HaiBunda

PARENTING

Memahami Kesedihan Anak Andi 'Seventeen' Saat Kehilangan Orang Tuanya

Ratih Wulan Pinandu   |   HaiBunda

Senin, 24 Dec 2018 18:16 WIB
Andi Seventeen meninggal dunia/ Foto: Andi 'Seventeen' (Instagram Dian)
Jakarta - Tragedi tsunami di Tanjung Lesung, Banten menyisakan duka mendalam untuk keluarga korban. Tak terkecuali untuk para keluarga personil band Seventeen yang ikut menjadi korban meninggal dalam kejadian tersebut.

Sebelumnya, dikabarkan jika dua personilnya meninggal di lokasi kejadian. Herman dan Bani, bahkan telah dimakamkan di tanah kelahiran masing-masing. Kabar terbaru dari sang vocalist, Ifan 'Seventeen' jika drummer mereka, Andi pun ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa. Sebuah kabar yang menyayat hati tentunya ya, Bun.

Semasa hidupnya, pemilik nama lengkap Windu Andi Darmawan ini terlihat sangat dekat dengan anak-anaknya. Dilihat dari Instagram-nya, Andi sangat sering lho Bun menghabiskan waktu bersama 3 anak-anaknya.




Pria 36 tahun ini meninggalkan dua anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Dalam sebuah posting-an pada 1 September lalu, Andi nampak menyemangati anak pertamanya yang akan ikut kejuaran Judo. Diungkap Andi jika kemenangan yang sesungguhnya adalah menatang diri sendiri.

Di lain waktu, Andi mengunggah kebersamaan bersama istru tercintanya. Menurutnya, kebersamaan merupakan kebahagian yang tak ternilai harganya. Sedih banget ya, Bun, melihat kenyataan mereka harus kehilangan Andi, sosok ayah yang sangat sayang keluarganya.


Dibanding orang dewasa, anak-anak punya cara tersendiri dalam mengekspresikan kesedihan saat kehilangan orang yang mereka cintai. Melansir Kids Health, anak-anak akan mengatasi rasa kehilangan sesuai dengan usia mereka, seberapa dekat dengan orang tua yang meninggal dan dukungan yang mereka terima.

Untuk membuat mereka mudah menerima, sebaiknya gunakan bahasa sederhana saat menjelaskan tentang kematian. "Misalnya, 'Bunda punya berita sedih untuk diceritakan. Nenek meninggal hari ini'. Lalu berhenti, beri waktu anak sejenak untuk mendengarkan kata-kata Anda," ungkap psikolog anak, D'Arcy Lyness, PhD.

Beri anak untuk tetap merasa nyaman, dan jangan membiarkan perasaan sedihnya. Setelah beberapa saat, bantulah anak untuk merasa sedikit lebih baik. Selanjutnya, beri waktu anak untuk sembuh dari kehilangan. Penyembuhan tidak berarti melupakan orang yang dicintai. Biarkan ingatan yang penuh kasih membangkitkan perasaan yang lebih baik agar anak-anak bisa menikmati hidupnya.

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Terpopuler: Potret Reza SMASH Resmi Menikah di KUA

Mom's Life Nadhifa Fitrina

9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi

Mom's Life Amira Salsabila

5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari

Parenting Nadhifa Fitrina

7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen

Kehamilan Annisa Karnesyia

5 Potret Terbaru Ashanty Makin Langsing Usai Sukses Diet IF & Olahraga

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Waspadai 7 Gejala Diabetes Awal yang Terasa Saat Bangun Tidur

Terpopuler: Potret Reza SMASH Resmi Menikah di KUA

9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi

5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari

7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK