parenting

Pertolongan Pertama Saat Si Kecil Demam Tinggi

Yuni Ayu Amida Senin, 08 Apr 2019 08:00 WIB
Pertolongan Pertama Saat Si Kecil Demam Tinggi
Jakarta - Pernah mendapati si kecil demam tinggi, Bun? Meski demam adalah penyakit yang terbilang umum untuk anak-anak, namun kita tidak boleh menyepelekan. Ada baiknya, kita tahu bagaimana penanganan tepat agar si kecil bisa segera sembuh.

Menurut dr.Tjatur Kuat Sagoro, Sp.A, dokter spesialis anak dari RS Persahabatan, pertolongan pertama saat anak demam adalah dengan melonggarkan bajunya dan berikan suasana yang lebih nyaman, kemudian kompres dengan air hangat.

"Harus dengan air hangat. Setelah dikompres, tentu harus diberi obat," ujar Tjatur, dikutip dari detikcom.


Ia menambahkan, obat yang diberikan haruslah yang terpercaya, misal parasetamol. Sebaiknya, lanjut Tjatur, untuk dosis obat disesuaikan dengan berat badan anak, bukan sesuai usianya seperti yang banyak tercantum di kemasan obat-obatan.

"Kalau berdasarkan usia itu sebenarnya kurang tepat. Tapi, pada prinsipnya, kalau panas tidak terlalu tinggi tidak apa-apa asal jangan mendekati 40 derajat (Celcius)," ucapnya.

Ilustrasi anak demam/ Ilustrasi anak demam/ Foto: thinkstock
Sejalan dengan pendapat Tjatur, dr.Natalie Azar memaparkan, bila tubuh anak menunjukkan respons yang baik setelah meminum obat pereda demam, maka Bunda tak perlu khawatir untuk membawa ke rumah sakit. Namun, jika panas tak kunjung reda dalam beberapa hari, harus segera ke dokter.

"Hubungi dokter jika anak mengalami suhu tinggi selama beberapa hari, tetapi tidak sakit tenggorokan, tidak pula sakit telinga atau pilek, dan obat-obatan tidak berpengaruh pada demam," kata Azar, dikutip dari Today.

Selain itu, kata Azar, Bunda juga harus segera bawa anak ke dokter bila mendapati kondisi di antaranya, anak di bawah tiga bulan dengan suhu badan di atas 38 derajat Celcius atau lebih tinggi.

Kondisi tersebut dikhawatirkan terjadi infeksi tertentu, akibat sistem kekebalan tubuhnya belum matang. Anak berusia di atas tiga bulan dengan suhu badan di atas 38 derajat Celcius, waspada kalau disertai gejala seperti tidak responsif, tangisan yang sulit dihilangkan, kesulitan bernapas, muntah, atau kejang.

Koordinator Instalasi Gawat Darurat Brawijaya Children and Women Hospital, dr.Dita Elvina, turut berpendapat, peningkatan suhu tubuh pada anak harus cepat ditangani. Pasalnya, sering kali demam bukan menjadi penyakit satu-satunya, melainkan gejala dari penyakit lain.

Namun kata Dita, jika anak terserang demam, Bunda jangan langsung panik. Jika belum dirasa terlalu parah atau sampai kejang-kejang, Bunda bisa melakukan terapi di rumah.

Menurut Dita, mengompres dengan air hangat bisa membantu membuka pori-pori kulit dan membantu mengeluarkan panas yang terperangkap di dalam tubuh. Ketika proses ini dilakukan ,panas akan menguap melalui pori-pori kulit.

Jangan gunakan air dingin ya, Bun. Karena bisa memperkecil pori-pori dan membuat panas tubuh tidak bisa keluar. Jika langkah tersebut sudah dilakukan namun anak tak kunjung membaik, bisa melakukan terapi herbal.

"Misalnya pakai parutan bawang merah, itu bisa mengeluarkan kehangatan, sehingga bisa mengeluarkan udara panas," kata Dita, seperti dilansir CNN Indonesia.


Nah, ketika semua usaha dirasa tidak berhasil, barulah Bunda ke dokter.

[Gambas:Video 20detik]

(yun)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi