HaiBunda

PARENTING

Wirda Mansur: Hafiz, Mahasiswi Oxford dan Dihujat soal The Santri

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Minggu, 22 Sep 2019 13:26 WIB
Wirda Mansur dan sang ayah, Ustaz Yusuf Mansur/ Foto: Instagram @wirda_mansur
Jakarta - Belakangan nama Wirda Mansur ramai diperbincangkan netizen. Tidak lain karena film yang dibintanginya, The Santri menuai kontroversi, Bun. Adegan saat Wirda masuk gereja dan akrab dengan santri laki-laki banyak diperdebatkan.

Wirda tak lain adalah putri sulung ustaz kondang Yusuf Mansur. Perempuan kelahiran 29 November 2001 ini dikenal pintar, mandiri, dan membanggakan keluarga.

Dikutip dari detikcom, Wirda anak pertama dari lima bersaudara pasangan Yusuf Mansur dan Siti Maemunah. Saat ini, dia tengah menempuh pendidikan di University of Oxford, Inggris, dan mengambil jurusan ekonomi.


Wirda memiliki sepak terjang membanggakan di bidang keagamaan. Sejak usia remaja, dia sudah menjadi hafiz atau penghafal Alquran.

Saat menempuh pendidikan di sekolah swasta bernama Al-Mamoor di New York, Amerika Serikat, Wirda terpilih menjadi duta Quran. Ia pun kerap mengajar hafiz di beberapa negara bagian di sana.

Karier menjadi aktris sebenarnya sudah dimulai sejak 2016 lalu. Wirda didapuk membintangi film religi berjudul Cahaya Cinta Pesantren.

Wirda Mansur dalam cuplikan film The Santri/ Foto: (dok.trailer 'The Santri')

Namanya kian sering diperbincangkan setelah trailer film The Santri rilis. Tidak sedikit kritik dan hujatan diterima perempuan yang juga penulis buku Reach Your Dream ini, Bun.

Hingga kini, Wirda belum memberikan komentar. Namun, sang ayah, Yusuf Mansur dengan tenang menanggapi hujatan dan kritikan yang ditujukan ke putrinya itu.

"Segala kritikan dan saran, jadi pembelajaran," kata Yusuf Mansur.

Kritik dan hujatan memang dua hal yang berbeda, Bun. Benar kata Ustaz Mansur, kritik yang diterima putrinya bisa dijadikan pembelajaran.

Menurut psikolog pengajar Elizabeth Santosa, kritik adalah sesuatu yang diperlukan dan sifatnya positif. Sedangkan hujatan adalah sesuatu yang ditujukan untuk menyerang.

"Kalau menghujat punya intensi menyerang dengan sengaja, kalau kritik artinya beropini mengevaluasi aspek negatif tapi memberikan saran yang juga membangun," ujar Elizabeth, dilansir detikcom.

Sayangnya, pola pikir di Indonesia masih kurang tentang pemahaman kritik dan hujat. Seseorang merasa memberikan kritik, namun tidak sadar sebetulnya itu adalah hujatan yang berujung hate speech.

Film The Santri sebenarnya adalah ajang pengenalan Islam Nusantara, Bun. Simak penjelasan lengkapnya di video berikut:

[Gambas:Video 20detik]

(ank/muf)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi dari Kebiasaannya yang Lebih Suka di Rumah

Mom's Life Annisa Karnesyia

Melahirkan Anak Keempat, Indah Istri Rigen Rakelna Ungkap Masih Sempat Menyusui saat Hamil

Menyusui Amrikh Palupi

50 Nama Bayi yang Paling Populer Digunakan Orang Tua di Tahun 2026

Nama Bayi Annisya Asri Diarta

9 Kalimat Diucapkan Orang yang Enggak Punya Empati dalam Percakapan Sehari-hari

Mom's Life Annisa Karnesyia & Firli Nabila

5 Kebiasaan yang Membuat Anak Merasa Benar-Benar Dekat dengan Orang Tua

Parenting Kinan

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

15 Cafe yang Dilengkapi Playground di Jakarta Lengkap dengan Estimasi Harga Menu

Pesona Artis Hamil Anak Pertama dalam Balutan Outfit Stylish, Shenina Cinnamon hingga Adinda Thomas

Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi dari Kebiasaannya yang Lebih Suka di Rumah

50 Nama Bayi yang Paling Populer Digunakan Orang Tua di Tahun 2026

Melahirkan Anak Keempat, Indah Istri Rigen Rakelna Ungkap Masih Sempat Menyusui saat Hamil

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK