceritakan kalau ada anak perempuan sang teman yang dari segi fisik, cukup cantik. Sayangnya, menurut Yetti dan beberapa teman lain, si anak kurang diajarkan sopan santun, termasuk ketika bergaul dengan anak-anak sebayanya.

"Jadi kalau dia mau minta sesuatu, nggak bilang. Main ambil aja gitu. Padahal sayang anaknya dari segi fisik oke. Makanya, mulai dari situ saya berusaha supaya anak saya meskipun disebut orang lumayan ganteng, tetap punya nilai sopan santunlah," kata Yetti.


Bunda pernah menemui anak yang kayak gitu? Menanggapi hal ini, psikolog anak dan remaja Ratih Zulhaqqi bilang perilaku yang tidak mengedepankan nilai sopan santun sebetulnya lebih ke moral judgement atau pengalaman penanaman nilai moral saat kecil plus konsep kepemilikan.

Sebab, ketika anak tidak diajarkan nilai sopan santun dan konsep kepemilikan, nantinya saat dia besar dia bisa menganggap main ambil sesuatu milik temannya seperti tisu atau meminjam mainan, adalah hal yang biasa dan toh punya teman sendiri. Kata Ratih, jadi nggak ada konsep kepemilikan dan anak bisa menggampangkan, Bun.

Baca juga: Ibu Ini Klaim Caranya Ampuh Atasi Anak yang Suka Menyela Pembicaraan

"Kalau begitu yang perlu dilakukan yaitu memberi konsekuensi atas perilaku yang dia lakukan supaya dia nggak gampang menggampangkan. Kita juga perlu mengajari anak. Bahkan, dari kecil pun orang tua perlu mengajarkan konsep privasi dan kepemilikan. Walaupun itu (meminta) hal-hal kecil, tapi kan kita mesti ngomong, minta izin," tambah Ratih yang berpraktik di RaQQi Human Development and Learning Centre ini.

Mengajarkan anak konsep privasi juga bisa dilakukan dengan membiasakan dia tidur sendiri, Bun. Dengan punya kamar sendiri, kata Ratih anak memiliki pengalaman belajar soal privasi. Jangan lupa juga, sejak kecil latih anak untuk mengatakan three magic word yaitu thank you alias terima kasih, sorry atau maaf, dan please atau tolong.

"Kalau three magic word memang harus diajarkan ke anak supaya anak tahu tata kramanya seperti itu. Dia ibaratnya bukan mesti berbasa-basi tapi memang dia diajarkan untuk meminta tolong, jadi nggak sekadar bilang ambilin ini atau minta ini. Itu kan sopan-santun, jangan sampai hilang," tambah Ratih.

Baca juga: Sudah Dididik dengan Benar, Tapi Anak Terjerumus Hal yang Salah (rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Overthinking di Malam Hari

Mom's Life Annisa Karnesyia

Potret Nabila Syakieb Bareng Sang Ponakan Guzel, Sering Disebut Kembar

Parenting Nadhifa Fitrina

Lebih Hemat AC Nyala Terus atau Mati Hidup? Ini Kata Pakar

Mom's Life Amira Salsabila

Cerita Larissa Chou Besarkan Anak ADHD, Lakukan Hal Ini saat Tahan Emosi

Parenting Nadhifa Fitrina

7 Surat yang Dibaca saat Hamil 4 Bulan

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Overthinking di Malam Hari

Potret Nabila Syakieb Bareng Sang Ponakan Guzel, Sering Disebut Kembar

Lebih Hemat AC Nyala Terus atau Mati Hidup? Ini Kata Pakar

7 Surat yang Dibaca saat Hamil 4 Bulan

Hati-hati! 7 Karakteristik yang Dianggap Lembut Ini Bikin Orang Terlihat Kurang Bijaksana

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK