parenting

Gadis Ini Ajak Pakai Kaus Kaki Aneh di Hari Down Syndrome

Melly Febrida Rabu, 21 Mar 2018 17:00 WIB
Gadis Ini Ajak Pakai Kaus Kaki Aneh di Hari Down Syndrome
Merseyside, Inggris - 21 Maret diperingati sebagai Hari Down Syndrome Sedunia. Nah, menyambut hari ini, seorang anak lima tahun dengan Down Syndrome mengajak memakai kaus kaki aneh alias nggak biasa.

Maksudnya gimana tuh kaus kaki aneh? Jadi orang-orang bisa pakai kaus kaki berbeda untuk kaki kanan dan kiri. Misalnya kaki kanan pakai kaus kaki merah, sedangkan kaki kiri pakai kaus kaki kuning.

Gadis cilik yang punya gagasan ini adalah Chloe Lennon. Chloe menyebarkan gagasan ini melalui video yang kemudian diposting ibunya, Jade Lenon, di Facebook. Video tersebut telah dilihat lebih dari 10 juta kali.




Dalam video terlihat Chloe yang memperkenalkan diri, kemudian menjelaskan bahwa 21 Maret adalah Hari Down Syndrome Sedunia. Setelah itu Chloe mengajak orang-orang untuk memakai kaus kaki aneh. Chloe agak terbata-bata saat berbicara, tapi hal itu nggak menutupi kelucuan dan kepercayaan dirinya.

Perayaan "Banyak Kaus Kaki" diadopsi di seluruh dunia untuk memperingati Hari Down Syndrome. Ini karena kromosom menyerupai kaus kaki, dan orang-orang dengan sindrom Down memiliki kromosom berlebih.

Gadis Ini Ajak Pakai Kaus Kaki Aneh di Hari Down Syndrome/Gadis Ini Ajak Pakai Kaus Kaki Aneh di Hari Down Syndrome/ Foto: Facebook Jade Lenon


Video Chloe telah dibagikan lebih dari 330.000 kali di seluruh dunia. "Saya telah mendapat 7.000 komentar dan begitu banyak pesan. Saya sangat bangga dengan Chloe karena memiliki pengaruh positif," tutur Jade.

Dikutip dari BBC, Jade mengatakan di masa lalu sering mendengar kalimat-kalimat negatif yang dilontarkan orang-orang terkait kondisi putrinya. Namun dia percaya ada maksud di balik semua hal. Dia pun yakin Chloe dapat melakukan apa yang dapat dilakukan orang lain, selama memiliki dukungan.

Mengubah Persepsi

Banyak yang beranggapan orang dengan Down Syndrome kurang berdaya dan selalu bergantung pada orang lain. Padahal nyatanya selama mendapat dukungan, banyak kok yang bisa hidup mandiri.

Videp Chloe yang menjadi viral itu juga nyata mengubah persepsi seorang calon ibu, Bun. Jadi gini, ada seorang calon ibu di Amerika Serikat yang hasil USG usia kehamilan 20 minggunya menunjukkan janinnya mengalami Down Syndrome.

Ibu hamil itu bingung, apakah akan membiarkan bayi tersebut lahir atau menggugurkannya. Kata Jade, ibu hamil itu sampai tak tahu harus berbuat apa. Tapi, video Chloe telah meyakinkan dirinya untuk membiarkan bayi itu tetap hidup.



"Dia memberi tahu saya dia menemukan video Chloe dan menontonnya, lalu melihat beberapa postingan saya di Facebook. Dia berbicara dengan pasangannya dan menunjukkan kepadanya dan mereka memutuskan untuk terus menjalani kehamilan setelah melihat semua hal yang telah dicapai Chloe," papar Jade.

Mendengar cerita tersebut, Jade begitu terharu, Bun. Ia tak menyangka Chloe telah mengubah persepsi orang sehingga orang tidak takut dengan anak-anak Down Syndrome. "Ini bukan hukuman mati, ini bukan akhir dari dunia," lanjutnya.

Pesan lain diterima Jade bahwa ada calon ibu yang janinnya ditengarai memiliki Down Syndrome. Calon ibu itu ingin mempertahankan kehamilan dan melahirkan bayinya, hanya saja sang suami menyatakan keberatan. Calon ibu itu lantas memperlihatkan video Chloe pada pasangannya. Tahu apa yang terjadi, Bun? Nggak disangka suaminya berubah pikiran.

"Dia berharap bisa melihat anaknya nanti bisa seperti Chloe," ujar Jade. (Nurvita Indarini)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi