HaiBunda

PARENTING

Ini Tentang Anak 1,5 Tahun yang Hobi Ngemil Kerupuk

Radian Nyi Sukmasari   |   HaiBunda

Minggu, 12 Aug 2018 09:00 WIB
Ilustrasi kerupuk yang jadi camilan favorit anak/ Foto: Istimewa
Jakarta - Di atas usia 1 tahun umumnya anak sudah bisa mengonsumsi makanan seperti makanan orang dewasa lainnya. Termasuk kerupuk, sah-sah aja kalau sesekali si kecil memakannya. Nah, tapi gimana kalau kerupuk justru jadi camilan favorit si kecil?

Ini dialami bunda satu anak bernama Sesa. Putranya yang berumur 1,5 tahun hobi banget makan kerupuk. Kata Sesa anaknya happy banget saat melihat kerupuk dan inginnya makan kerupuk terus-terusan. Terlebih di sela-sela waktu makan, kalau melihat kerupuk si kecil langsung ogah makan dan lebih memilih makan kerupuk.

"Suami saya memang hobi makan kerupuk dan dia cenderung suka makanan yang gurih-gurih. Makanya kerupuk selalu saya umpetin di rumah. Kalau dibiarin aja, anak saya bisa lho sehari habis makan kerupuk yang dijual di warung-warung itu satu bungkus," kata Sesa.


Terkait anak 1,5 tahun seperti putra Sesa yang hobi makan kerupuk, dr Yulianto Santoso Kurniawan, SpA dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan bilang sebenarnya asal nggak berlebihan nggak masalah anak makan kerupuk. Misalnya anak makan satu sampai dua buah kerupuk boleh-boleh aja, Bun.

"Tapi kalau kerupuk dijadikan snack aja dan terus-terusan, nggak ada gizinya juga ya. Dia mau satu atau dua buah, sebagai pancingan pas makan misalnya, buat dipegang-pegang gitu sama dia, nggak apa-apa," kata pria yang akrab disapa dr Anto ini waktu ngobrol sama HaiBunda.



Beda halnya jika pas makan anak melihat kerupuk justru dia jadi nggak mau makan karena lebih milih hanya makan kerupuk, kata dr Anto si kecil mesti dialihkan, Bun. Soalnya, konsumsi kerupuk si kecil sudah mengganggu asupan makanan utama anak.

Dalam wawancara dengan detikHealth, dr Fiastuti Witjaksono, MSc, SpGK dari RS Cipto Mangunkusumo mengatakan sebenarnya nilai gizi kerupuk nggak terlalu bagus. dr Fiastuti menuturkan umumnya kerupuk mengandung sumber karbohidrat yang tinggi karena bahan pembuatannya memakai tepung. Nah, karbohidrat yang ada dalam kerupuk ini tergolong cepat diserap oleh tubuh.

Kalau karbohidrat yang cepat diserap ini banyak dikonsumsi bisa mengakibatkan kadar glukosa meningkat. Selain itu kerupuk ini biasanya digoreng pakai minyak yang banyak sehingga kadar lemaknya tinggi.

"Kalau kerupuk ini dikonsumsi secara terus menerus tentu tidak baik, karenanya harus diganti dengan mencari cemilan yang sehat seperti bubur kacang ijo, kacang merah atau buah-buahan yang nilai gizinya lebih sehat," ujar dr Fiastuti.

(rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

150 Nama Bayi Bermakna Jiwa Bebas untuk Anak Perempuan & Laki-Laki Beserta Artinya

Nama Bayi Annisya Asri Diarta

Surat Cinta Gewa untuk Sang Bunda, Haru Bikin Mutia Ayu Tak Kuat Tahan Air Mata

Parenting Amira Salsabila

Ketahui 7 Jenis Sayuran untuk MPASI Pertama Bayi dan Manfaatnya

Parenting Kinan

Artis Ini Curhat Perjuangan Menyusui Bayi Kembar, Ada Rasa Bersalah & Sakit yang Jarang Dibahas

Menyusui Melly Febrida

7 Zodiak Paling Gampang Baper, Hal Kecil Saja Bisa Kepikiran

Mom's Life Elia Amaliana

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Kisah Bunda Jalani Maternal Assisted C-Section, Angkat Sendiri Bayinya dari dalam Perut

Viral Suporter Doakan Timnas Indonesia Juara, Netizen Sebut Ada Bantuan "Jalur Langit"

150 Nama Bayi Bermakna Jiwa Bebas untuk Anak Perempuan & Laki-Laki Beserta Artinya

Surat Cinta Gewa untuk Sang Bunda, Haru Bikin Mutia Ayu Tak Kuat Tahan Air Mata

Ketahui 7 Jenis Sayuran untuk MPASI Pertama Bayi dan Manfaatnya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK