sign up SIGN UP search


parenting

5 Cara Mengajarkan Anak Bersabar

Yuni Ayu Amida Minggu, 14 Oct 2018 19:36 WIB
Anak sering kesal bahkan marah saat menunggu sesuatu? Ini 5 cara mengajarkan anak bersabar yang bisa Bunda coba. caption
Jakarta - Anak gelisah, merengek, bahkan marah saat sedang mengantre, atau bersikap tidak sabar terhadap suatu hal? Bunda harus mengajarkan mereka untuk bersabar. 5 Cara ini akan mengajarkan anak untuk sabar.

Menurut Pete Stavinoha, Ph.D., seorang psikolog anak di Children's Medical Center di Dallas seperti dilansir parents, seorang balita belum memiliki kemampuan untuk bersabar. Itu sebabnya saat menunggu mereka akan merasa gelisah, menjadi cengeng, bahkan marah. Bagi mereka menunggu sebentar saja, seperti sesuatu yang rasanya lama.

Dilansir imom, ini 5 cara mengajarkan anak untuk sabar. Semoga bermanfaat ya, Bun.




1. Mulai Sedini Mungkin

Mulailah ajari kesabaran pada anak dari usia dini, bahkan ketika mereka balita. Contohnya, dengan meminta mereka tenang dan menunggu 1-2 menit ketika Bunda menyiapkan
makanan untuknya. Kebiasaan sabar yang diajarkan sejak kecil ini akan berdampak baik kemudian hari. Seiring bertambahnya usia anak, Bunda dapat mendorong mereka untuk berlaku sabar untuk hal yang lebih besar.

2. Ajarkan Cara Mengendalikan Diri

Untuk anak-anak, memiliki kesabaran adalah bentuk belajar bagaimana cara mengendalikan emosi dan tindakan mereka, bahkan ketika cemas, bersemangat, atau lelah. Minta anak untuk bisa mengendalikan dirinya, sebelum kita memenuhi permintaanya. Memenuhi permintaan mereka ketika mereka sudah bisa mengendalikan diri akan menanamkan bahwa bertindak tidak sabar bukanlah cara untuk mendapat apa yang mereka inginkan.

5 Cara Mengajarkan Anak BersabarAnak marah (Thinstock)


3. Menunda untuk Kebaikan

Orang tua perlu menunda beberapa hal tanpa alasan, yang tujuannya adalah mengajarkan kesabaran. Misal, jika anak menginginkan hewan peliharaan, mungkin tidak ada
alasan untuk dia tidak memiliki hewan tersebut dalam waktu dekat, tetapi ada baiknya keinginannya tersebut dipenuhi dengan menunggu waktu yang tepat, misal momen hari raya, atau hari ulang tahun.

Hal ini mengajari mereka bahwa menunggu hal-hal penting itu menyenangkan, dan menanamkan pada mereka bahwa segala sesuatu akan indah pada waktunya.

4. Ajarkan untuk Mengantre

Tidak ada yang lebih menguji kesabaran anak selain harus mengantre atau menunggu giliran untuk sesuatu yang menyenangkan. Untuk bisa sampai pada tahap ini adalah dengan banyak berlatih. Contoh kecilnya, jika anak suka bermain ayunan di taman yang ramai, latih ia untuk mau mengantre saat bermain.

Lakukan ini sesering mungkin. Ini juga membantu mereka untuk bersikap sabar dan sopan. Pengulangan akan membantunya belajar mengatasi menunggu.



5. Ingatkan untuk Tidak Konsumtif

Alasan mengapa budaya kita sekarang semakin tidak sabar adalah karena kebiasaan konsumtif. Saat anak sudah beranjak lebih besar, latih ia untuk tidak bersifat konsumtif. Jika ia ingin membeli sesuatu, Bunda tidak perlu meminjamkan uang. Biarkan ia bersabar untuk mengumpulkan uang sampai apa yang ia inginkan terbeli. Ini akan mengajarkan mereka bersabar untuk mendapat apa yang mereka mau.

(nwy/nwy)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi