HaiBunda

PARENTING

Dampak Jadikan Tambahan Waktu Main Gadget Reward untuk Anak

Melly Febrida   |   HaiBunda

Jumat, 24 May 2019 10:00 WIB
Ilustrasi anak main gadget/ Foto: Thinkstock
Jakarta - Sebagai bentuk apresiasi atas usaha yang dilakukan anak, biasanya ada orang tua yang memberi reward. Tapi, hindari memberi rewrard anak berupa tambahan jam bermain gadget ya, Bun.

Adalah penelitian yang dilakukan University of Guelph, Canada, yang melibatkan 62 anak-anak berusia antara 18 bulan dan 5 tahun, serta 68 orang tua. Menurut penelitian tersebut, anak-anak yang orang tuanya memberikan waktu main gadget sebagai hadiah atau mencabutnya sebagai hukuman akhirnya menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar.

"Orang tua, sebagai penjaga gerbang waktu layar untuk anak-anak mereka, memiliki pengaruh yang kuat terhadap berapa banyak waktu anak-anak prasekolah habiskan di depan gawai,"" kata Jess Haines, Profesor Hubungan Keluarga dan Nutrisi Terapan di universitas tersebut mengutip JDNews.




Haines bilang, orang tua mesti mencoba mengurangi pemakaian gadget oleh anak. Misalnya dengan menetapkan waktu bebas gadget, tidak menjadikan main gadget sebagai reward atau hukuman, menetapkan batasan dan memantau penggunaan gadget oleh anak.

Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal BMC Obesity. Para peneliti mengamati dampak praktik pengasuhan terhadap jumlah waktu yang dihabiskan anak-anak di depan layar.

Foto: Thinkstock
Haines mengibaratkan ketika menggunakan makanan sebagai hadiah, cara itu bisa menyebabkan anak-anak lebih sering menginginkan makanan manis. Sama halnya dengan main gadget yang bisa bikin anak-anak menghabiskan lebih banyak waktu memainkannya.

Agar penggunaan teknologi positif, Hainens menyarankan agar orang tua memprioritaskan waktu tatap muka dengan anak-anak, miliki zona bebas layar di rumah atau buat waktu keluarga bebas gadget.



Menurut psikolog anak dan keluarga, Amanda Margia Wiranata, pada anak yang telanjur terpapar gadget secara intens, ketika baterai gadget habis bilang ke anak kalau gadget-nya sudah nggak bisa lagi dimainkan. Nah, manfaatkan momen gadget 'off' untuk bermain dengan anak.

"Kalau cuma sekadar mengenal warna dan angka kita bisa buat kok di rumah. Misal, lihat aja pot bunga di sekitar rumah, lalu pengenalan ke buah," kata Amanda beberapa waktu lalu.

Menurut Amanda, materi itu ada banyak banget kok, Bun, yang bisa diberikan ke anak sehingga enggak cuma mengandalkan gadget. Terlebih bagi balita di mana motorik kasar mereka sedang berkembang, hal-hal di sekitar bisa dijadikan alat untuk menstimulasinya.

[Gambas:Video 20detik]



(rdn/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi

Mom's Life Amira Salsabila

5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari

Parenting Nadhifa Fitrina

7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen

Kehamilan Annisa Karnesyia

5 Potret Terbaru Ashanty Makin Langsing Usai Sukses Diet IF & Olahraga

Mom's Life Amira Salsabila

Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret

Parenting Maya Sofia Puspitasari

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi

5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari

7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen

Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret

Berapa Kali Normalnya Bayi Baru Lahir BAB?

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK