HaiBunda

PARENTING

5 Tips Mengatasi Anak Susah Makan

Safira Raudhatul   |   HaiBunda

Minggu, 18 Nov 2018 11:37 WIB
Ilustrasi anak susah makan/ Foto: iStock
Jakarta - Terkadang saat usia 1-3 tahun beberapa anak ada yang susah makan. Hal inilah yang dicemaskan banyak orang tua. Misalnya apakah anak bakal dapat nutrisi cukup dan tumbuh kembangnya nggak terganggu?

"Untuk menyikapi anak yang susuah makan, orang tua dapat membiarkan anak memilih makanan yang disukainya. Peran orang tua adalah memberi pilihan makanan sehat," kata Mary L. Gavin, MD, praktisi kesehatan anak, dikutip dari Kid's Health.

Beberapa penyebab anak susah makan antara lain dia nggak mau mencoba makanan baru, sangat selektif pada makanan, tidak tertarik untuk makan dan memang nggak suka pada makanan tertentu. Nah, Bunda, dilansir Friendship Circle beirkut lima tips mengatasi anak susah makan.


1. Memberi makan anak secara perlahan

Kebanyakan anak balita mudah diberi makan, tetapi banyak juga anak yang suka memilih-milih makanan. Akhirnya, mereka susah makan. Nah, Bunda bisa menocba memberi mereka makanan sedikit demi sedikit dan perlahan. Nggak perlu dipaksa lalu siasati dengan membuat kreasi makanan yang menarik bagi anak.



2. Konsisten

Ilustrasi anak makan Foto: iStock
Jangan menyerah ya, Bun, untuk meminta anak makan. Coba konsisten memperkenalkan makanan baru pada anak. Salah satu cara adalah mensiasiti dengan mengolah beragam jenis makanan secara kreatif. Sudah pasti, untuk melakukan ini perlu kesabaran.

3. Beri anak pilihan makanan

Bunda bisa memberi pilihan makanan pada anak. Tanyakan pada mereka apa yang diinginkan. Dengan begini anak akan merasa dihargai dan lebih bertanggungjawab terhadap makanan yang sudah dipilihnya.

4. Ajak anak memasak

Memberi kesempatan anak untuk berkontribusi daalam menyiapkan makanan dapat mendorongnya mencoba makanan baru. Selain itu, Bunda bisa mengajak anak memasak agar dia mau makan dan mencicipi masakan yang sudah dibuat.

5. Ajak anak makan bersama

Mengajak anak makan bersama di tiap waktu makan akan mengajri anak tentang kebersamaan. Sehingga, terbangun suasana makan yang menyenangkan dan anak lebih relaks saat makan.

(rdn/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Suami Maissy Akhirnya Muncul, Ungkap Sudah Pisah Tempat Tinggal

Mom's Life Amira Salsabila

Momen BCL Masak Rendang 7 Kg Jelang Lebaran, Habiskan Waktu hingga 6 Jam

Mom's Life Annisa Karnesyia

Babymoon Tiba-tiba Jadi Tren di Korea Selatan, Ini Alasan di Baliknya

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Bahaya Wabah Campak untuk Anak-anak, Ketahui Penyebab hingga Cara Cegah Penularannya

Parenting dr. Ari Prayoga, Sp.A

Bubun Ngereview: Baju Lebaran di Thamrin City

Mom's Life Triyanisya & Dwi Rachmi

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Cerita Remaja yang Hanya Bisa Makan Makanan Serba Kuning dan Kering

Babymoon Tiba-tiba Jadi Tren di Korea Selatan, Ini Alasan di Baliknya

Ketahuan Tak Salat Jumat, Pria Muslim di Negara Ini Terancam Penjara 2 Tahun

Bahaya Wabah Campak untuk Anak-anak, Ketahui Penyebab hingga Cara Cegah Penularannya

Suami Maissy Akhirnya Muncul, Ungkap Sudah Pisah Tempat Tinggal

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK