parenting

3 Trik agar Buku Bacaan Anak Awet

Melly Febrida Selasa, 26 Feb 2019 14:00 WIB
3 Trik agar Buku Bacaan Anak Awet
Jakarta - Anak-anak bisa aja membaca buku. Meskipun, seringnya mereka belum memahami nilai sebuah buku. Jangan kaget kalau Bunda memberi buku, eh lembaran kertasnya malah dirobek oleh anak.

Ketika berusia 1 - 2 tahun, si kecil mungkin masih memperlakukan buku sesukanya. Entah digigit, dibanting, atau dibaca sambil disuapi. Itu semua karena sejumlah buku untuk balita memang dirancang untuk 'diapakan' saja.

Karena itu, biasanya buku khusus balita terbuat dari kertas tebal dan berplastik atau kain. Namun, untuk buku anak usia dua tahun biasanya lebih banyak jenisnya. Misalnya terbuat dari kain, berbentuk pop up, serta lift the flap yang harus dibuka dengan hati-hati.



Saat inilah waktunya si kecil belajar memperlakukan buku-bukunya dengan lebih baik. Jika tidak si kecil bisa saja melecekkan kertas, bahkan merobeknya. Kalau begitu, coba arahkan anak dan beri tahu gimana cara memperlakukan buku dengan baik.

Dikatakan profesor psikologi di Weill Cornell Medical College, Kenneth Barrish, Ph.D, ketika kita mengkritik anak, justru anak merasa tidak dimengerti. Kemudian, anak bisa merasa disalahkan dan sebal dengan orang tuanya.

ilustrasi buku anakilustrasi buku anak/ Foto: iStock
"Untuk itu, ketika kita hendak membenarkan perilaku anak, katakan dengan lembut dan jangan lupa, dengarkan anak. Dengan begini, anak akan merasa dihargai dan mereka akan lebih mendengarkan orang tuanya," tutur Barrish dilansir Psychology Today.

Pasti Bunda ingin buku untuk anak awet kan? Nah, Tappin Book Mine, institusi berpengalaman dalam penjualan buku di Northeast Florida, Amerika Serikat berbagi caranya yaitu"

1. Mengambil dan memegang buku

Bunda bisa mencoba membiasakan anak mencuci tangan dan mengeringkannya sebelum memegang buku. Tangan yang kotor, berminyak, atau basah membua buku gampang berjamur atau sobek.

Ajari anak mengambil buku dengan menarik ke arah kita dengan posisi menyamping. Untuk memegang buku, topang bagian belakang buku dengan kedua tangan, bukan memegang kedua tepinya. Jika si kecil ingin meletakkan buku di bidang datar, ingatkan agar dia tak berusaha meratakan bagian sambungan di tengah buku.

2. Penggunaan buku

Biasanya buku diletakkan dengan menghadap bawah untuk menandai halaman. Padahal, cara ini bisa merusak sambungan buku hingga halaman buku mudah terlepas dari. Biasakan anak memakai pembatas buku sebagai penanda.

Selain itu, jangan jadikan buku sebagai alas. Kalau buku dipakai untuk alas menulis, tekanan ujung alat tulis bisa menggores atau menyobek permukaan buku. Jika menggunakan pulpen atau spidol, tintanya bisa merembes mengenai buku.

3. Menyimpan dan merawat



Biasakan menyimpan buku dalam posisi berdiri dan jauhkan dari sinar matahari. Paparan sinar matahari bisa bikin warna buku kusam, keriput, dan mudah sobek. Untuk merawatnya, Bunda bisa sesekali mengajak si kecil membersihkan debu yang menempel di buku dengan lap bersih dan kering. Jelaskan bahwa buku juga perlu dijaga kebersihannya secara teratur.

Jangan biasakan anak makan dan minum ketika baca buku ya, Bun. Serpihan makanan atau percikan minuman bisa mengotori buku. Kotoran yang tertinggal bisa ditumbuhi jamur, mengundang semut atau serangga lain, dan meninggalkan bekas.

[Gambas:Video 20detik]

(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi