HaiBunda

PARENTING

Aneka Stimulasi untuk Anak Sejak di Kandungan

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Jumat, 08 Feb 2019 20:02 WIB
Aneka Stimulasi untuk Anak Sejak di Kandungan/ Foto: Istock
Jakarta - Selain nutrisi yang tepat, stimulasi sejak anak di kandungan sampai lahir penting diberikan. Ya, supaya mereka tumbuh optimal. Hmm, stimulasi apa aja sih yang bisa diberikan untuk si kecil?

Saat Bunda hamil, stimulasi bisa diberi pada bayi misalnya dengan mengajaknya bicara.

Apalagi, setelah lahir suara pertama yang didengar anak adalah suara Bunda. Selain ajak anak bicara, bisa juga Bunda membacakan cerita atau mendengarkan musik bareng si kecil, demikian dilansir Motherly.


Bunda juga bisa menstimulasi indera perasa pada bayi saat masih dalam kandungan lho. Saat memasuki usia kehamilan 21 minggu, bayi dalam kandungan bisa merasakan rasa tertentu yang berasal dari cairan ketuban. Makanya, tiap individu punya preferensi rasa.

Stimulasi lainnya adalah sentuhan. Saat kandungan berusia 19 minggu, bayi sudah mulai sensitif dengan sentuhan yang bisa membuatnya nyaman bahkan sampai dilahirkan.



Stimulasi setelah anak lahir

"Stimulasi, nutrisi dan imunisasi yang lengkap akan memberikan perlindungan fisik pada anak agar tidak sakit," ujar Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, SpA (K), MSi, dokter tumbuh kembang anak.

Stimulasi yang tepat bisa juga sebagai perlindungan dalam kekerasan, lho Bun. Ya, ketika kita memberi stimulasi dengan baik dan lembut, otomatis anak terlindung dari kekerasan kan?

"Stimulasi lainnya adalah dengan mengajak anak bermain. Bunda bisa bantu merangsang anak dengan mengenalkannya ke bentuk benda dan minta dia menyebutkan namanya. Ajak anak menggambar atau sekadar mencoret-coret juga bisa," kata dr Soedjatmiko dalam acara Peluncuran Gerakan '1 Juta Iya Boleh' Dancow Advanced Excelnutri+ di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta (7/2/2019).

Lalu, biarkan anak berkreasi dan berinovasi, karena mereka pasti akan berani. Dengan begitu, anak juga berani memimpin dirinya sendiri dan kelompok-kelompok kecil. Bagi Bunda, penting juga mengetahui tumbuh kembang anak sesuai umur. Jadi bisa tahu stimulasi yang tepat untuk mereka.



"Saat anak bermain dengan permainan yang disuka, dia pasti akan mudah bosan. Di situlah peran orang tua penting untuk membuat variasi stimulasi sesuai umur anak," ujar dr Soedjatmiko.

Menurutnya, yang perlu diingat adalah saat anak mengalihkan diri ke permainan baru, selalu puji anak ya, Bun. Pujian juga akan membantu mengembangkan rasa empati anak. Kata dr Soedjatmiko, stimulasi bisa diberi sejak dini.

Jadi, biarkan mereka bereksplorasi, bermain, belajar dan berkembang. Yang penting selalu dampingi dan pilih permainan yang tepat untuk mereka ya! (ank/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

6 Kebiasaan yang Diam-diam Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

Menyusui Indah Ramadhani

4 Kalimat Langka yang Diucapkan Laki-laki saat Tulus Jatuh Cinta Menurut Psikolog

Mom's Life Amira Salsabila

5 Kebiasaan yang Tidak Disadari Bisa Merusak Ingatan, Bisa Memicu Demensia

Mom's Life Amira Salsabila

10 Cara Menyikapi Masa Pubertas pada Remaja yang Benar

Parenting Nadhifa Fitrina

Cantiknya Elif Anak Siti KDI Blasteran Turki, Tampil Slay saat Main Padel

Parenting Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Sedang Merasa Dibenci Semua Orang? Ternyata Ini Maknanya Menurut Psikologi

10 Cara Menyikapi Masa Pubertas pada Remaja yang Benar

6 Kebiasaan yang Diam-diam Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

11 Penyebab Perut Sakit saat Hamil, Tanda Bahaya & Cara Mengatasinya

5 Kebiasaan yang Tidak Disadari Bisa Merusak Ingatan, Bisa Memicu Demensia

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK