HaiBunda

PARENTING

Memahami Hal-hal dari si Anak Sulung yang Biasanya Menonjol

Melly Febrida   |   HaiBunda

Selasa, 29 May 2018 14:02 WIB
Memahami Hal-hal dari si Anak Sulung yang Biasanya Menonjol/ Foto: thinkstock
Washington - Sudah banyak yang bilang karakter tiap anak berbeda sesuai urutan kelahiran. Tapi sebenarnya, perbedaan itu terletak dari transisi gaya pengasuhan, Bun.

Ya, makin bertambah anak, kita umumnya menjadi lebih profesional dan berpengalaman. Selain itu, dalam pengasuhan anak, kita pun terus belajar.

"Meskipun ada ribuan buku tentang pengasuhan, tidak ada buku di luar sana tentang bagaimana cara mengasuh anak Anda," kata Dr Gary Brown, ahli terapi keluarga berlisensi, kepada Bustle.


Gary menambahkan urutan kelahiran cenderung memengaruhi pertumbuhan emosi anak. Tapi perlu kita ingat, Bun, urutan kelahiran nggak menentukan nasib, karakter, atau kesuksesan anak di masa depan.

"Sama sekali tidak benar bahwa urutan kelahiran akan mentakdirkan jalan hidup Anda atau kemampuan Anda untuk merasa bahagia dan terpenuhi. Perkembangan kita sebagai anak-anak lebih banyak berkaitan dengan kematangan," lanjut Gary.

Khusus untuk anak sulung, berikut ini beberapa hal yang sering kali menonjol ketimbang anak tengah maupun anak bungsu.

1. Paling Banyak Tertekan

Anak-anak sulung biasanya paling banyak mendapat perhatian penuh karena orang tua mereka pertama kali berusaha mengasuh anak. Ini berarti ibu dan ayahnya menyalurkan energi mereka ke anak, yang pada gilirannya menjadikan anak pertama semacam "kelinci percobaan".

Karena perhatian yang tidak terbagi ini, orang tua bisa memberi tekanan tambahan pada anak sulung. Tentunya ini diikuti harapan supaya upaya orang tua dalam mengasuh anak terbukti membuahkan hasil.

Pasti ada kebanggaan kan, Bun, saat orang lain memuji anak kita yang tidak kecanduan gadget seperti anak lain. Rasanya bahagia banget kalau ada pengakuan dari orang lain tentang kemandirian anak kita.

"Penting bagi orang tua yang baru pertama kali memahami kita cenderung memberikan tekanan yang besar pada anak pertama kita untuk memenuhi tingkat harapan yang mungkin tidak sehat bagi mereka," tambah Gary.

2. Lebih Mungkin Mengambil Peran Kepemimpinan

Karena banyak mendapat tekanan, bisa jadi anak sulung cenderung paling ambisius. Menurut Gary, dari 45 presiden, 24 di antaranya lahir sebagai anak pertama. Bahkan di NASA, 21 dari 23 astronot pertama adalah anak-anak sulung. Selain itu mayoritas peraih Nobel Laureates juga merupakan anak pertama.

Karena dilatih untuk mengalah dan memberi 'jalan' kepada adik membuat anak sulung sudah harus belajar tanggung jawab sejak di awal kehidupannya. In9i pula yang ditengarai membuat anak sulung lebih mungkin mengambil peran kepemimpinan, Bun.

Menurut Jeffrey Kluger, penulis buku 'The Sibling Effect', anak sulung cenderung fokus pada loyalitas keluarga dan pencapaian tradisional. Oleh sebab itu ia seringkali dianggap sebagai anak yang lebih patuh dan bertanggung jawab.



3. Cenderung Lebih Pintar

Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2007 di Norwegia menunjukkan bahwa anak pertama memiliki poin IQ (Intelligence quotient) dua atau tiga poin lebih tinggi dari adiknya. Demikian kata pakar psikologi anak, Frank J. Sulloway, PhD, dikutip dari CNN.

Para peneliti yang mengaitkan kecerdasan dengan urutan lahir pertama ini diduga bukan karena faktor genetik, tetapi karena lingkungan pola asuh orang tua. Jadi ketika anak pertama lahir ,orang tua memberikan perhatian penuh yang tak terbagi. Nah, hal ini bisa dimanfaatkan oleh anak untuk belajar lebih baik dibandingkan adiknya kelak.

Selain itu anak sulung kemungkinan otaknya berkembang lebih baik karena harus mengasuh dan mengajari adik-adiknya terkait berbagai hal. Meski begitu, peneliti menegaskan hasil penelitian tentang kaitan kecerdasan ini tidak bisa digeneralisasi, Bun.

4. Anak Pertama Bisa Lebih Egois

Anak-anak sulung cenderung tumbuh dengan kasih sayang tunggal dari orang tuanya. Ini bisa menyebabkan anak-anak sulung menjadi sedikit lebih egois, karena tingkat perhatian yang mereka terima.

Anak sulung terbiasa menjadi pusat perhatian, maka ketika adiknya lahir, ia bisa sulit untuk beradaptasi. "Dalam psikologi kami menyebutnya 'cedera narsistik'. Itu bisa menyakitkan," ucap Gary.

Tapi momen punya anak lagi bisa menjadi tanggung jawab orang tua untuk bersikap yang sehat. Selain itu kita sebagai orang tua juga perlu memastikan anak sulungnya menggunakan momen kelahiran adiknya sebagai kesempatan untuk melatih empati dan kemauan berbagi.

(Nurvita Indarini)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

3 Kebiasaan Ekstrem yang Dilakukan Orang Sukses, Tak Banyak yang Mau Melakukannya

Mom's Life Amira Salsabila

Terpopuler: Potret Krisdayanti Raih 2 Medali Emas di Kejuaraan Nasional Wushu

Mom's Life Annisa Karnesyia

Ciri Kepribadian Orang dari Masakan Telur Kesukaan, Beda Banget antara Direbus & Orak-arik

Mom's Life Annisa Karnesyia

Kemewahan Ulang Tahun Moana, Ria Ricis 'Boyong' Istana Frozen

Parenting Annisa Karnesyia

Daftar Negara dengan Batas Usia Pensiun Karyawan Tertinggi di Dunia, Indonesia Berapa?

Mom's Life Arina Yulistara

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ini Batas Usia Perempuan yang Disebut Sudah Tidak Subur dan Sulit untuk Hamil

3 Kebiasaan Ekstrem yang Dilakukan Orang Sukses, Tak Banyak yang Mau Melakukannya

Terpopuler: Potret Krisdayanti Raih 2 Medali Emas di Kejuaraan Nasional Wushu

Ciri Kepribadian Orang dari Masakan Telur Kesukaan, Beda Banget antara Direbus & Orak-arik

Jin Areum Istri Aktor Korea Namkoong Min Melahirkan, Dikaruniai Anak Laki-laki

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK