HaiBunda

PARENTING

Yuk Lakukan 3 Hal Ini untuk Stimulasi Pendengaran Bayi

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Rabu, 22 Nov 2017 07:00 WIB
Ilustrasi ibu dan bayi/ Foto: thinkstock
Jakarta -

Bayi yang baru lahir akan belajar mengenal apa saja yang berada di sekitarnya. Mulai sosok wajah, suara sampai tekstur benda.

Nah, pendengaran termasuk organ komunikasi yang penting banget bagi tumbuh kembangnya. Untuk itu sebisa mungkin kita perlu melakukan stimulasi untuk melatih keterampilan mendengar dan berkomunikasinya dari sejak kecil.

Bunda, berikut ini cara untuk menstimulasi pendengaran bayi usia 0-2 bulan dikutip dari buku 'Membacakan Nyaring' oleh Roosie Setiawan, aktivis Read Alou dan Founder Reading Bugs Indonesia.

1. Mengajak Bayi Berbicara

Ketika memandikan bayi, ajak bayi berbicara tentang segarnya mandi dan pentingnya mandi untuk kesehatan. Saat sedang hujan, ceritakan mengenai terjadinya hujan, kegiatan kegiatan yang bisa dilakukan pada saat hujan dan bermain-main pada waktu hujan tiba. Jangan lupa kita nyanyikan dia lagu tentang hujan, Bun.

Saat mengajak bayi berjemur di luar, dengarkan apapun di sekitar kita. Jika mendengar suara ayam berkokok, ajak si kecil bicara mengenai kebiasaan-kebiasaan ayam. Nggak masalah jika bayi membalasnya malah hanya melihat atau mengoceh nggak jelas, mereka itu sedang belajar, Bun.


2. Bernyanyi

Bernyanyilah dengan lembut, berulang-ulang dan pilihlah lirik yang berima ya, Bun. Nyanyikanlah lagu sebagai pengantar tidur untuknya. Lakukanlah saat berkegiatan dengannya. Saat memandikan, menyusui, melihat binatang atau kegiatan menyenangkan lainnya, yuk ajak bayi untuk selalu bernyanyi.

3. Membaca Cerita dengan Nyaring

Membaca cerita dengan nyaring dianjurkan setelah bayi lahir. Tujuannya untuk membuat bayi merasa nyaman, dicintai dan diperhatikan. Hal ini karena saat membacakan cerita, kita memberikan waktu sepenuhnya pada kegiatan ini dan nggak melakukan pekerjaan lain.

Perlu diingat Bun, ayah juga perlu membacakan cerita sehingga ayah menjadi bagian dalam perkembangan emosi anak sedini mungkin. Karena nggak hanya membantu perkembangan bahasa, tapi juga membangun kedekatan antara anak dan ayah.


(aci)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

6 Kebiasaan yang Diam-diam Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

Menyusui Indah Ramadhani

4 Kalimat Langka yang Diucapkan Laki-laki saat Tulus Jatuh Cinta Menurut Psikolog

Mom's Life Amira Salsabila

5 Kebiasaan yang Tidak Disadari Bisa Merusak Ingatan, Bisa Memicu Demensia

Mom's Life Amira Salsabila

Cantiknya Elif Anak Siti KDI Blasteran Turki, Tampil Slay saat Main Padel

Parenting Nadhifa Fitrina

10 Cara Menyikapi Masa Pubertas pada Remaja yang Benar

Parenting Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Sedang Merasa Dibenci Semua Orang? Ternyata Ini Maknanya Menurut Psikologi

10 Cara Menyikapi Masa Pubertas pada Remaja yang Benar

6 Kebiasaan yang Diam-diam Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

11 Penyebab Perut Sakit saat Hamil, Tanda Bahaya & Cara Mengatasinya

5 Kebiasaan yang Tidak Disadari Bisa Merusak Ingatan, Bisa Memicu Demensia

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK