HaiBunda

PARENTING

Saat Anak Tak Kenal Buku Tapi 'Lengket' dengan Gadget

Radian Nyi Sukmasari   |   HaiBunda

Jumat, 06 Apr 2018 13:01 WIB
Saat Anak Tak Kenal Buku Tapi 'Lengket' dengan Gadget / Foto: Thinkstock
London - Udah lumrah ketika anak main gadget di era sekarang. Tapi ya, Bun, kalau anak udah kadung kecanduan gadget ditambah dia nggak dikenalkan buku ada hal yang bisa jadi mereka lakukan: memperlakukan buku layaknya gadget.

Kayak apa? Jadi, Bun, dalam konferensi tahunan UK's National Union of Teachers (NUT), ada tren di mana anak-anak terutama balita memperlakukan buku kayak gadget. Mereka menggeser kertas isi buku untuk mengganti halamannya. Ini disebutkan terjadi karena si anak bingung dengan buku dan iPad atau tablet PC.

"Tablet PC memang sesuatu yang luar biasa, tapi banyak teman saya bicara tentang gimana bau buku, menemukan resep lewat buku bahkan ketika kita saling meninggalkan tanda tangan di buku masing-masing," kata deledasi dari North Somerset, Jennifer Bhambri-Lye.


Bahkan, sebagai guru di playgroup dan TK, Jennifer bilang dia sering menemukan muridnya membawa sebuah buku tapi saat membacanya, dia akan menggeser permukaan kertas isi buku untuk mengganti halaman buku. Ya, semacam lagi membaca di layar gadget gitu deh, Bun.



Dikutip dari Essential Baby, laporan sebelumnya dari National Literacy Trust (NLT) merekomendasikan orang tua mengganti kegiatan main iPad dengan membaca buku. Sehingga, nggak familiar dengan buku sejak anak usia dini bisa dicegah. Laporan tersebut menemukan anak usia 3-5 tahun yang sering membaca punya pemahaman kosakata yang lebih baik ketika mereka mengakses teknologi layar sentuh.

Sekretaris Jendral NUT, Kevin Courtney berpendapat peran perpustakaan penting banget buat menumbuhkan minat baca anak. Bahkan, di rumah pun para orang tua bisa membuat perpustakaan mini untuk mengasah minat baca si kecil. Dengan demikian, anak tetap familiar bahkan kalau bisa 'jatuh cinta' nih, Bun, pada buku.

Soal menumbuhkan minat baca anak, memang bisa dipakai buku atau e-book alias buku elektronik. Nah, kalau buat anak-anak lebih efektif mana ya? Untuk balita nih, Bun, lebih baik buku karena buku juga bisa merangsang kemampuan meraba anak, demikian disampaikan psikolog anak dan keluarga Anna Surti Ariani yang biasa dipanggil Nina.

"Saat bayi dia bisa membedakan ketebalan buku atau tekstur karena ada buku yang berisi tekstur seperti bulu atau plastik yang licin," kata Nina dilansir detikHealth.

Saat berusia lebih besar, anak bisa mengontrol motorik halusnya yakni bagaimana menyentuh halaman buku saat membaliknya agar tidak robek. Sementara, hal ini tidak bisa didapat jika anak membaca e-book.

"E-book kan cuma menyentuh aja jadi kemampuan dia mengontrol sentuhan dan caranya membalik halaman buku itu gimana jadi kurang terasah. Boleh anak membaca e-book tapi saat usia SMP atau SMA-lah ya," imbuh Nina.

(rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

9 Ciri Anak yang Pernah Dipermalukan Saat Kecil Menurut Psikolog

Parenting Nadhifa Fitrina

Tak Lagi Tabu, Laki-laki Muda di China Buka-bukaan Soal Vasektomi & Alasan di Baliknya

Kehamilan Annisa Karnesyia

10 Ciri Kepribadian Orang yang Jarang Angkat Panggilan Telepon Mendadak

Mom's Life Azhar Hanifah

Cara Menghitung Pembagian THR untuk Mertua dan Orang Tua

Mom's Life Arina Yulistara

Rumah Pedesaan Rp6,9 Miliar Milik Putri Kerajaan, Intip Isi dan Para Tetangganya

Mom's Life Azhar Hanifah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Cara Menghitung Pembagian THR untuk Mertua dan Orang Tua

Tak Lagi Tabu, Laki-laki Muda di China Buka-bukaan Soal Vasektomi & Alasan di Baliknya

9 Ciri Anak yang Pernah Dipermalukan Saat Kecil Menurut Psikolog

10 Ciri Kepribadian Orang yang Jarang Angkat Panggilan Telepon Mendadak

Indah Permatasari Kenang Merasa Happy Waktu Hamil Naka: Aku Sudah Siap Jadi Ibu

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK