HaiBunda

PARENTING

Kecerdasan Anak yang Bisa Jadi 'PR' Orang Tua Zaman Sekarang

Radian Nyi Sukmasari & Radian Nyi Sukmasari   |   HaiBunda

Minggu, 29 Oct 2017 10:10 WIB
Ilustrasi ibu dan anak/ Foto: dok.HaiBunda
Jakarta - Ngomong soal kecerdasan anak, nggak cuma kecerdasan logika matematika, Bun. Soalnya masih ada macam kecerdasan lain dan bahkan ada yang bisa jadi 'PR' alias pekerjaan rumah buat orang tua zaman sekarang.

Kita perlu tahu nih, Bun. Menurut teori dari Howard Gardner ada yang disebut multiple intelligence atau kecerdasan majemuk. Ini terdiri dari 9 aspek yaitu kecerdasan intrapersonal, spasial, naturalis, musikal, logika matematika, eksistensial, interpersonal, bodily kinestetik, dan linguistik.

Di antara 9 kecerdasan itu, psikolog anak dari RaQQi Human Development and Learning Centre, Ratih Zulhaqqi bilang kecerdasan interpersonal bisa PR buat orang tua zaman sekarang karena kecerdasan itulah yang paling sering nggak berkembang. Contoh kecerdasan interpersonal yaitu kemampuan anak untuk bisa berempati, tahu temannya lagi sedih kemudian menanyakan keadaan si teman, membantu, dan menyapa.


"Kenapa? Karena anak sekarang sifat individualnya lebih tinggi karena kemampuan berinteraksinya rendah. Jadi, jangan sampai anak jadi generasi yang nggak punya kecerdasan interpersonal," kata Ratih di sela-sela 'Cerita Bunda' yang digelar HaiBunda bersama Morinaga Platinum di Harlequin Bistro, Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (28/10/2017).

Baca juga: MPASI Pertama untuk si Kecil, Apa Ya Baiknya?

Menurut Ratih, saat ini kemampuan berinteraksi anak rendah karena umumnya aspek akademis mereka yang lebih sering dikembangkan sehingga anak bisa jadi kurang peka terhadap lingkungan. Nggak cuma itu, Bun, kata Ratih pengaruh gadget juga bisa membawa dampak yang kurang baik buat anak-anak belakangan ini.

Terus, gimana cara mengasah kecerdasan emosional anak? Nah, Ratih bilang bisa dimulai dari kebiasaan di rumah, Bun. Caranya, dengan melakukan koneksi antara orang tua dan anak. Jadi, orang tua dan anak harus banyak melakukan interaksi positif supaya bonding di antara mereka terbentuk.

Kita juga bisa mengajak anak melalukan kegiatan-kegiatan sosial yang berkaitan dengan orang lain kayak menolong orang lain sehingga empati anak bisa berkembang.

"Lalu yang paling penting agar anak cerdas secara emosi adalah beri kesempatan mereka untuk menerima konsekuensi atas semua perilaku dan bertanggung jawab atas risikonya," kata Ratih.

Baca juga: Alasan Stimulasi Kecerdasan Anak Perlu Dilakukan Minimal 30 Hari

(rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

7 Tanda Anak yang Benar-Benar Terdidik Menurut Pakar

Parenting Natasha Ardiah

Rahasia Kimmy Jayanti Berhasil Turunkan BB 13 Kg setelah Melahirkan Anak Ketiga

Kehamilan Amrikh Palupi

Menurut Psikolog, Ini 7 Kalimat yang Membuat Seseorang Terlihat Membosankan

Mom's Life Angella Delvie Mayninentha & Muhammad Prima Fadhilah

10 Cara Mendisiplinkan Anak agar Patuh Sejak Kecil Tanpa Hancurkan Harga Dirinya

Parenting Nadhifa Fitrina

Sering Cemas Tanpa Sebab? Waspadai 10 Makanan Ini

Mom's Life Azhar Hanifah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

7 Tanda Anak yang Benar-Benar Terdidik Menurut Pakar

Menurut Psikolog, Ini 7 Kalimat yang Membuat Seseorang Terlihat Membosankan

30 Resep Es Buat Buka Puasa, Minuman Segar Bisa untuk Ide Jualan

10 Cara Mendisiplinkan Anak agar Patuh Sejak Kecil Tanpa Hancurkan Harga Dirinya

Rahasia Kimmy Jayanti Berhasil Turunkan BB 13 Kg setelah Melahirkan Anak Ketiga

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK