parenting

Noken, Wujud Perlindungan bagi Anak-anak di Papua

Radian Nyi Sukmasari Jumat, 05 Apr 2019 18:30 WIB
Noken, Wujud Perlindungan bagi Anak-anak di Papua
Jakarta - Bunda pasti tahu Noken kan? Tas tradisional masyarakat Papua yang terbuat dari serat kulit kayu pohon Manduam, Nawa, atau Anggrek hutan. Tas warna-warni yang eksentrik ini telah ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya dunia Tak Benda oleh Unesco pada 4 Desember 2012 di Paris, Prancis. Selain bermanfaat sebagai tas, ternyata noken menjadi simbol perdamaian bagi masyarakat Papua termasuk wujud perlindungan anak di Papua, Bun.

"Noken menjadi simbol kehidupan yang baik, kesuburan, kedewasaan, serta bentuk cinta kasih mama-mama Papua kepada anaknya," ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Yohana Yembise.

Berkaitan dengan hal itu, beberapa waktu lalu Kemen PPPA bersama Persekutuan Gereja Kristen Alkitab Indonesia, menyelenggarakan pencanangan serta penandatanganan prasasti Mama Noken dan Noken Anak bagi Persekutuan Wanita (PW) Persekutuan Gereja Kristen Alkitab Indonesia dan anak usia dini suku Arfak di Distrik Minyambou pegunungan Arfak, Papua Barat.

Foto: (chelsea Islan/Instagram)
"Kegiatan ini bertujuan untuk memelihara kearifan lokal budaya Papua serta meningkatkan strategi perlindungan perempuan dan anak dengan menghadirkan nilai nilai religius serta mampu memperkuat tali persaudaraan melalui kreatifitas Noken", tutur Yohana dalam keterangan tertulis yang diterima HaiBunda.

Senada dengan Yohana, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan juga mengatakan pentingnya Noken bagi masyarakat Papua. "Dari lahir kita sudah digendong dengan Noken, sebagai perwujudan rasa cinta dan kasih sayang mama kepada kita. Di zaman modern saat ini, walaupun keseharian kita pakai baju batik, tetap Noken selalu melingkar di badan kita," kata Dominggus.


Dalam tradisi Papua, Noken memang menjadi sumber kehidupan terutama bagi mama Papua. Noken dipakai untuk mencari nafkah serta membawa hasil pertanian seperti sayuran dan umbi-umbian, lalu barang-barang dagangan, termasuk kayu bakar. Selain itu, Noken juga dipakai sebagai alat gendong anak yang masih belum bisa berjalan.

Sehingga, anak dapat selalu terjaga, terlindungi, dan terpantau langsung oleh mamanya. Noken juga mempunyai keunikan, salah satunya dibawa dengan dicantolkan di kepala.



"Sesuai dengan Konvensi Hak Anak (KHA), sebagai penerus masa depan bangsa seharusnya hak-hak anak diperhatikan dan dilindungi. Anak harus kuat dan sehat, perempuan dan anak harus menjadi perhatian bersama. Berdayakan perempuan dengan potensi yang ada, mandiri, saling bekerja sama dalam membina rumah tangga dan yang paling utama jangan ada lagi kekerasan terhadap perempuan dan anak," kata Yohana memberi pesan.

[Gambas:Video 20detik]

(rdn/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi