parenting

Jangan Ada Lagi Stigma dan Nyinyiran untuk Anak Down Syndrome

Radian Nyi Sukmasari Kamis, 21 Mar 2019 15:32 WIB
Jangan Ada Lagi Stigma dan Nyinyiran untuk Anak Down Syndrome
Jakarta - Komentar nyinyir bahkan stigma bisa disampaikan masyarakat ketika melihat kondisi anak yang terlahir spesial. Sebut saja ketika seorang anak terlahir dengan down syndrome. Hal ini pernah dialami salah satu sahabat HaiBunda, Rismaya.

Wanita yang akrab disapa Risma ini memiliki seorang anak bernama Ganesh Maghani. Bocah yang pada Agustus mendatang genap dua tahun ini dinyatakan down syndrome saat lahir, Bun. Dalam keseharian, Risma beberapa kali mendapat komentar tak mengenakan terkait kondisi Ganesh.

Namun, ada satu momen yang menurut Risma amat memorable yakni saat dia berbelanja sayur, ada seorang ibu bertanya berapa usia Ganesh. Setelah itu, si ibu bilang jika usia Ganesh sama dengan cucunya, tapi sang cucu gemuk. Ya, sebab, saat itu tubuh Ganesh memang kurus, Bun.

"Dalam hati aku, apaan sih ini orang. Ganesh kan ada bocor jantung jadi memang dia kurus, pertumbuhannya kan terhambat. Terus si ibu nanya Ganesh udah bisa apa karena cucunya udah bisa jalan. Tapi, tatapannya kayak gimana gitu," kata Risma, saat berbincang dengan HaiBunda.

Ganesh MaghaniGanesh Maghani/ Foto: dok.pribadi
'Anak saya udah bisa bayar zakat, udah bisa bayar token listrik sendiri, Bu,' itulah jawaban yang disampaikan Risma. Tak lama, si ibu pun berlalu. Risma berpikir, bisa jadi si ibu enggak enak hati atau justru kesal karena mendapat jawaban yang enggak memuaskan.


"Aku sih bodo amat ya. Sebenarnya lihat lawan bicara juga sih. Kalau si orang ini kayaknya nyinyir, aku celetukin gitu, aku ledekin. Tapi, kalau memang mereka benar-benar mau tahu kondisi Ganesh, aku jelasin apa yang dia alami. Biasanya mereka yang kayak gitu lebih paham dengan kondisi Ganesh," tambah wanita 27 tahun ini.

Satu hal yang ditekankan Risma, dia tidak mau orang lain mengasihaninya karena memiliki anak yang spesial. Maka dari itu, Risma dan sang suami, Hellizar, sepakat hendak menunjukkan mereka tak selemah itu.

Nah, di Hari Down Syndrome Sedunia yang diperingati tiap 21 Maret atau hari ini, sebagai orang tua anak down syndrome (ADS), Risma juga punya pesan untuk masyarakat. Risma berharap, masyarakat bisa lebih terbuka dalam menerima keadaan ADS. Sebab, menurut Risma, ADS juga sama kok dengan anak non-ADS.

Ganesh MaghaniGanesh Maghani/ Foto: dok.pribadi
"Mereka juga sedih kalau dengar kalimat jahat, mereka senang kalau kita ajak main, ketawa. Mereka bisa kok kasih feedback saat kita ajak interaksi. Mereka bisa banget seperti itu. Lalu, mulai dari sekarang coba hilangkan stigma anak down syndrome itu anak idiot dan enggak bisa apa-apa," tegas Risma.

Bahkan, bukan enggak mungkin kan, Bun, ADS lebih berprestasi dari anak yang tidak mengalami down syndrome? Makanya, Risma berharap banget, di Hari Down Syndrome Sedunia kali ini masyarakat bisa lebih peduli, sayang, menerima, dan terbuka dengan anak-anak down syndrome.


"Anak kami sama dengan anak pada umumnya. Kita sama-sama manusia, jadi yuk lebih memanusiakan manusialah supaya kita lebih dekat dengan ADS," ujarnya.

Lantas, apa sih harapan Risma dan Hellizar untuk si kecil Ganesh yang hobi makan pisang ini? "Semoga Ganesh jadi anak yang paling bahagia di dunia. Ke depannya, Ganesh mau jadi apa, melakukan apa, semoga itu bikin Ganesh jadi anak yang paling bahagia," tutup Risma.

Tetap semangat ya, Bunda Risma dan bunda-bunda lain dalam membesarkan si kecil yang spesial dan luar biasa!

[Gambas:Video 20detik]

(rdn/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi