parenting

Keren! Bocah 14 Tahun Ini Jadi Kolumnis di Koran Ngetop

Melly Febrida Sabtu, 02 Dec 2017 11:59 WIB
Keren! Bocah 14 Tahun Ini Jadi Kolumnis di Koran Ngetop
Jakarta - Biasanya, yang jadi kolumnis terlebih di koran ngetop semacam New York Times adalah mereka yang usianya udah 'matang'. Tapi, gimana kalau anak berumur 14 tahun yang jadi kolumnis? Ah, emang bisa?

Eits, jangan salah, Bun. Ada nih seorang anak perempuan bernama Harper Ediger yang bisa jadi bikin kita para orang tua berdecak kagum. Gimana nggak, di umur 14 tahun Harper udah jadi kolumnis anak pertama untuk New York Times. Keren ya, Bun. Harper yang berasal dari Denver ini menulis tentang dampak buruk ketika anak-anak dikucilkan. Udah pasti Harper menyajikan tulisannya dengan sudut pandang anak-anak.

"Kalau kamu merasa ditinggalkan, mungkin saja temanmu sebetulnya juga nggak menikmati aktivitas yang lagi mereka lakukan. Atau, sebenarnya temanmu tahu kalau kamu lagi sibuk. Jadi, jangan mudah menyimpulkan niat teman kita,". Itulah petikan tulisan Harper di kolom New York Times. Sampai sekarang, Harper udah dua kali nulis di kolom New York Times, Bun.


Pertama, di bulan Mei lalu. Tulisan Harper mendapat banyak respons positif dari anak-anak dan orang tua. Bahkan, ada petisi di change.org yang meminta tulisan Harper dimuat secara reguler.

"Kami memang ingin menyeimbangkan berbagai suara, termasuk dari anak-anak. Itulah sebabnya kolom yang berisi nasihat bijak dari Harper diletakkan di samping tanggapan orang dewasa Philip Galanes yang mengelola kolom Social Q," tutur Caitlin Roper, editor proyek khusus di The New York Times Magazine dan editor bagian anak-anak.

Kolom yang dinamai Social Q's ini memang berisi jawaban dari orang dewasa dan anak-anak untuk pertanyaan tentang situasi sosial. Kata Roper, jadi sesuatu yang menarik ketika kita melihat sesuatu dari perspektif berbeda. Anak-anak yang bisa jadi kolumnis di New York Times pun diseleksi dengan ketat.

"Dibantu tim, saya melakukan seleksi dan meminta saran kepada anak-anak untuk menangani situasi sosial saat ini. Dari beberapa tulisan yang masuk, tulisan Harper yang menonjol. Tulisannya mirip dengan saran yang akan saya berikan dan ini amat menakjubkan," lanjut Romper.



Jadi Kolumnis dengan Belajar dari Pengalaman

Uniknya, Harper menjawab pertanyaan yang dikasih Roper berdasarkan pengalamannya, Bun. Jadi, suatu hari dia melihat postingan Instagram dua teman terbaiknya yang jalan-jalan tanpa mengajak dirinya. Nahm di situlah Harper merasa dikucilkan. Untuk menulis kolom, Harper juga nggak bertanya ke temannya karena menurut dia, tulisannya harus orisinil pemikirannya.

"Saya berharap pengalaman pribadi saya bisa membantu orang lain. Untuk bisa bangkit, memang kadang kita perlu melawan keadaan dan saya rasa semua orang pernah mengalami momen seperti itu," tambah Harper yang juga hobi main basket dan main teater.

Menurut Harper apa yang dia lakukan nggak lepas dari peran beberapa guru dan konselornya di Girls Athletic Leadership School di Denver. Apalagi, sebagai tipe orang yang canggungan, Harper mengaku masih belajar mengamati dunia di sekitarnya. Hmm, kalau melihat apa yang dilakukan Harper pasti kita pengen ya, Bun, si kecil punya kemampuan yang juga luar biasa. Walau memang, semua anak pasti punya kelebihannya masing-masing.



Nah, soal kecerdasan anak, Guru Besar Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Hardinsyah MS, mengatakan salah satu kunci anak cerdasa dalah dengan memenuhi kebutuhan gizinya. Prof Hardin menekankan pentingnya pemenuhan gizi makro berupa karbohidrat, protein, lemak dan omega 3, serta kebutuhan air. Kemudian Bun, jangan lupa penuhi kebutuhan zat gizi mikro pada anak berupa vitamin dan mineral. Contohnya, vitamin B kompleks yang penting untuk otak.

"Pastikan juga anak makan teratur 3 kali sehari. Seringnya kan anak-anak tidak sarapan. Pemenuhan asupan gizi seimbang penting supaya anak bisa cerdas, nggak cuma cerdas secara akademis tapi juga cerdas dalam bertindak sehingga jiwa kepemimpinan bisa tertanam di diri mereka," kata Prof Hardin dikutip dari detikHealth. (rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi