parenting

Momen Seru Saat Presiden Jokowi Olahraga Bareng sang Cucu

Amelia Sewaka Senin, 09 Jul 2018 15:00 WIB
Momen Seru Saat Presiden Jokowi Olahraga Bareng sang Cucu
Jakarta - Pekerjaan sehari-harinya membutuhkan keseriusan dan konsentrasi penuh. Karena itulah saat main-main bareng cucu bisa jadi ajang buat refreshing sejenak untuk Presiden Jokowi.

Akhir pekan lalu, Jokowi terlihat asyik bermain bersama cucunya, Jan Ethes. Dalam vlog yang diposting di Instagram-nya, Jokowi dan Jan Ethes terlihat begitu senang menghabiskan waktu bersama.

Mulanya Jokowi dan Jan Ethes terlihat sedang tinju. Mereka kompak memakai sarung tinju. Wah, Jan Ethes terlihat seperti petinju profesional nih, hi-hi.




Dalam aktivitasnya itu, terlihat pula saat Jokowi saat menyuapkan pisang ke mulut cucunya. Sang kakek juga nggak luput lho perhatiannya untuk membenarkan pakaian Jan Ethes karena si kecil yang banyak gerak. Aih Jokowi kakek yang super perhatian ya.

[Gambas:Instagram]



"Sekitar satu jam saya main dan berolahraga bareng Jan Ethes. Saya udah capek, tapi dia (Jan Ethes) belum," ujar Jokowi dalam videonya.

Jokowi juga berpesan agar kita juga nggak lupa untuk mendukung kegiatan Asian Games 2018 yang akan diselenggarakan pada 18 Agustus 2018 mendatang. Wah, sehat selalu ya Bapak Presiden, biar bisa melaksanakan tugas negara dengan baik dan sering-sering main sama Jan Ethes.

Tonton juga video 'Olahraga Bareng Jokowi, Netizen 'Meleleh' Sama Jan Ethes' selengkapnya di 20Detik

[Gambas:Video 20detik]


Bicara menghabiskan waktu bareng kakek atau nenek, banyak lho manfaat yang didapat si kecil. Para peneliti dari University of Liege mempelajari 1.151 anak-anak di Belgia usia 7-16 tahun untuk mengetahui berapa banyak waktu yang dihabiskan bersama kakek dan neneknya plus gimana tanggapan mereka soal kesehatan kakek dan neneknya.

Kata salah satu peneliti, Stephane Adam hubungan anak dengan kakek neneknya termasuk seberapa sering mereka menghabiskan waktu bersama dan apa yang dilakukan saat bersama. Nah, anak yang menghabiskan waktu secara rutin bersama kakek neneknya dengan melakukan hal yang berkualitas juga melihat si kakek dan nenek sebagai sosok yang sehat, punya pandangan positif terhadap orang tua, Bun.

"Sementara itu, kalau anak jarang kontak dengan kakek neneknya dan melihat si kakek dan nenek dalam keadaan yang menyedihkan, anak punya pandangan yang sedikit negatif terhadap orang lanjut usia," tutur Stephane dalam laporannya dikutip dari Essential Kids.



Tapi kita perlu pahami juga nih bahwa pengasuhan anak oleh orang tuanya dan oleh kakek-neneknya itu sering ada perbedaan. Psikolog keluarga dari Tiga Generasi Anna Surti Ariania yang akrab disapa Nina ini menambahkan, dalam menyikapi beda pola asuh, kita bisa kok menyampaikan ke anak bahwa aturan di rumah sendiri dan di rumah kakek-nenek berbeda.

"Sejak usia dua tahun anak udah ngerti aturan. Misalkan pas anak di rumah neneknya dibolehin makan permen padahal di rumah kita udah ngelarang banget mereka, ya terima aja karena kadang itulah konsekuensinya. Atau, kita bisa sampaikan ke orang tua kita bahwa anak kita nggak boleh dulu nih makan permen. Tapi apapun itu, percayalah bahwa kakek dan nenek nggak akan ingin sesuatu yang buruk terjadi pada cucunya kok," kata Nina.

Wajar ya, Bun, pola asuh zaman sekarang sama zaman dulu kan berbeda jauh. Walaupun begitu, tetaplah penting si kecil menghabiskan waktu bareng kakek neneknya. (aml)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi