parenting

Happy-nya Bocah yang Kena Tumor Otak Saat Dijenguk Katy Perry

Radian Nyi Sukmasari Kamis, 02 Aug 2018 11:54 WIB
Happy-nya Bocah yang Kena Tumor Otak Saat Dijenguk Katy Perry
Adelaide - Bocah 8 tahun ini bisa dibilang ngefans berat sama Katy Perry. Bahkan dia ingin nonton konser idolanya itu. Sayang, kanker otak yang dialami bikin bocah bernama Grace Moores ini belum bisa nonton konser sang idola. Eh, tapi dia dapat kejutan, Bun, dari Katy Perry.

Kebetulan, bulan Juli dan Agustus Katy Perry mengadakan konser di Adelaide dan Sydney. Nah, di sela-sela konsernya Katy Perry menyempatkan berkunjung ke rumah Grace. Sebelumnya, kakak Grace, Tiana memang sengaja mengadakan kampanye di sosial media supaya Katy Perry bersedia bertemu dengan adiknya. Nah, kejutan pun diberikan Katy Perry pada Selasa (31/7) lalu.

"Saat Katy Perry tiba di depan pintu, Grace shock. Dia nggak menyangka idolanya datang ke rumah. Katy datang bersama dua gitaris dan dia mengajak Grace menyanyikan tiga lagunya. Katy Perry benar-benar orang yang rendah hati," kata ibu Grace, Maria kepada The Advertiser.


Selama satu jam mengunjungi Grace, Katy Perry juga ngobrol dengan Grace dan keluarganya. Pelantun 'Firework' ini juga menanyakan gimana pengobatan Grace dan main ke kamar Grace lho. Sudah pasti, Grace terkesima dengan kejutan yang dia dapat. Bahkan, keluarga Grace sempat bertanya apakah kedatanagn Katy Perry benar-benar nyata?



Hmm, bisa kebayang gimana happy-nya keluarga Grace ketika kedatangan Katy Perry ya, Bun. Maria sendiri kagum dengan Katy Perry yang mau menyisihkan waktunya untuk bertemu Grace. Sebetulnya, Grace dapat tiket konser Katy Perry di Adelaide. Namun, dia nggak bisa datang ke konser karena didiagnosis tumor otak.


"Adik saya ingin banget datang ke konser Katy Perry. Namun, dia didiagnosis tumor otak sebesar 6 cm dan kini sedang berjuang melawan penyakitnya itu. Grace ngefans banget pada Katy Perry sejak dia umur 3 tahun," tulis Tiana di akun Twitter-nya.

Ketika anak sakit serius seperti terkena tumor otak, dukungan dari keluarga memang dibutuhkan. Terlebih ketika anak bisa bertemu idolanya sudah pasti itu bisa jadi salah satu obat luar biasa bagi anak. Apalagi ketika berobat berbagai perubahan bisa dialami anak hingga dia merasa bosan.

"Kita perlu memberi tahu perubahan apa yang akan dialami anak saat menjalani treatment. Terima ketika dia merasa sedih tapi yang perlu kita lakukan adalah memastikan anak bahwa kita orang tuanya juga keluarga dan kerabat akan menemani anak berjuang supaya bisa sembuh," kata psikolog anak dari Tiga Generasi Marcelina Melissa.



(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi