parenting

Keren! Saat Anak dengan Down Syndrome Main Musik dan Bernyanyi

Radian Nyi Sukmasari Senin, 11 Mar 2019 14:38 WIB
Keren! Saat Anak dengan Down Syndrome Main Musik dan Bernyanyi
Jakarta - Musik, sesuatu yang lumrah disukai anak-anak, tak terkecuali anak dengan down syndrome. Sehingga, bukan enggak mungkin anak dengan down syndrome pun bisa tampil unjuk kebolehan bermain musik.

Contohnya dalam rangka Hari Musik Nasional yang jatuh pada 9 Maret lalu, taman bermain keluarga dan anak Miniapolis bekerja sama dengan Persatuan Orang Tua Anak Dengan Down Syndrome (POTADS) mengajak adik-adik POTADS tampil untuk memberikan persembahan seni. Keren!


Atina Mardhatilla, kepala department marketing Miniapolis bilang acara ini diselenggarakan untuk membuktikan bahwa tiap anak terlahir dengan potensinya masing-masing. Nah, dengan tema 'Melody of Love' kali ini, diharapkan anak-anak dengan down syndrome bisa menunjukkan potensi diri dan tetap semangat berkarya.


Anak POTADS bermain djimbeAnak POTADS bermain djimbe/ Foto: dok. Miniapolis
"Tema 'Melody of Love' kami ambil berdasarkan perayaan Hari Musik Nasional yang jatuh pada tanggal 9 Maret dan tanggal 21 Maret nanti yang juga diperingati sebagai World Down Syndrome Day," ujar Atina dalam keterangan tertulis kepada HaiBunda.

Dalam acara ini, anak-anak bermain alat musik salah satunya djimbe. Bagi anak yang masih kecil, pastinya hal ini bisa jadi pencapaian yang luar biasa kan, Bun? Perayaan Hari Musik Nasional 'Melody of Love' Miniapolis diadakan di dua tempat yakni Miniapolis Plaza Indonesia Jakarta dan Miniapolis 23 Paskal Bandung.

"Penampilan anak-anak down syndrome mulai dari bermain djimbe, keyboard, menyanyi dan menari," tambah Atina.

Kegiatan mewarnaiKegiatan mewarnai/ Foto: dok. Miniapolis

Dini Prihatini, wakil ketua II POTADS Pusat menambahkan anak adalah suatu karunia terbesar yang diberikan Tuhan. Ya, ada anak yang dilahirkan normal, ada pula yang dilahirkan 'istimewa', salah satunya anak dengan down syndrome. Menurut Dini, POTADS ada untuk mengayomi para orang tua yang mendapatkan karunia tersebut, supaya tak merasa sedih.

"Kami ingin membina anak-anak tersebut untuk berlatih, demi prestasi yang anak-anak di usia mereka yang normal, juga dapatkan di luar sana. Kami tidak ingin ada perbedaan antara anak-anak down syndrome dengan anak lainnya. Sehingga, tujuan kami, adalah agar para orang tua juga dapat terus bangga dan bersyukur atas anak yang dititipkan Tuhan padanya, bagaimana pun keadaannya," jelas Dini.

Penampilan tari jaipongPenampilan tari jaipong/ Foto: dok. Miniapolis
Dikutip dari Lone Star School Music, musik bisa jadi bentuk terapi untuk anak dengan down syndrome. Adapun manfaat ketika anak dengan down syndrome terpapar musik yaitu:

1. Melatih kemampuan motorik, pergerakan, dan koordinasi

Ritme dalam musik bisa membuat anak dengan down syndrome berlatih tentang pergerakan dan waktu. Terpapar musik berulang kali membuat mereka mengembangkan kemampuan koordinasi bagian tubuhnya, seperti anggota gerak dan mata.

Musik juga bisa memperbaiki koordinasi otot anak-anak dengan down syndrome, Bun.


2. Keterampilan sosial dan komunikasi

Dengan bermain musik dan melafalkan lirik lagu, anak-anak bisa melatih kemampuan komunikasi dan berbahasanya. Belum lagi ketika mereka membawakan musik secara grup, kemampuan bersosialiasinya bisa lebih terasah, Bun.

Salah satu anak menyanyikan sebuah laguSalah satu anak menyanyikan sebuah lagu/ Foto: dok. Miniapolis
3. Memori dan kemampuan belajar

Ketika anak menyanyikan sebuah lagu, otomatis dia akan mengingat liriknya. Nah, ini secara enggak langsung mengasah memori dan kemampuan kognitif anak dengan down syndrome.

[Gambas:Video 20detik]

(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi