parenting

Efek Samping Bila Balita Terlalu Sering Minum Kopi

Melly Febrida Jumat, 05 Apr 2019 08:01 WIB
Efek Samping Bila Balita Terlalu Sering Minum Kopi
Jakarta - Bunda termasuk yang memperbolehkan si kecil minum kopi? Sebagai ibu, pernah terbesit di benak saya pertanyaan apa efeknya ketika anak balita sering minum kopi yang notabene mengandung kafein.

Sejauh ini American Academy of Pediatrics (AAP) belum menetapkan pedoman konsumsi kafein untuk anak-anak. Namun, AAP merekomendasikan anak-anak usia di bawah 12 tahun sebaiknya tak minum kafein.

Pada 2014, AAP melakukan tugas khusus untuk mengatasi meningkatnya konsumsi kafein pada anak-anak. Dalam laporan khususnya, mereka mencatat 73 persen anak-anak Amerika minum beberapa jenis kafein setiap hari.




Minuman mengandung kafein yang paling umum dikonsumsi oleh anak yakni minuman soda. Sementara itu, kopi menempati urutan kedua antara 2009 dan 2010, dan sekitar seperempat kafein yang dikonsumsi anak-anak berasal dari kopi. Sedangkan, minuman berenergi menempati urutan ketiga dan konsumsinya juga meningkat. Teh juga sangat umum dikonsumsi anak-anak mulai usia dua tahun.

Seorang perawat senior Chaunie Brusie, RN, mengatakan rekomendasi AAP ini muncul setelah maraknya anak remaja yang mengonsumsi minuman berenergi. Sedangkan, penelitian lain menemukan konsumsi kopi dan kafein ditambah gaya hidup lain bisa menyebabkan hal negatif seperti:

1. Depresi
2. Diabetes tipe 1
3. Gangguan tidur
4. Penyalahgunaan zat
5. Kegemukan
6. Kegelisahan
7. Detak jantung meningkat
8. Tekanan darah berubah
9. Gugup
10. Masalah pencernaan
11. Diare
12. Kesulitan berkonsentrasi
13. Muntah
14. Kegelisahan
15. Sering buang air kecil
16. Dehidrasi

Ditemukan pula balita usia 2 tahun yang minum kopi atau teh di sela waktu makan tiga kali lebih berisiko mengalami obesitas saat duduk di bangku TK. Brusie menambahkan, dosis kafein yang sangat tinggi dapat menyebabkan kejang dan serangan jantung, dengan risiko kematian.

"Dan jelas, anak-anak, terutama balita, lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan dari kafein karena mereka memiliki massa tubuh lebih sedikit dan tubuh mereka belum begitu matang dalam memproses kafein," kata Bruise yang juga penulis buku Tiny Blue Lines: Reclaiming Your Life, Preparing For Your Baby, and Moving Forward in an Unplanned Pregnancy ini, mengutip Very Well Family.

Efek Samping Bila Balita Terlalu Sering Minum KopiFoto: iStock
Sayangnya, kata Brusie, para ilmuwan belum tahu efek jangka panjang kafein pada otak yang sedang berkembang, terutama pada usia balita. Dia menuturkan, mungkin yang bisa terlihat anak jadi lebih berenergi setelah minum secangkir kopi. Tapi, apa yang terjadi pada otak balita jika dia minum secangkir kopi yang sama setiap hari selama bertahun-tahun belum diketahui.



"Kafein bersifat stimulan. Pada orang dewasa saja konsumsinya mesti dibatasi, apalagi pada anak. Boleh sesekali anak meminumnya, tapi tetap diatur porsinya. Lebih baik ganti dengan minuman lain seperti susu, cokelat panas, atau teh herba," tambaha Bruise.

AAP menyarankan bagi anak di atas usia 12 tahun, batasi konsumsi kafein maksimal 100 mg sehari. Seperti diketahui kopi yang dikonsumsi bisa merangsang sistem simpatik. Karenanya orang dewasa yang jarang mengonsumsi kopi bisa menyebabkan jantung berdetak lebih cepat atau menyebabkan diare jika minum kopi.

"Hal ini juga berlaku pada balita yang diberikan kopi meskipun jumlahnya sangat sedikit. Pada intinya memberikan kopi pada anak-anak akan lebih banyak efek sampingnya dibandingkan dengan manfaatnya," ujar dr.Rifan Fauzie, Sp.A, mengutip detikcom.

[Gambas:Video 20detik]

(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi