HaiBunda

PARENTING

Sesekali Anak Perlu Merasa Bosan Kok, Bun

Melly Febrida   |   HaiBunda

Rabu, 12 Dec 2018 07:04 WIB
Ilustrasi anak bosan/ Foto: iStock
Jakarta - Merasa bosan memang nggak mengenakkan ya, Bun. Tapi bagi anak-anak, sebenarnya ada manfaat lho ketika mereka bosan.

Menurut ahli pendidikan di University of East Anglia, saat bosan anak terpaksa merenungkan berbagai peristiwa yang dia alami hari itu. Sehingga, bukan nggak mungkin anak akan membangun imajinasi dengan melamun dan membuat rencana tertentu.

Imajinadi sini penting banget, Bun, untuk perkembangan emosi dan intelektual anak-anak. Demikian disampaikan penulis dari India, Raksha Bharadia dalam buku berjudul Roots and Wings. Menurut Raksha, anak-anak zaman sekarang terlalu diatur hingga mereka sulit punya waktu untuk bersenang-senang.


Kat Rakhsa, memang penting membuat anak sibuk. Tapi, jangan lupa beri kesempatan mereka untuk mengembangan imajinasinya. Caranya, beri anak waktu kosong di mana mereka nggak melakukan apa-apa dan saat itulah anak akan mulai mulai berkhayal.



"Beda saat anak punya waktu kosong. Mau nggak mau dia akan melakukan sesuatu yang mengasah imajinasinya supaya nggak bisan," ujar Raksha.

Begitu juga ketika anak punya sedikit waktu bereksperimen, dia nggak akan mengasah imajinasi karenya kreativitasnya terhambat. Sementara itu, pakar pendidikan anak usia dini Peggy Patten sepakat anak masa kini punya peluang bagus, tapi mereka tak punya banyak waktu untuk menjelajahi segala sesuatunya secara mendalam.

Ilustrasi anak bosan Foto: iStock
Dengan mengikuti terlalu banyak hal, kesempatan anak punya pengalaman jadi dikorbankan. Penelitian menunjukkan saat ini kondisi otak anak pra-sekolah yang tertekan mirip otak orang dewasa yang tertekan, dengan tingkat adrenalin dan kortisol berlebih.

"Anak-anak tidak diberi kesempatan untuk ngobrol, berdiskusi, bermain, atau bersantai bersama keluarga, bahkan ketika mereka melakukan kegiatan masing-masing. Padahal, waktu semacam ini sangat penting untuk membina hubungan yang hangat dan erat," tutur Raksha.

Andre Aelion Broks, penulis dan mantan jurnalis New York Times dalam bukunya Children of Fast Track Parents menuliskan terlalu dini mengikutkan anak-anak ke kegiatan ekstrakurikuler bukan ide yang bagus. Beberapa anak tak bisa tumbuh dengan baik karena begitu banyak tanggung jawab dan mengalami stres berlebih.

Seorang kepala Raising Children Network dan Parenting Research Center, Prof Julie Green, juga pernah mengatakan kalau rasa bosan mengajarkan anak-anak untuk mendorong diri mereka sendiri, meningkatkan ketahanan dan membantu berkontribusi untuk harga diri yang positif.

"Mereka dapat mengeksplorasi ide dan melakukan sesuatu yang sesuai dengan suasana hatinya. Ini adalah dorongan yang kuat bagi anak memakai imajinasinya dan menciptakan skenario bermain yang berbeda," kata Prof Julie kepada Herald Sun.

Jadi, merasa bosan nggak selamanya buruk bagi anak ya, Bun.

(rdn/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Terpopuler: Potret Tya Arifin yang Kini Menetap di Malaysia

Mom's Life Nadhifa Fitrina

7 Sikap Orang Ber-EQ Tinggi saat Menghadapi Konflik

Mom's Life Amira Salsabila

Alice Norin Sempat Cemas Haid 2 Kali Sebulan hingga Periksa ke Singapura, Ternyata...

Kehamilan Amrikh Palupi

5 Potret Anak Artis Lulus TK di 2026, Putra Cut Meyriska hingga Ussy Sulistiawaty

Parenting Nadhifa Fitrina

5 Nama Bayi yang Terinspirasi dari Bulan Juni Beserta Artinya

Nama Bayi Sandra Odilifia & Fauzan Julian Kurnia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Terpopuler: Potret Tya Arifin yang Kini Menetap di Malaysia

7 Sikap Orang Ber-EQ Tinggi saat Menghadapi Konflik

5 Potret Anak Artis Lulus TK di 2026, Putra Cut Meyriska hingga Ussy Sulistiawaty

Kabah Bersolek dengan Kiswah Baru, Ini Sosok Seniman di Balik Kaligrafi Megahnya

Terbukti di 10 Anak, Pakar Ungkap 10 Cara Agar Anak Mau Terbuka ke Orang Tua

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK