parenting

Efek Psikis Merawat Ortu Sakit Seperti Dialami Britney Spears

Maya Sofia Sabtu, 06 Apr 2019 08:04 WIB
Efek Psikis Merawat Ortu Sakit Seperti Dialami Britney Spears
Jakarta - Meski sudah menjadi seorang selebritas, penyanyi Britney Spears tetap mengutamakan keluarga. Saat nyawa sang ayah, Jamie Spears, terancam karena mengalami pecah usus besar, Britney memutuskan vakum dari kegiatannya sejak Januari 2019.


Ibu dua anak ini fokus merawat sang ayah yang kondisinya tengah memburuk. Lewat status Twitter beberapa waktu lalu, Britney mengungkapkan bahwa sang ayah yang berusia 66 tahun harus dirawat dan nyaris meninggal.

"Sangat penting menempatkan keluarga di atas segalanya. Inilah keputusan yang harus saya buat," kata Britney.


Merawat anggota keluarga yang sakit tentunya membutuhkan tenaga dan waktu tersendiri. Itulah yang dilakukan Britney. Namun, rupanya karena terlalu fokus merawat sang ayah, kondisi kesehatan Britney ikut terganggu.

Britney dikabarkan masuk ke fasilitas kesehatan mental. Hubungan Britney dan sang ayah memang sangat dekat, Bun. Tak heran saat Jamie jatuh sakit, Britney sampai berhenti bekerja. Apalagi, sang ayah diketahui harus menjalani sejumlah operasi beberapa pekan lalu.

"Jamie tidak sehat. Mereka sangat dekat dan sudah banyak hal terjadi. Tidak ada yang dramatis yang terjadi pada Britney. Dia hanya baru sadar bahwa dia perlu memastikan untuk meluangkan waktu guna merawat dirinya sendiri," ujar salah seorang sumber yang tidak disebutkan namanya kepada People.

Dalam Instagram pribadinya @britneyspears, Britney pun menulis, "We all need to take time for a little "me time." :)"

[Gambas:Instagram]

Bunda, memang tidak mudah merawat orang tua yang sedang sakit. Bahkan, anggota keluarga yang merawat bisa mengalami stres dan sayangnya tidak disadari karena fokus merawat orang tua mereka, seperti dialami Britney.

Mengutip situs Focus on The Family, Bunda bisa mempelajari tanda-tanda stres yang disebabkan karena merawat orang tua yang lanjut usia atau sakit. Tanda-tanda tersebut antara lain mengalami sedih, murung, dan marah yang tidak biasa.

Kemudian, perhatikan juga jika Bunda mulai menarik diri dari kehidupan sosial, mudah lelah, dan mengalami masalah tidur. Sakit kepala berulang, pola makan yang berubah, sakit perut, hingga masuk angin juga jadi beberapa tanda stres.

Perhatikan juga performa di tempat kerja. Cek apakah terjadi penurunan kinerja yang signifikan. Terakhir adalah Bunda mengalami perasaan takut, putus asa, dan depresi.

Nah, untuk menghindari hal-hal di atas, ada baiknya kita tetap memperhatikan kesehatan diri sendiri, Bun. Misal, membuat daftar rutinitas harian, jangan malu meminta tolong, kemudian tetap jaga kesehatan tubuh dan pikiran dengan berolahraga, istirahat, dan bersosialiasi dengan teman.


Jika Bunda sudah merasa muncul tanda depresi, segera cari pertolongan pada tenaga profesional. Bunda juga bisa secara rutin berkomunikasi dengan konselor bahkan teman dekat mengenai perasaan yang dialami.

[Gambas:Video 20detik]




(som/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi