HaiBunda

PARENTING

Agar Anak Tetap Semangat ke Sekolah Saat Sedang Puasa

Amelia Sewaka   |   HaiBunda

Senin, 04 Jun 2018 16:03 WIB
Agar Anak Tetap Semangat ke Sekolah Saat Sedang Puasa/ Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Seorang teman curhat nih, Bun, anaknya malas-malasan masuk sekolah. Si kecil susahnya minta ampun dibangunkan untuk berangkat sekolah, alasannya masih ngantuk dan lemas saat puasa.

Apalagi beberapa waktu yang lalu, si kecil mengikuti ujian sekolah. Semakin banyak alasannya untuk melewatkan waktu belajar. Padahal saat ujian begini, bundanya jauh lebih panik dari anaknya sendiri.

Hmm kira-kira gimana sih cara menyemangati anak agar tetap semangat ke sekolah dan kalaupun ada ujian mereka juga tetap semangat belajar?


"Cukup tidur dan cukup makan. Walau puasa, asupan gizinya perlu dijaga sehingga stamina dan kemampuan berpikir tetap baik," kata psikolog pendidikan, Orissa Anggita Rinjani.



Psikolog yang akrab disapa Ori ini juga menambahkan sebaiknya kita memecah beberapa sesi belajar ke sesi-sesi yang lebih pendek. Selanjutnya, beri jeda anak untuk istirahat.

"Daripada diforsir 1,5 jam gitu misalnya, mending dipecah dan dibuat sesi belajar 30 menit lalu break 10 menit. Itu akan lebih efektif dan masuk ke otak anak atas apa yang dipelajari," tutur Ori saat ngobrol dengan HaiBunda.

Kemudian, buat checklist to do list yang lebih spesifik, Bun. "Dengan checklist tersebut, itu akan menandai kemajuan apa aja sih dari setiap pelajaran yang dipelajari. Karena merasa ada yang berhasil dicapai jadi anak juga semangat deh. Break study material into smaller parts," kata Ori.

Selain itu, menurut Ori orang tua juga harus jadi model untuk menunjukkan bahwa puasa bukan berarti lemas dan nggak bisa ngapa-ngapain. Tunjukkan ke si kecil bahwa walaupun puasa kita bisa kok beraktivitas seperti hari-hari biasa.

Orang tua emang nggak jarang merasa khawatir sehingga banyak mengomel jika anak kesulitan mengerjakan soal ujian. Padahal yang dibutuhkan anak hanyalah dorongan mental.

"Sebagai orang tua, kita harus bisa menyemangati anak. Bisa dengan berbagai cara salah satunya membantu anak belajar menjawab soal yang sulit saat belajar bersama," ujar psikolog Anna Surti Ariani dilansir detikHealth.

Psikolog yang akrab disapa Nina ini juga menambahkan pada masa ujian, orang tua harus bisa terus menyemangati anak. Jangan malah memarahi anak di saat dia kesulitan menjawab soal ulangan.

"Ketika anak mendapatkan nilai tidak sesuai yang diharapkan, jangan marahi dia, namun tanyakan soal apa yang membuatnya kesulitan dan kita bisa mengajaknya kembali mencoba memecahkan jawaban," saran Nina.

Nina menyayangkan adanya orang tua yang cukup ekstrem merespons nilai yang diterima anak ketika ujian. Bagaimanapun, anak sudah berusaha sebaik mungkin sehingga harus mendapatkan apresiasi.

(Nurvita Indarini)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi

Mom's Life Amira Salsabila

5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari

Parenting Nadhifa Fitrina

7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen

Kehamilan Annisa Karnesyia

5 Potret Terbaru Ashanty Makin Langsing Usai Sukses Diet IF & Olahraga

Mom's Life Amira Salsabila

Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret

Parenting Maya Sofia Puspitasari

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi

5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari

7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen

Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret

Berapa Kali Normalnya Bayi Baru Lahir BAB?

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK