parenting

Pesan Jokowi Terkait Kasus Audrey: Awasi Betul Anak Kita

Asri Ediyati Kamis, 11 Apr 2019 09:03 WIB
Pesan Jokowi Terkait Kasus Audrey: Awasi Betul Anak Kita
Jakarta - Jokowi ikut memberi dukungan pada Audrey, siswi SMP di Pontianak, Kalimantan Barat yang menjadi korban perundungan. Gadia berusia 14 tahun itu mendapat kekerasan fisik dari 12 anak SMA, yang membuat kasusnya menjadi perhatian masyarakat luas. Berbagai dukungan langsung maupun tak langsung diberikan pada korban. Tak terkecuali Presiden RI, Joko Widodo.

Melalui media sosialnya, Jokowi mengutarakan empatinya pada sang korban dan keluarga. Jokowi merasa sedih dan marah atas kejadian yang menimpa Audrey.

"Saya telah mendengar tentang peristiwa yang menimpa seorang anak kita, siswi SMP di Pontianak, Kalimantan Barat, yang dikabarkan menjadi korban perundungan beberapa anak lain. Kita semua sedih dan marah dengan kejadian ini," kata Jokowi di akun Instagram-nya @jokowi.

Jokowi meminta Kepala Kopolisian RI bertindak tegas menangani kasus tersebut. Penanganannya pun harus bijaksana dan berjalan di koridor undang-undang yang sesuai, mengingat para pelaku dan korban masih di bawah umur.

Jokowi melanjutkan bahwa kita sedang menghadapi masalah perubahan pola interaksi sosial antar masyarakat, melalui media sosial. Kita sedang dalam masa transisi pola interaksi sosial itu, hendaknya lebih berhati-hati.

Pesan Jokowi Terkait Kasus Audrey: Awasi Betul Anak KitaPesan Jokowi Terkait Kasus Audrey: Awasi Betul Anak Kita/ Foto: Thinkstock
Benar banget ya, Bun, karena apa yang disampaikan melalui media sosial seringkali menjadi sasaran multitafsir oleh warganet. Jokowi juga berharap semua masyarakat khususnya orang tua untuk mengawasi betul anak-anaknya.

"Saya benar-benar berharap agar orang tua, guru, dan masyarakat turut bersama-sama merespons setiap perubahan-perubahan yang ada, mengawasi betul anak-anak kita, serta meluruskan hal-hal yang tidak benar," sambungnya.

Jokowi bilang usulan revisi terhadap regulasi yang berkaitan dengan anak-anak itu satu hal. Namun, yang paling penting lagi adalah budaya kita, etika kita, norma-norma kita, nilai agama kita, semua tidak memperbolehkan adanya perundungan, apalagi penganiayaan fisik.

Zaman sekarang perundungan terutama di kalangan anak dan remaja sudah sangat lumrah kelihatannya ya, Bun. Kita enggak bisa lagi meremehkan atau malah membiarkan perundungan terjadi terutama di lingkungan anak.


Menurut psikolog anak dan remaja, Yasinta Indrianti MPsi dari EduPsycho Research Institute, seringkali yang terjadi adalah remaja belum dapat mengidentifikasi hal-hal di sekeliling mereka, sehingga tidak mendapatkan solusinya. Remaja kemudian mencari jalan keluar lain seperti melakukan perundungan.

"Korban bisa menjadi pelaku dan pelaku dapat menjadi korban pula. Kita perlu membangkitkan kesadaran masyarakat tentang bahayanya perilaku perundungan ini. Orang tua juga perlu mengubah paradigma dalam melindungi anak mereka dari isu sosial tersebut.," kata psikolog yang akrab disapa Sinta ini.

Apalagi generasi sekarang, yang disebut-sebut sebagai generasi 'XYZ', generasi yang sudah bisa membuka media sosial sejak kecil. Padahal menurut Sinta, itu sangat berpengaruh ke tumbuh kembang anak, lho.

Semoga kasus Audrey segera terselesaikan ya!

[Gambas:Video Haibunda]

(aci/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi