parenting

Manfaat Main Blok untuk Anak-anak

Melly Febrida Jumat, 29 Dec 2017 14:10 WIB
Manfaat Main Blok untuk Anak-anak
Jakarta - Anak-anak kalau lagi liburan biasanya main apa, Bun? Umumnya kids zaman now kalau nggak sibuk main sepeda, nonton televisi, main play station ya main gadget deh. Bener ngga? He-he-he. Eh, tapi adakah Bunda yang anaknya suka main blok kayak lego?

Ya, apakah mereka menyusun lego itu jadi bangunan atau merakitnya sampai jadi kendaraan misalnya, pada dasarnya main lego punya manfaat nih, Bun, untuk anak. Menurut Parent Science, mainan blok kayak lego bisa mengubah cara berpikir anak. 'Membuat' sebuah proyek dari mainan bisa merangsang kreativitas dan mempertajam keterampilan krusial anak-anak. Wah, keren ya!

Psikolog Perkembangam Rachel Keen mencatat, orang tua dan guru perlu banget menciptakan lingkungan yang mendorong anak berlatih memecahkan masalah sejak usia dini. Kata Rachel, mainan konstruksi cocok banget dijadikan sarana main anak sekaligus berlatih menyelesaikan masalah.


"Apalagi mainan blok seperti lego bisa mendorong anak-anak membuat bangunan versi dia sendiri atau mereka membuat skenario pura-pura saat bermain," ujar Rachel. Nah, dirangkum HaiBunda dari berbagai sumber, ini dia manfaat main lego buat anak. Apa aja sih?

1. Mengasah keterampilan motorik dan koordinasi tangan-mata

Dalam memilih lego untuk anak, sesuaikan sama kategori umurnya ya, Bun. Ketika anak memainkan mainan blok ini, secara nggak langsung kemampuan motorik halusnya dalam memegang sebuah benda bakal terlatih. Ketika anak mengambil lego lalu menyusunnya, otomatis korrdinasi tangan dan mata juga mesti oke kan?

2. Melatih Keterampilan Spasial

Beberapa penelitian melaporkan hubungan antara keterampilan spasial dan permainan konstruksi. Keterampilan spasial maksudnya keterampilan dalam mengenali dan mengukur benda, ruang, dan tempat, Bun. Nah, keterampilan spasial termasuk kemampuan intelektual.

Yvonne Caldera dan rekan-rekannya mengamati aktivitas konstruksi yang dilakukan 51 anak prasekolah. Hasilnya, anak-anak yang lebih tertarik pada mainan blok dan membangun struktur yang lebih canggih lebih bagus dalam tes kecerdasan spasial. Penelitian terhadap anak TK juga menemukan anak-anak yang bermain blok lebih unggul dalam tes visualisasi spasial, rotasi mental, dan bangunan blok.

Begitu juga ketika anak-anak umur 8 tahun main lego sebanyak 5 sesi selama 30 menit. Mereka memperlihatkan perbaikan rotasi mental yakni kemampuan untuk memutar dan menganalisis bentuk 3 dimensi dengan mata pikiran.

3. Anak Jadi Kreatif Memecahkan Masalah

Anak-anak yang bisa menyusun blok dengan berbagai cara, sudah terlatih untuk berpikir kreatif. Dengan menemukan berbagai alternatif dalam menyusun lego, anak juga terbiasa menyelesaikan sebuah masalah. Apalagi kalau legonya berukuran lebih kecil pastinya lebih rumit ketika disusun kan, Bun?

Manfaat Main Lego buat AnakManfaat Main Lego buat Anak /Foto: Huffington Post


Penelitian menunjukkan anak-anak jadi lebih ramah dan lebih paham secara sosial saat mereka membangun lego. Contohnya, Bun, anak-anak autis yang main lego menunjukkan perbaikan sosial ketimbang yang dilatih dengan penggunaan bahasa secara sosial. Penelitian lain terhadap anak-anak yang tumbuh normal menunjukkan anak-anak yang bekerja sama mengerjakan proyek mainan blok punya persahabatan berkualitas tinggi.

5. Mengasah Kemampuan Bahasa

Sebuah studi yang disponsori Mega Bloks menemukan anak-anak yang bermain dengan balok nilai tes kosakatanya lebih tinggi, begitu juga dengan tata bahasa serta pemahaman verbalnya, lebih baik, Bun. Belum diketahui penyebab mainan blok berpengarung ke bahasa. Namun dugaan sementara anak-anak jadi lebih banyak berbicara dengan orang tuanya ketika bermain blok.

6. Melatih Keterampilan Matematika

Mainan blok ini juga bagus untuk keterampilan matematik anak-anak lho. Sebuah penellitian mengungkapkan permainan lego yang lebih sulit pada anak usia 4 tahun bagus untuk jangka panjang. Permainan blok yang lebih kompleks saat berusia prasekolah berhubungan dengan prestasi matematika di sekolah menengah, bahkan IQ anak. Sebuah studi di Belanda menemukan siswa kelas 6 SD yang menghabiskan lebih banyak waktu luangnya dengan bermain blok nilai ujian matematikanya lebih baik,

dr Jenni K Dahliana, SpA bilang untuk mengoptimalkan pertumbuhan sel saraf pada otak bayi, dibutuhkan 3 faktor yang saling melengkapi, yaitu fisik, kasih sayang dan stimulasi dini. Nah, stimulasi dini bermanfaat untuk merangsang seluruh indra anak. Salah satu caranya dengan memberikan permainan sesuai umurnya, Bun.

Selain itu, lanjur dr Jenni, usahakan untuk tidak menggantikan fungsi mainan dengan televisi atau video. Karena keduanya bersifat stimulasi pasif sehingga tidak merangsang minat bicara anak. Praktiknya, stimulasi dini dilakukan dengan cara memberikan permainan kepada anak sesuai dengan tingkatan umurnya. Selain itu, TV dan video terkadang mengandung banyak unsur negatif seperti agresivitas, kekerasan dan penggunaan bahasa yang kurang mendidik kan, Bun? (rdn/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi