parenting

Viral Kisah Anak 8 Tahun Cedera Punggung & Lumpuh Usai Dihukum Push-up

Asri Ediyati Sabtu, 02 Nov 2019 08:41 WIB
Viral Kisah Anak 8 Tahun Cedera Punggung & Lumpuh Usai Dihukum Push-up
Jakarta - Seorang bocah delapan tahun asal Kota Pingxiang, Provinsi Jiangxi, China, mengalami kelumpuhan usai lakukan push-up. Ia (tak disebutkan namanya) melakukannya karena salah membaca di kelas. Alhasil, ia dipaksa melakukan push-up di podium sebagai hukuman.

Mengutip World of Buzz, saat ia hampir selesai melakukan delapan kali push-up, teman-temannya malah mengatakan bahwa hukumannya tak cukup. Ia kemudian melakukannya lagi hingga dua kali. Setelahnya malah berakibat fatal, ia mengalami rasa sakit di punggung bawahnya. Gadis kecil itu juga sadar tak bisa bangun.

Seketika si kecil dilarikan ke rumah sakit setempat. Malangnya, tiba-tiba anak ituĀ lumpuh di bagian bawah tubuhnya. Pihak rumah sakit juga tak bisa menemukan penyebab cedera. Akhirnya dirujuk ke rumah sakit lain, dan si kecil didiagnosis menderita cedera saraf tulang belakang.

Namun, karena kendala keuangan, keluarganya tidak mampu membayar perawatan gadis itu yang memperburuk kondisinya. Dia mengalami skoliosis, deformasi tulang rusuk dan penyusutan kaki yang parah.


Kejadian tersebut terjadi pada 6 Desember 2016. Sekarang, tiga tahun kemudian, kondisinya masih belum membaik. Orang tuanya, yang telah menumpuk hutang karena harus membayar biaya perawatannya. Mereka akhirnya memutuskan untuk menuntut sekolah.
Ilustrasi anak push-up/Ilustrasi anak push-up/ Foto: iStock

"Biaya perawatan sejak cedera telah mencapai lebih dari 200.000 yuan (kurang lebih Rp396 juta). Namun, sekolah dan departemen pemerintah hanya menawarkan sekitar 60.000 yuan (kurang lebih Rp119 juta). Kami merasa seperti tak ada tanggung jawab dari pihak sekolah," demikan menurut orang tua, dilansir China Press.

Mereka kemudian memutuskan untuk menyelesaikan masalah di pengadilan. Sekolah itu ditanyai apakah sakit gadis itu ada hubungannya dengan mereka yang memungkinkannya melakukan push-up sebagai hukuman atau tidak. Kemudian, itu menegaskan bahwa ada hubungan sebab-akibat langsung antara kedua peristiwa.

Sementara kasus ini berlanjut, sekolah menanggapi minggu lalu dengan mengatakan bahwa ia akan bekerja sama dengan penyelidikan pengadilan dan akan menghormati keputusan apa pun yang diambil pengadilan.

Mereka seharusnya tidak pernah memaksanya melakukan push-up, terutama karena dia (anak itu) mungkin tidak tahu bagaimana melakukannya dengan benar. Terkait push-up pada anak, menurut Michael Neely, DO, Direktur Medis di NY Sports Medicine and Physical Therapy, push-up sebenarnya aman untuk anak-anak yang belum berusia sekolah menengah.

Namun, yang perlu digarisbawahi adalah harus ada periode pemanasan 10-15 menit dengan latihan aerobik intensitas rendah dan peregangan (stretching), Bunda. Jadi jangan sampai melakukanĀ push-up tanpa pemanasan atau stretching terlebih dahulu.

"Untuk stretching, anak bisa melakukannya dengan berlari. Tetapi orang tua harus bijak dan tentukan seberapa banyak mereka perlu berlari. Sendi anak-anak sangat sensitif terhadap stres atau tekanan yang berulang, dan terlalu banyak berlari dapat dengan mudah menyebabkan cedera dan menghambat pertumbuhan tubuh," ujarnya dikutip dari dr.Oz AS.

Untuk Bunda, simak juga tips olahraga agar tidak kram:

[Gambas:Video Haibunda]

(aci/som)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi