HaiBunda

PARENTING

Lakukan Ini, Bun, agar Kepala si Kecil Nggak Peyang

Radian Nyi Sukmasari   |   HaiBunda

Selasa, 12 Jun 2018 16:55 WIB
Ilustrasi kepala bayi peyang/ Foto: dok.HaiBunda
Jakarta - Setelah si kecil lahir pernah nggak Bunda dengar nasihat soal pemakaian bantal dan posisi kepala bayi saat tidur? Nasihat ini biasanya terkait dengan kepala bayi peyang. Ya, supaya kepala bayi nggak peyang, sebaiknya dipakaikan bantal yang bagian tengahnya datar.

Bicara soal kepala peyang pada bayi, dr Reisa Broto Asmoro bilang pada dasarnya bayi dilahirkan dengan tulang tengkorak yang masih lunak dan sambungan antar tulang tengkorak yang masih fleksibel. Ini untuk memberi ruang bagi pertumbuhan otak di tahun pertama kehidupan bayi, Bun. Nah, hal itulah yang bisa bikin kepala bayi berubah bentuk.

"Kepala bayi yang bentuknya tidak bulat dan bukan disebabkan oleh tekanan pada proses persalinan, sering disebut kepala peyang. Dalam dunia medis, istilah kepala bayi peyang dibagi menjadi dua, yaitu plagiocephaly dan brachycephaly," kata dr Reisa seperti dikutip dari akun Instagram-nya.


Plagiocephaly adalah kondisi di mana salah satu sisi kepala bayi datar sehingga bentuk kepala terkesan asimetris, posisi kedua telinga bisa jadi nggak sejajar dan kepala kelihatan seperti jajar genjang kalau dilihat dari atas. dr Reisa bilang, pada plagiocephaly kadang dahi dan wajah bisa menonjol sedikit di sisi yang sama dengan sisi kepala yang datar.



Sedangkan, brachycephaly adalah kondisi bagian belakang kepala bayi menjadi rata hingga menyebabkan kepala terkesan melebar. Kadang dahi juga menonjol ke depan, Bun. Dijelaskan dr Reisa, penyebab paling umum kepala peyang adalah posisi tidur bayi selama berjam-jam dengan posisi.

"Ini bisa menyebabkan kepala terlalu lama tertekan pada satu sisi dan dapat menyebabkan kepala peyang. Kemudian, tekanan juga bisa terjadi di kepala bayi sebelum lahir yang disebabkan adanya penekanan di dalam rahim atau karena kekurangan cairan ketuban yang berfungsi untuk melindungi bayi," tutur ibu dua anak ini.

Apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah kepala peyang? Dikatakan dr Reisa, ubah-ubah posisi tidur bayi dari telentang kemudian ke posisi kepala miring ke kanan atau kiri bergantian. Atau, bisa juga nih, Bun, kita ubah arah tempat tidur atau arah bayi saat tidur. Kok bisa?

Ya, soalnya bayi tertarik melihat benda-benda yang bercahaya terang atau ke arah jendela. 'Memancing' perhatian bayi supaya posisi kepalanya berubah juga bisa dilakukan dengan memindahkan posisi mainan yang ada di sekitarnya.

"Memvariasikan cara menggendong juga dapat membantu. Misalnya menggendong dengan posisi bayi tegak, baik didekap atau posisi miring bisa mengurangi penekanan pada bagian belakang kepalanya," pungkas dr Raisa.

(rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi

Mom's Life Amira Salsabila

5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari

Parenting Nadhifa Fitrina

7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen

Kehamilan Annisa Karnesyia

5 Potret Terbaru Ashanty Makin Langsing Usai Sukses Diet IF & Olahraga

Mom's Life Amira Salsabila

Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret

Parenting Maya Sofia Puspitasari

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi

5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari

7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen

Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret

Berapa Kali Normalnya Bayi Baru Lahir BAB?

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK