HaiBunda

PARENTING

Belum Temukan Istri, Ifan 'Seventeen' Ingin Ucapkan Selamat Ultah

Ratih Wulan Pinandu   |   HaiBunda

Senin, 24 Dec 2018 11:57 WIB
Istri Ifan Seventeen/ Foto: Instagram
Jakarta - Riefian Fajarsyah atau akrab disapa Ifan 'Seventeen' sedang cemas menanti kabar sang istri. Ya, Dylan Sahara yang dinikahi Ifan pada 2016 lalu ikut hilang dalam tsunami yang menerjang Tanjung lesung pada Sabtu malam (22/12).

Sebelumnya, sempat beredar kabar jika Dylan telah ditemukan. Beredar tangkapan layar komentar netizen yang mengabarkan jika ada yang melihat Dylan di sekitaran SMPN 1 Penimbangan. Pemilik akun @fauziahkh_ mengatakan pada Arie K Untung jika istri Ifan 'Seventeen' itu diduga sedang mendapat perawatan di dekat klinik Alinda.

Meski dikabarkan selamat, namun hingga kini Ifan belum juga bertemu dengan Dylan. Setelah lebih dari 24 jam, mereka berpisah tanpa kabar berita dan kepastian.


"Kabarnya terakhir istri aku selamat, cuma memang lagi proses pencarian," tutur Ifan dilansir detikcom.



Seraya menanti kabar sang istri, Ifan juga meminta doa agar segera bertemu dengan Dylan. "Minta doanya saja mudah-mudahan istri aku cepat ditemukan posisinya di mana," lanjutnya.

Lewat Instagram, Ifan juga mencurahkan kegundahan isi hatinya. Dia mengungkap tak sabar bertemu dengan sang istri yang ternyata tengah berulang tahun.

"Hari ini kamu ulang tahun, aku mau ucapin langsung, cepat pulang sayang @dylan_sahara,"tulis Ifan dalam caption.


Sedih ya, Bun, mendengar kabar tersebut. Kita doakan agar Ifan segera menemukan Dylan dalam keadaan selamat ya. Semoga mereka dapat melewati cobaan tersebut dengan hati yang kuat dan lapang dada.

Dalam kehidupan, setiap orang pasti dihadapkan dengan ujian yang berbeda. Salah satunya menghadapi bencana alam seperti dialami para personil Seventeen Sabtu lalu. Akibatnya, tentu akan ada orang yang mengalami trauma pasca bencana.

Mengutip Psichology Today, American Psychological Association mendefinisikan trauma sebagai respon emosional terhadap peristiwa mengerikan seperti kecelakaan, pemerkosaan atau bencana alam. Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) yang berasal dari bencana alam seperti banjir, letusan gunung berapi atau tsunami sangat berbahaya. Pasalnya, dapat membuat trauma dalam jumlah besar yang berdampak pada kehidupan di lingkungan tersebut.

Pada awalnya mereka akan merasakan mati rasa atau penyangkalan. Lalu beralih pada shock yang terasa sangat cepat, hingga memberi jalan pada kondisi emosional yang berlebihan. Dalam fase ini akan menyebabkan kecemasan, rasa bersalah, atau depresi yang tinggi.

Berbagi dengan orang lain dapat menjadi solusi untuk menyembuhkan kesedihan yang mereka alami. Selain melepaskan kecemasan, membantu para korban lainnya juga dapat mengurangi rasa tidak berdaya dan proses penyembuhan.

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ini Dia Negara Paling Jujur dan Paling Tidak Jujur di Dunia, Indonesia Masuk Mana?

Mom's Life Amira Salsabila

Seberapa Efektif Pola Asuh 5:1 untuk Bangun Hubungan yang Sehat antara Anak dan Orang Tua?

Parenting Annisa Karnesyia

Rayakan Hari Anak Nasional Lewat Momen Penuh Keceriaan Bersama Anak-anak Pejuang Kanker

Parenting Tim HaiBunda

Darah Haid Menggumpal seperti Daging Hati Ayam, Apakah Normal?

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

4 Kode Warna dan Abjad Nutri-Level di Produk Pangan Olahan

Mom's Life Tim HaiBunda

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Dongeng: Anak Itik Buruk Rupa

Bayi Minum ASI Banyak Hari Ini tapi Besok Sedikit, Normalkah?

5 Potret Andy /rif Bersama Kedua Putranya, Beda Postur Tubuh Ayah-Anak Jadi Sorotan

Seberapa Efektif Pola Asuh 5:1 untuk Bangun Hubungan yang Sehat antara Anak dan Orang Tua?

Rayakan Hari Anak Nasional Lewat Momen Penuh Keceriaan Bersama Anak-anak Pejuang Kanker

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK