HaiBunda

PARENTING

Cara Jitu Mengajari Anak Merawat Kesehatan Gigi dan Mulut

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Kamis, 21 Feb 2019 18:02 WIB
Cara Jitu Mengajari Anak Merawat Kesehatan Gigi dan Mulut/ Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Sebagian orang berpendapat, lebih baik sakit hati daripada sakit gigi. Setuju ya, Bun? Ngomongin kesehatan gigi, drg. Yudha Rismanto, Sp.Perio mengatakan, keluhan yang datang dari pasien ke dokter enggak jauh-jauh dari gigi sakit, gusi bengkak, rasa enggak nyaman, dan bau mulut.

Untuk itu, ia mengimbau agar orang dewasa dan anak-anak selalu menjaga kesehatan mulutnya. Yudha menjelaskan tanda gigi dan mulut yang sehat, bisa digunakan untuk mengunyah dan mengecap secara optimal.

"Gusinya bagus enggak ada lubang, gusi enggak meradang dan enggak bau mulut," ujar Yudha di acara Listerine 'Ubah dengan Suara', di sebuah hotel kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (20/2/2019).


Kenapa bisa bau mulut? Yudha bilang, bau mulut datangnya dari kuman. Dalam 24 jam, jika tidak menyikat gigi maka koloni kuman tadi akan matang dan aktif di mulut. Akibatnya kuman menghasilkan metabolisme yang disebut halitosis, lalu timbul lah plak.

"Kalau sudah parah, ia akan mengganggu sistemik, mengganggu organ kardiovaskular, mengganggu kehamilan, dan lainnya," tutur Yudha.

Lalu, bagaimana cara merawat kesehatan gigi dan mulut anak yang benar. Simak pemaparan Yudha, yuk.

1. Sikat gigi dua kali sehari

Kenapa dua kali sikat gigi? Karena ada koloni kuman, Bun. Kata Yudha, kalau sudah matang (memakan waktu 10 - 12 jam), maka kuman akan bersifat destruktif.

"Pagi setelah mulut kita tidur, air liur pH-nya drop, metabolisme kuman menjadi gas, makanya jadi bau mulut. Makanya pagi setelah makan kita harus sikat gigi. Begitu pula malam harinya sebelum tidur," kata Yudha.

Cara Jitu Mengajari Anak Merawat Kesehatan Gigi dan Mulut/ Foto: Thinkstock

2. Flossing

Setelah sikat gigi, dianjurkan Yudha untuk flossing, membersihkan sela-sela gigi memakai benang. Waktunya pun sama, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur.

"Sikat gigi dan flossing baru membersihkan permukaan gigi sebanyak 25 persen," ujar Yudha.

3. Rinsing

Rinsing atau berkumur adalah cara terakhir yang harus dilakukan. Setelah bersih 25 persen, 75 persen kebersihan gigi dan mulut ternyata datang dari aktivitas rinsing.

"ADA (American Dentists Associations) dan PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia) merekomendasikan rinsing setelah flossing. Pasien yang menambahkan essential oil (obat kumur) menjadi lebih sehat daerah gingival-nya," lanjut Yudha.

Lalu bagaimana dengan anak-anak? Kata Yudha, anak-anak boleh saja berkumur asal dalam pengawasan jika usianya di bawah enam tahun. Amannya, jika tak ingin khawatir obat kumurnya tertelan, bisa pakai air garam infus yang bisa dibeli di apotek.

"Anak-anak harus dilatih dulu sampai bisa membuang air kumuran. Kalau belum bisa, gosokkan giginya dengan waslap yang sudah dibasahi dengan obat kumur," tutup Yudha.

(aci/rap)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

7 Racun Tikus Alami yang Bisa Dibuat di Rumah

Mom's Life Amira Salsabila

Potret Ummi Quary Berhasil Punya Rumah di Usia 24 Tahun, Kado Buat Diri Sendiri

Mom's Life Nadhifa Fitrina

7 Ciri Kebiasaan Orang Cerdas yang Sering Tak Disadari

Mom's Life Angella Delvie Mayninentha & Fauzan Julian Kurnia

16 Mahasiswa FHUI Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Diskors hingga 30 Mei 2026

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Pentingnya Deteksi Dini Penyakit Liver, Kini Bunda Bisa Cek di LMWC Mayapada Hospital Bandung

Mom's Life Tim HaiBunda

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Potret Tamara Bleszynski dalam Balutan Dress Hitam saat Hadiri Pernikahan Teuku Rassya

Potret Perjalanan Penyanyi Adikara dan Istri Sambut Kelahiran Anak Pertama

Pentingnya Deteksi Dini Penyakit Liver, Kini Bunda Bisa Cek di LMWC Mayapada Hospital Bandung

16 Mahasiswa FHUI Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Diskors hingga 30 Mei 2026

7 Racun Tikus Alami yang Bisa Dibuat di Rumah

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK