HaiBunda

PARENTING

Penanganan Croup pada Anak yang Perlu Bunda Tahu

Radian Nyi Sukmasari   |   HaiBunda

Jumat, 23 Nov 2018 19:32 WIB
Ilustrasi croup/ Foto: iStock
Jakarta - Croup atau infeksi saluran pernapasan bagian atas rentan dialami anak. Ketika si kecil mengalami croup, gimana penangannnya dan apa yang baiknya orang tua lakukan untuk mempercepat penyembuhan kondisi ini?

Sebelumnya, kita perlu tahu dulu nih, Bun. Serangan croup bisa ringan sampai berat. Serangan yang berat cukup menakutkan ditandai dengan sesak napas akut, anak tampak sangat rewel, suara napas yang seperti siulan nada tinggi, batuk kering yang sangat kencang seperti gonggongan, ngeces berlebihan dan kesulitan minum atau makan. Demikian disampaikan dr Marlyn Cecilia Malonda SpA dari Mayapada Hospital Tangerang.

Croup yang berat bisa disertai demam tinggi, Bun. Bahkan, jika terjadi kekurangan oksigen, anak bisa tampak kebiruan pada bibir, sekitar mulut, dan ujung jari tangan dan kaki si kecil. Mereka pun bisa kejang. dr Marlyn menekankan, nggak masalah jika Bunda dan Ayah segera membawa si kecil berkonsultasi ke dokter.


"Menghibur anak dan membuatnya tenang adalah hal yang penting, karena tangisan dan agitasi memperburuk obstruksi jalan napas. Pegang anak, nyanyikan lagu pengantar tidur atau baca cerita yang tenang. Tawarkan selimut atau mainan favorit. Bicaralah dengan suara yang menenangkan," tutur dr Marlyn saat berbincang dengan HaiBunda.

Bunda perlu tahu, croup sering terjadi selama tiga sampai lima hari. Setelah si kecil dibawa ke dokter, saat di rumah usahakah jaga si kecil agar tetap nyaman. Caranya yaitu:

1. Tetap tenang

Kata dr Marlyn, hibur atau alihkan perhatian anak. Lalu peluk dia, bacakan buku dan ajak memainkan permainan yang menenangkan. Ini untuk menghindari anak menangis yang bisa membuat napas lebih sulit.


2. Tawarkan anak cairan dan pastikan dia mendapat istirahat

Ilustrasi anak kena croup/ Foto: iStock
"Untuk bayi, ASI adalah yang terbaik. Untuk anak yang lebih besar, sup atau makanan berkuah yang hangat mungkin menenangkan," ujar dr Marlyn.

Kemudian pastikan anak mendapat istirahat yang cukup. dr Marlyn bilang, tidur dapat membantu anak melawan infeksi. Kalau anak demam, memberinya obat penurun demam juga nggak apa-apa, asal sesuai aturan ya, Bun.

3. Hindari beberapa jenis obat-obatan

Kata dr Marlyn, hindari obat-obatan batuk dan flu preparat yang dijual bebas karena tidak direkomendasikan untuk anak-anak di bawah usia 2 tahun. Kemudian, obat batuk yang tidak diresepkan tidak akan membantu croup. Bila keluhan anak makin berat terutama di malam hari, segera bawa ke IGD ya, Bun.

(rdn/muf)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Gaya OOTD Ameena & Azura Anak Aurel Hermansyah Sering Pakai Baju Kembar, Intip Potretnya

Parenting Nadhifa Fitrina

Rumah Cella 'Kotak' di Yogyakarta, Estetik nan Adem Berpemandangan Hamparan Sawah

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Tingkat Kesuburan Perempuan Lebih Tinggi dari Laki-laki? Ini Faktanya Menurut Penelitian

Kehamilan Annisa Karnesyia

Mengenal Ciri-Ciri Pola Asuh Permisif, Apa Bunda Termasuk?

Parenting Asri Ediyati

5 Fakta tentang Momen Pertama Anak yang Penting Diketahui Orang Tua

Parenting Ratih Wulan Pinandu

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Intip Nasib Terkini Neverland, 11 Tahun Setelah Michael Jackson Meninggal

Gaya OOTD Ameena & Azura Anak Aurel Hermansyah Sering Pakai Baju Kembar, Intip Potretnya

Tingkat Kesuburan Perempuan Lebih Tinggi dari Laki-laki? Ini Faktanya Menurut Penelitian

Mengenal Ciri-Ciri Pola Asuh Permisif, Apa Bunda Termasuk?

Rumah Cella 'Kotak' di Yogyakarta, Estetik nan Adem Berpemandangan Hamparan Sawah

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK